
| Judul | Coaching in the Age of AI : Perspectives on Opportunities, Challenges, and Future Directions / Editors: Robert Wegener, Tamara Garcia, Nicky Terblanche, Till Grossrieder |
| Pengarang | Wegener, Robert Garcia, Tamara Terblanche, Nicky Grossrieder, Till |
| EDISI | 1 |
| Penerbitan | Switzerland : Springer, 2026 |
| Deskripsi Fisik | xiii, 191 hlm. :ilus. ;25 cm. |
| ISBN | 978-3-032-23332-5 |
| Subjek | Personal Coaching Artificial intelligence—Psychological aspects |
| Abstrak | Coaching in the Age of AI mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan mengubah praktik coaching modern melalui penggunaan chatbot, large language models (LLMs), dan sistem AI yang mampu mensimulasikan percakapan coaching. Buku ini mengulas dua pendekatan utama, yaitu AI in Coaching (AI sebagai pendukung coach manusia) dan AI Coaching (AI sebagai pelaksana coaching secara mandiri). Berbagai aplikasi AI dibahas, mulai dari analisis sesi coaching, pengembangan materi pembelajaran, hingga chatbot yang mampu melakukan percakapan reflektif dengan klien. Selain menyoroti manfaat AI dalam meningkatkan aksesibilitas dan skalabilitas coaching, buku ini mengkaji secara kritis isu bias algoritmik, transparansi sistem, privasi data, hubungan interpersonal, dan batasan AI dalam memahami konteks emosional manusia. Para penulis menegaskan bahwa masa depan coaching memerlukan integrasi AI yang berlandaskan prinsip etika, pengawasan manusia, serta penghormatan terhadap martabat dan otonomi individu. Anotasi: Buku ini merupakan referensi mutakhir pada bidang coaching, psikologi terapan, pengembangan sumber daya manusia, dan studi interaksi manusia-AI. Sangat relevan bagi coach profesional, psikolog, akademisi manajemen, peneliti AI, serta praktisi pengembangan organisasi. |
| Catatan | Buku ini membahas salah satu perubahan paling signifikan dalam dunia coaching kontemporer: masuknya kecerdasan buatan ke dalam proses pengembangan individu dan organisasi. Para penulis mengawali pembahasan dengan menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu administratif, melainkan telah berkembang menjadi sistem percakapan yang mampu melakukan fungsi-fungsi coaching tertentu melalui chatbot dan agen virtual. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pembedaan antara AI in Coaching dan AI Coaching. AI in Coaching digunakan untuk mendukung coach manusia, misalnya melalui analisis transkrip, perancangan program pembelajaran, dan pengembangan wawasan klien. Sebaliknya, AI Coaching merujuk pada penggunaan sistem AI yang mampu melakukan percakapan coaching secara mandiri tanpa kehadiran coach manusia. Buku ini juga menyajikan berbagai temuan empiris yang menunjukkan bahwa chatbot coaching dapat membantu pencapaian tujuan, refleksi diri, dan eksplorasi identitas. Beberapa pengguna bahkan merasa lebi |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
| Lokasi Akses Online |
https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-23332-5 https://doi.org/10.1007/978-3-032-23332-5 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 251126192 | 158.3 Coa | Baca Online | Perpustakaan Pusat - Online Resources Ebook |
Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000168786 | ||
| 005 | 20260604024802 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260604################|##########|#|## | ||
| 020 | # | # | $a 978-3-032-23332-5 |
| 035 | # | # | $a 0010-0626000031 |
| 082 | # | # | $a 158.3 |
| 084 | # | # | $a 158.3 Coa |
| 245 | # | # | $a Coaching in the Age of AI : $b Perspectives on Opportunities, Challenges, and Future Directions /$c Editors: Robert Wegener, Tamara Garcia, Nicky Terblanche, Till Grossrieder |
| 250 | # | # | $a 1 |
| 260 | # | # | $a Switzerland :$b Springer,$c 2026 |
| 300 | # | # | $a xiii, 191 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm. |
| 505 | # | # | $a Buku ini membahas salah satu perubahan paling signifikan dalam dunia coaching kontemporer: masuknya kecerdasan buatan ke dalam proses pengembangan individu dan organisasi. Para penulis mengawali pembahasan dengan menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat bantu administratif, melainkan telah berkembang menjadi sistem percakapan yang mampu melakukan fungsi-fungsi coaching tertentu melalui chatbot dan agen virtual. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pembedaan antara AI in Coaching dan AI Coaching. AI in Coaching digunakan untuk mendukung coach manusia, misalnya melalui analisis transkrip, perancangan program pembelajaran, dan pengembangan wawasan klien. Sebaliknya, AI Coaching merujuk pada penggunaan sistem AI yang mampu melakukan percakapan coaching secara mandiri tanpa kehadiran coach manusia. Buku ini juga menyajikan berbagai temuan empiris yang menunjukkan bahwa chatbot coaching dapat membantu pencapaian tujuan, refleksi diri, dan eksplorasi identitas. Beberapa pengguna bahkan merasa lebih nyaman mengungkapkan persoalan sensitif kepada AI karena tidak merasa dihakimi. Namun demikian, penelitian yang dikaji menunjukkan bahwa coach manusia masih unggul dalam empati, pemahaman konteks budaya, intuisi, dan kemampuan menangkap nuansa emosional yang kompleks. Bagian yang sangat kuat dari buku ini adalah pembahasan mengenai etika dan bias AI. Penulis menjelaskan bagaimana bias data, bias algoritma, dan bias interaksi dapat memengaruhi kualitas percakapan coaching. Selain itu, dibahas pula masalah black box AI, transparansi keputusan sistem, keamanan data, serta pentingnya standar etika internasional seperti rekomendasi UNESCO dan standar ISO/IEC 42001 untuk memastikan penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam coaching. Secara keseluruhan, buku ini berhasil menggabungkan perspektif psikologi, coaching, teknologi AI, etika digital, dan pengembangan organisasi dalam satu kerangka yang komprehensif. Karya ini menunjukkan bahwa AI tidak harus dipandang sebagai pengganti coach manusia, melainkan sebagai teknologi yang dapat memperluas akses coaching dan meningkatkan efektivitas layanan apabila diterapkan secara etis dan berpusat pada manusia. |
| 520 | # | # | $a Coaching in the Age of AI mengeksplorasi bagaimana kecerdasan buatan mengubah praktik coaching modern melalui penggunaan chatbot, large language models (LLMs), dan sistem AI yang mampu mensimulasikan percakapan coaching. Buku ini mengulas dua pendekatan utama, yaitu AI in Coaching (AI sebagai pendukung coach manusia) dan AI Coaching (AI sebagai pelaksana coaching secara mandiri). Berbagai aplikasi AI dibahas, mulai dari analisis sesi coaching, pengembangan materi pembelajaran, hingga chatbot yang mampu melakukan percakapan reflektif dengan klien. Selain menyoroti manfaat AI dalam meningkatkan aksesibilitas dan skalabilitas coaching, buku ini mengkaji secara kritis isu bias algoritmik, transparansi sistem, privasi data, hubungan interpersonal, dan batasan AI dalam memahami konteks emosional manusia. Para penulis menegaskan bahwa masa depan coaching memerlukan integrasi AI yang berlandaskan prinsip etika, pengawasan manusia, serta penghormatan terhadap martabat dan otonomi individu. Anotasi: Buku ini merupakan referensi mutakhir pada bidang coaching, psikologi terapan, pengembangan sumber daya manusia, dan studi interaksi manusia-AI. Sangat relevan bagi coach profesional, psikolog, akademisi manajemen, peneliti AI, serta praktisi pengembangan organisasi. |
| 650 | # | # | $a Artificial intelligence—Psychological aspects |
| 650 | # | # | $a Personal Coaching |
| 700 | 0 | # | $a Garcia, Tamara |
| 700 | 0 | # | $a Grossrieder, Till |
| 700 | 0 | # | $a Terblanche, Nicky |
| 700 | 1 | # | $a Wegener, Robert |
| 856 | # | # | $a https://doi.org/10.1007/978-3-032-23332-5 |
| 856 | # | # | $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-23332-5 |
| 990 | # | # | $a 251126192 |
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format File | Action |
| 1 | 978-3-032-23332-5.pdf | Download |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :