Cite This        Tampung        Export Record
Judul Heritage Authenticity in Theory and Practice in Africa / Editors: George Okello Abungu, Masanori Nagaoka, Shadreck Chirikure, Webber Ndoro, Albino Jopela, Ishanlosen Odiaua, Hamady Bocoum
Pengarang Abungu, George Okello
Nagaoka, Masanori
Chirikure, Shadreck
Ndoro, Webber
Jopela, Albino
Odiaua, Ishanlosen
Bocoum, Hamady
EDISI 1
Penerbitan Singapore : Springer, 2026
Deskripsi Fisik xxxiii, 467 hlm. :ilus. ;25 cm.
ISBN 978-981-92-2619-1
Subjek Cultural property—Protection
Africa
Abstrak Buku ini membahas konsep autentisitas warisan budaya (heritage authenticity) dalam konteks Afrika melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori, kebijakan, studi kasus, dan praktik konservasi. Publikasi ini merupakan hasil Konferensi Internasional UNESCO tentang Cultural Heritage and Authenticity in Africa yang diselenggarakan di Nairobi pada tahun 2025. Kontributor dari berbagai negara Afrika dan organisasi internasional mengkritisi paradigma autentisitas yang selama ini didominasi perspektif Barat, kemudian menawarkan pendekatan baru yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat penentu nilai warisan budaya. Buku ini memperlihatkan bahwa autentisitas tidak hanya ditentukan oleh keaslian material fisik, tetapi juga oleh keberlanjutan tradisi, memori kolektif, praktik budaya, nilai spiritual, identitas komunitas, serta pengetahuan lokal. Melalui lebih dari tiga puluh bab, buku ini mengeksplorasi hubungan antara pengelolaan situs Warisan Dunia UNESCO, pelestarian budaya takbenda, dekolonisasi pengelolaan warisan budaya, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola konservasi yang lebih inklusif. Hasilnya adalah sebuah kerangka konseptual baru mengenai autentisitas warisan budaya yang lebih sesuai dengan realitas sosial dan budaya Afrika serta relevan bagi pengembangan kebijakan konservasi global. ANOTASI Buku ini merupakan referensi akademik yang komprehensif mengenai teori dan praktik autentisitas warisan budaya di Afrika. Disusun oleh para pakar UNESCO, ICCROM, ICOMOS, African World Heritage Fund, serta akademisi dari berbagai universitas dunia, buku ini menyajikan perkembangan terbaru mengenai konservasi warisan budaya dalam perspektif Afrika. Pembahasan diawali dengan perkembangan historis konsep autentisitas sejak Venice Charter (1964), Nara Document on Authenticity (1994), hingga Nairobi Outcome (2025). Selanjutnya dijelaskan bagaimana konsep autentisitas berkembang melalui pendekatan berbasis komunitas (community-centred heritage management), yang mengakui pentingnya nilai budaya hidup (living heritage), praktik sosial, ritual, dan pengetahuan lokal. Bagian-bagian berikutnya mengulas berbagai studi kasus dari Kenya, Zimbabwe, Mali, Tanzania, Burkina Faso, Mauritius, Mozambik, Benin, Ghana, Kamerun, Zambia, Afrika Selatan, Madagaskar, hingga Maroko. Setiap studi menggambarkan tantangan konservasi situs Warisan Dunia UNESCO, konflik antara pembangunan dan pelestarian, pengelolaan lanskap budaya, museum, arsitektur tradisional, hingga perlindungan warisan budaya takbenda. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah reinterpretasi konsep autentisitas yang tidak lagi berorientasi pada keaslian fisik semata, melainkan mempertimbangkan kesinambungan fungsi sosial, makna budaya, hubungan spiritual masyarakat, dan keberlanjutan pengetahuan tradisional. Pendekatan tersebut dipandang lebih sesuai dengan karakteristik warisan budaya Afrika yang bersifat dinamis. Secara metodologis buku ini mengombinasikan kajian teoritis, analisis kebijakan UNESCO, hasil penelitian lapangan, studi antropologi, arkeologi, konservasi, museologi, hingga tata kelola budaya. Oleh karena itu buku ini menjadi referensi penting bagi peneliti, pengelola museum, pustakawan bidang heritage, arkeolog, konservator, perencana kebijakan budaya, maupun mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi yang mengelola koleksi budaya dan warisan dokumenter.
Catatan SINOPSIS Heritage Authenticity in Theory and Practice in Africa merupakan publikasi ilmiah yang menawarkan paradigma baru mengenai autentisitas warisan budaya dari perspektif Afrika. Buku ini lahir dari kebutuhan untuk merevisi cara pandang internasional terhadap konsep autentisitas yang selama beberapa dekade lebih banyak didasarkan pada pengalaman Eropa. Para editor menunjukkan bahwa banyak situs budaya Afrika tidak dapat sepenuhnya dinilai menggunakan indikator autentisitas konvensional yang hanya menekankan keaslian material bangunan atau artefak. Dalam budaya Afrika, identitas suatu warisan justru dipertahankan melalui kesinambungan praktik sosial, ritual keagamaan, tradisi lisan, hubungan masyarakat dengan lanskap budaya, serta transmisi pengetahuan antargenerasi. Isi buku dibagi menjadi enam bagian utama. Bagian pertama membahas landasan konseptual autentisitas warisan budaya dan perkembangan kebijakan UNESCO. Bagian kedua mengulas Outstanding Universal Value (OUV) serta tantangan representasi s
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai
Lokasi Akses Online https://doi.org/10.1007/978-981-92-2619-1
https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-92-2619-1

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
253626192 363.690 96 Her Baca Online Perpustakaan Pusat - RBU KKB
Ebook
Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000169580
005 20260721023210
007 ta
008 260721################|##########|#|##
020 # # $a 978-981-92-2619-1
035 # # $a 0010-0726000077
082 # # $a 363.690 96
084 # # $a 363.690 96 Her
245 # # $a Heritage Authenticity in Theory and Practice in Africa /$c Editors: George Okello Abungu, Masanori Nagaoka, Shadreck Chirikure, Webber Ndoro, Albino Jopela, Ishanlosen Odiaua, Hamady Bocoum
250 # # $a 1
260 # # $a Singapore :$b Springer,$c 2026
300 # # $a xxxiii, 467 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm.
500 # # $a SINOPSIS Heritage Authenticity in Theory and Practice in Africa merupakan publikasi ilmiah yang menawarkan paradigma baru mengenai autentisitas warisan budaya dari perspektif Afrika. Buku ini lahir dari kebutuhan untuk merevisi cara pandang internasional terhadap konsep autentisitas yang selama beberapa dekade lebih banyak didasarkan pada pengalaman Eropa. Para editor menunjukkan bahwa banyak situs budaya Afrika tidak dapat sepenuhnya dinilai menggunakan indikator autentisitas konvensional yang hanya menekankan keaslian material bangunan atau artefak. Dalam budaya Afrika, identitas suatu warisan justru dipertahankan melalui kesinambungan praktik sosial, ritual keagamaan, tradisi lisan, hubungan masyarakat dengan lanskap budaya, serta transmisi pengetahuan antargenerasi. Isi buku dibagi menjadi enam bagian utama. Bagian pertama membahas landasan konseptual autentisitas warisan budaya dan perkembangan kebijakan UNESCO. Bagian kedua mengulas Outstanding Universal Value (OUV) serta tantangan representasi situs Warisan Dunia Afrika dalam daftar UNESCO. Bagian ketiga mengeksplorasi hubungan antara tradisi lokal, modernisasi, dan konservasi warisan budaya. Bagian keempat menempatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama dalam pengelolaan warisan budaya melalui berbagai studi kasus di Afrika. Bagian kelima menjelaskan penerapan autentisitas dalam tata kelola museum, situs budaya, dan kebijakan konservasi pascakolonial. Bagian terakhir menyimpulkan pentingnya menjadikan autentisitas sebagai tanggung jawab bersama yang mengintegrasikan nilai budaya, sosial, spiritual, dan pembangunan berkelanjutan. Selain memberikan kontribusi teoritis, buku ini juga menawarkan berbagai rekomendasi praktis mengenai konservasi berbasis komunitas, integrasi pengetahuan lokal dalam pengelolaan situs warisan budaya, penguatan kapasitas profesional heritage di Afrika, serta pembaruan mekanisme evaluasi UNESCO agar lebih inklusif terhadap keragaman budaya dunia. Dengan cakupan yang luas, pendekatan multidisipliner, dan dukungan puluhan studi kasus empiris, buku ini menjadi salah satu referensi penting dalam bidang heritage studies, museum studies, arkeologi, konservasi budaya, manajemen warisan dunia, serta ilmu perpustakaan dan informasi, khususnya dalam pengelolaan koleksi warisan budaya dan sumber informasi budaya.
520 # # $a Buku ini membahas konsep autentisitas warisan budaya (heritage authenticity) dalam konteks Afrika melalui pendekatan multidisipliner yang menggabungkan teori, kebijakan, studi kasus, dan praktik konservasi. Publikasi ini merupakan hasil Konferensi Internasional UNESCO tentang Cultural Heritage and Authenticity in Africa yang diselenggarakan di Nairobi pada tahun 2025. Kontributor dari berbagai negara Afrika dan organisasi internasional mengkritisi paradigma autentisitas yang selama ini didominasi perspektif Barat, kemudian menawarkan pendekatan baru yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pusat penentu nilai warisan budaya. Buku ini memperlihatkan bahwa autentisitas tidak hanya ditentukan oleh keaslian material fisik, tetapi juga oleh keberlanjutan tradisi, memori kolektif, praktik budaya, nilai spiritual, identitas komunitas, serta pengetahuan lokal. Melalui lebih dari tiga puluh bab, buku ini mengeksplorasi hubungan antara pengelolaan situs Warisan Dunia UNESCO, pelestarian budaya takbenda, dekolonisasi pengelolaan warisan budaya, pembangunan berkelanjutan, serta tata kelola konservasi yang lebih inklusif. Hasilnya adalah sebuah kerangka konseptual baru mengenai autentisitas warisan budaya yang lebih sesuai dengan realitas sosial dan budaya Afrika serta relevan bagi pengembangan kebijakan konservasi global. ANOTASI Buku ini merupakan referensi akademik yang komprehensif mengenai teori dan praktik autentisitas warisan budaya di Afrika. Disusun oleh para pakar UNESCO, ICCROM, ICOMOS, African World Heritage Fund, serta akademisi dari berbagai universitas dunia, buku ini menyajikan perkembangan terbaru mengenai konservasi warisan budaya dalam perspektif Afrika. Pembahasan diawali dengan perkembangan historis konsep autentisitas sejak Venice Charter (1964), Nara Document on Authenticity (1994), hingga Nairobi Outcome (2025). Selanjutnya dijelaskan bagaimana konsep autentisitas berkembang melalui pendekatan berbasis komunitas (community-centred heritage management), yang mengakui pentingnya nilai budaya hidup (living heritage), praktik sosial, ritual, dan pengetahuan lokal. Bagian-bagian berikutnya mengulas berbagai studi kasus dari Kenya, Zimbabwe, Mali, Tanzania, Burkina Faso, Mauritius, Mozambik, Benin, Ghana, Kamerun, Zambia, Afrika Selatan, Madagaskar, hingga Maroko. Setiap studi menggambarkan tantangan konservasi situs Warisan Dunia UNESCO, konflik antara pembangunan dan pelestarian, pengelolaan lanskap budaya, museum, arsitektur tradisional, hingga perlindungan warisan budaya takbenda. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah reinterpretasi konsep autentisitas yang tidak lagi berorientasi pada keaslian fisik semata, melainkan mempertimbangkan kesinambungan fungsi sosial, makna budaya, hubungan spiritual masyarakat, dan keberlanjutan pengetahuan tradisional. Pendekatan tersebut dipandang lebih sesuai dengan karakteristik warisan budaya Afrika yang bersifat dinamis. Secara metodologis buku ini mengombinasikan kajian teoritis, analisis kebijakan UNESCO, hasil penelitian lapangan, studi antropologi, arkeologi, konservasi, museologi, hingga tata kelola budaya. Oleh karena itu buku ini menjadi referensi penting bagi peneliti, pengelola museum, pustakawan bidang heritage, arkeolog, konservator, perencana kebijakan budaya, maupun mahasiswa ilmu perpustakaan dan informasi yang mengelola koleksi budaya dan warisan dokumenter.
650 # # $a Africa
650 # # $a Cultural property—Protection
700 0 # $a Abungu, George Okello
700 0 # $a Bocoum, Hamady
700 0 # $a Chirikure, Shadreck
700 0 # $a Jopela, Albino
700 0 # $a Nagaoka, Masanori
700 0 # $a Ndoro, Webber
700 0 # $a Odiaua, Ishanlosen
856 # # $a https://doi.org/10.1007/978-981-92-2619-1
856 # # $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-92-2619-1
990 # # $a 253626192
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 978-981-92-2619-1.pdf pdf Download
Content Unduh katalog