Cite This        Tampung        Export Record
Judul Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty / Shanguo Peng
Pengarang Peng, Shanguo
EDISI 1
Penerbitan Singapore : Springer, 2026
Deskripsi Fisik xxxii, 276 hlm. :ilus. ;25 cm.
ISBN 978-981-92-0454-0
Subjek Pottery, Chinese
Ceramics
Abstrak Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty merupakan kajian arkeologi komprehensif mengenai keramik Dinasti Liao (907–1125) berdasarkan hasil ekskavasi arkeologis, analisis tipologi, teknologi produksi, kronologi, serta distribusi keramik yang ditemukan di wilayah bekas Kekaisaran Liao. Buku ini membedakan keramik menjadi dua kelompok utama, yaitu keramik yang diproduksi di dalam wilayah Liao dan keramik impor dari berbagai pusat produksi Dinasti Song, kemudian menganalisis keduanya untuk merekonstruksi perkembangan industri keramik, perdagangan, dan hubungan budaya antara kedua dinasti. Penelitian mencakup identifikasi situs-situs tungku pembakaran (kiln sites), analisis struktur tungku, teknik pembakaran, klasifikasi jenis glasir, bentuk wadah, motif dekoratif, serta penyusunan periodisasi perkembangan keramik Liao menjadi tiga fase kronologis. Selain itu, buku mengidentifikasi asal-usul keramik impor dari pusat-pusat produksi terkenal seperti Xing, Yue, Ding, Yaozhou, dan Jingdezhen, kemudian menghubungkannya dengan jalur perdagangan, hubungan diplomatik, pertukaran budaya, dan perkembangan ekonomi antara Dinasti Liao dan Dinasti Song. Melalui integrasi bukti arkeologis, sumber sejarah tertulis, dan analisis tipologi, buku ini memperlihatkan bagaimana perkembangan keramik menjadi indikator penting perubahan budaya masyarakat Khitan, proses sinisasi, pertumbuhan ekonomi, serta dinamika politik Asia Timur pada abad ke-10 hingga ke-12. Karya ini menjadi referensi penting bagi arkeolog, sejarawan seni, peneliti keramik Tiongkok, dan akademisi yang menekuni budaya material Asia Timur. Anotasi Buku ini merupakan hasil pengembangan disertasi doktoral Shanguo Peng yang menyajikan penelitian paling komprehensif mengenai keramik Dinasti Liao berdasarkan data arkeologi modern. Penelitian didasarkan pada ribuan artefak yang ditemukan melalui ekskavasi ilmiah di situs tungku, makam, pagoda, dan permukiman di wilayah bekas Kekaisaran Liao. Penulis memadukan analisis arkeologi, sejarah, tipologi, dan teknologi produksi untuk merekonstruksi perkembangan industri keramik selama lebih dari dua abad pemerintahan Dinasti Liao. Bagian awal buku mengulas sejarah penelitian keramik Liao sejak awal abad ke-20 hingga perkembangan arkeologi modern di Tiongkok. Penulis mengkritisi berbagai interpretasi terdahulu sekaligus menyusun sintesis berdasarkan hasil ekskavasi terbaru. Dijelaskan bahwa penelitian keramik Liao mengalami kemajuan pesat setelah meningkatnya kegiatan ekskavasi ilmiah yang menghasilkan data mengenai situs tungku, makam, dan artefak dalam jumlah besar. Pembahasan berikutnya difokuskan pada situs-situs tungku pembakaran (kiln sites), teknologi pembuatan keramik, bahan baku, struktur tungku, teknik pembakaran, serta organisasi produksi. Analisis menunjukkan bahwa lokasi tungku dipilih berdasarkan ketersediaan tanah liat, bahan bakar, air, dan kedekatan dengan pusat permukiman. Perbandingan dengan tungku Dinasti Song memberikan gambaran mengenai transfer teknologi dan perkembangan industri keramik di kawasan Asia Timur. Salah satu kontribusi utama buku ini adalah penyusunan tipologi keramik Liao yang sistematis. Penulis mengklasifikasikan berbagai jenis glasir, bentuk bejana, motif dekoratif, serta fungsi artefak. Penelitian ini juga mengoreksi sejumlah atribusi yang keliru dalam penelitian sebelumnya, misalnya mengenai keramik berglasir putih dengan dekorasi hitam yang ternyata berasal dari periode Dinasti Jin, bukan Dinasti Liao. Selain itu, buku menjelaskan evolusi keramik tiga warna (Liao sancai) dan mengidentifikasi pengaruh budaya Khitan, Han, Sogdiana, Persia Sasania, India, dan Islam terhadap perkembangan bentuk serta dekorasi keramik Liao. Buku juga memberikan perhatian besar terhadap keramik impor yang ditemukan di wilayah Liao. Penulis mengidentifikasi asal-usul keramik dari kiln Xing, Yue, Ding, Yaozhou, dan Jingdezhen melalui analisis tipologi dan perbandingan dengan temuan dari situs asalnya. Selanjutnya dibahas perubahan jalur distribusi keramik sebelum dan sesudah Perjanjian Chanyuan (1005), termasuk peran perdagangan, diplomasi, pasar perbatasan, dan penyelundupan dalam perpindahan barang antarkerajaan. Analisis ini memperlihatkan bahwa keramik merupakan indikator penting hubungan politik, ekonomi, dan budaya antara Dinasti Liao dan Dinasti Song. Meskipun sangat komprehensif, penulis mengakui bahwa identifikasi asal-usul beberapa keramik dan analisis fisikokimia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, buku ini tidak hanya menjadi sintesis penelitian terdahulu, tetapi juga menawarkan arah penelitian masa depan dalam arkeologi keramik Asia Timur.
Catatan Sinopsis Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty merupakan kajian mendalam mengenai perkembangan keramik pada masa Dinasti Liao (907–1125), salah satu kerajaan penting yang diperintah oleh bangsa Khitan di wilayah utara Tiongkok. Berlandaskan data hasil ekskavasi arkeologi selama beberapa dekade, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah produksi, distribusi, penggunaan, serta makna budaya keramik dalam kehidupan masyarakat Liao. Buku diawali dengan telaah historiografi penelitian keramik Liao sejak awal abad ke-20 hingga berkembangnya arkeologi modern di Tiongkok. Penulis menunjukkan bagaimana penemuan situs-situs tungku, makam, kota kuno, dan pagoda secara bertahap memperkaya pemahaman mengenai budaya material Dinasti Liao. Kajian pustaka ini menjadi dasar untuk mengevaluasi berbagai interpretasi terdahulu sekaligus menunjukkan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikembangkan. Pembahasan kemudian beralih pada teknologi produksi keramik. Penulis mengidentifikasi lokasi-lokasi tung
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai
Lokasi Akses Online https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-92-0454-0
https://doi.org/10.1007/978-981-92-0454-0

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
253426192 738.0951 Pen a Baca Online Perpustakaan Pusat - Online Resources
Ebook
Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000169507
005 20260702025830
007 ta
008 260702################|##########|#|##
020 # # $a 978-981-92-0454-0
035 # # $a 0010-0726000004
082 # # $a 738.0951
084 # # $a 738.0951 Pen a
100 0 # $a Peng, Shanguo
245 1 # $a Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty /$c Shanguo Peng
250 # # $a 1
260 # # $a Singapore :$b Springer,$c 2026
300 # # $a xxxii, 276 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm.
500 # # $a Sinopsis Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty merupakan kajian mendalam mengenai perkembangan keramik pada masa Dinasti Liao (907–1125), salah satu kerajaan penting yang diperintah oleh bangsa Khitan di wilayah utara Tiongkok. Berlandaskan data hasil ekskavasi arkeologi selama beberapa dekade, buku ini berupaya merekonstruksi sejarah produksi, distribusi, penggunaan, serta makna budaya keramik dalam kehidupan masyarakat Liao. Buku diawali dengan telaah historiografi penelitian keramik Liao sejak awal abad ke-20 hingga berkembangnya arkeologi modern di Tiongkok. Penulis menunjukkan bagaimana penemuan situs-situs tungku, makam, kota kuno, dan pagoda secara bertahap memperkaya pemahaman mengenai budaya material Dinasti Liao. Kajian pustaka ini menjadi dasar untuk mengevaluasi berbagai interpretasi terdahulu sekaligus menunjukkan kesenjangan penelitian yang masih perlu dikembangkan. Pembahasan kemudian beralih pada teknologi produksi keramik. Penulis mengidentifikasi lokasi-lokasi tungku utama, menganalisis struktur tungku, bahan baku, teknik pembakaran, organisasi produksi, serta hubungan antara lokasi industri keramik dengan pusat-pusat politik dan ekonomi Dinasti Liao. Analisis ini memperlihatkan bagaimana industri keramik berkembang sebagai bagian dari sistem ekonomi kerajaan dan dipengaruhi oleh kondisi geografis serta ketersediaan sumber daya alam. Bagian terpenting buku membahas tipologi keramik Liao melalui klasifikasi glasir, bentuk bejana, dan motif dekoratif. Berdasarkan analisis kronologis, perkembangan keramik dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase awal yang masih didominasi budaya Khitan, fase perkembangan yang memperlihatkan meningkatnya pengaruh budaya Han, dan fase akhir ketika unsur-unsur budaya Han menjadi dominan. Evolusi tersebut menunjukkan bahwa perubahan bentuk dan dekorasi keramik mencerminkan proses sinisasi masyarakat Khitan serta dinamika sosial-budaya Dinasti Liao. Selain produksi lokal, buku ini mengkaji secara rinci keramik impor dari berbagai pusat produksi terkenal di Tiongkok, seperti Xing, Yue, Ding, Yaozhou, dan Jingdezhen. Melalui analisis tipologi dan distribusi artefak, penulis menjelaskan perubahan pola perdagangan sebelum dan sesudah Perjanjian Chanyuan tahun 1005. Keramik impor tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga bukti hubungan diplomatik, pertukaran budaya, perkembangan pasar, dan integrasi ekonomi antara Dinasti Liao dan Dinasti Song. Pada bagian penutup, penulis menegaskan bahwa penelitian arkeologi keramik mampu memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai sejarah politik, ekonomi, teknologi, dan budaya Asia Timur abad pertengahan. Meskipun masih terdapat tantangan dalam identifikasi asal-usul beberapa artefak dan penerapan analisis ilmiah terhadap material keramik, buku ini menjadi salah satu referensi paling otoritatif mengenai arkeologi keramik Dinasti Liao dan kontribusinya terhadap sejarah peradaban Tiongkok.
520 # # $a Archaeological Research on Ceramics of the Liao Dynasty merupakan kajian arkeologi komprehensif mengenai keramik Dinasti Liao (907–1125) berdasarkan hasil ekskavasi arkeologis, analisis tipologi, teknologi produksi, kronologi, serta distribusi keramik yang ditemukan di wilayah bekas Kekaisaran Liao. Buku ini membedakan keramik menjadi dua kelompok utama, yaitu keramik yang diproduksi di dalam wilayah Liao dan keramik impor dari berbagai pusat produksi Dinasti Song, kemudian menganalisis keduanya untuk merekonstruksi perkembangan industri keramik, perdagangan, dan hubungan budaya antara kedua dinasti. Penelitian mencakup identifikasi situs-situs tungku pembakaran (kiln sites), analisis struktur tungku, teknik pembakaran, klasifikasi jenis glasir, bentuk wadah, motif dekoratif, serta penyusunan periodisasi perkembangan keramik Liao menjadi tiga fase kronologis. Selain itu, buku mengidentifikasi asal-usul keramik impor dari pusat-pusat produksi terkenal seperti Xing, Yue, Ding, Yaozhou, dan Jingdezhen, kemudian menghubungkannya dengan jalur perdagangan, hubungan diplomatik, pertukaran budaya, dan perkembangan ekonomi antara Dinasti Liao dan Dinasti Song. Melalui integrasi bukti arkeologis, sumber sejarah tertulis, dan analisis tipologi, buku ini memperlihatkan bagaimana perkembangan keramik menjadi indikator penting perubahan budaya masyarakat Khitan, proses sinisasi, pertumbuhan ekonomi, serta dinamika politik Asia Timur pada abad ke-10 hingga ke-12. Karya ini menjadi referensi penting bagi arkeolog, sejarawan seni, peneliti keramik Tiongkok, dan akademisi yang menekuni budaya material Asia Timur. Anotasi Buku ini merupakan hasil pengembangan disertasi doktoral Shanguo Peng yang menyajikan penelitian paling komprehensif mengenai keramik Dinasti Liao berdasarkan data arkeologi modern. Penelitian didasarkan pada ribuan artefak yang ditemukan melalui ekskavasi ilmiah di situs tungku, makam, pagoda, dan permukiman di wilayah bekas Kekaisaran Liao. Penulis memadukan analisis arkeologi, sejarah, tipologi, dan teknologi produksi untuk merekonstruksi perkembangan industri keramik selama lebih dari dua abad pemerintahan Dinasti Liao. Bagian awal buku mengulas sejarah penelitian keramik Liao sejak awal abad ke-20 hingga perkembangan arkeologi modern di Tiongkok. Penulis mengkritisi berbagai interpretasi terdahulu sekaligus menyusun sintesis berdasarkan hasil ekskavasi terbaru. Dijelaskan bahwa penelitian keramik Liao mengalami kemajuan pesat setelah meningkatnya kegiatan ekskavasi ilmiah yang menghasilkan data mengenai situs tungku, makam, dan artefak dalam jumlah besar. Pembahasan berikutnya difokuskan pada situs-situs tungku pembakaran (kiln sites), teknologi pembuatan keramik, bahan baku, struktur tungku, teknik pembakaran, serta organisasi produksi. Analisis menunjukkan bahwa lokasi tungku dipilih berdasarkan ketersediaan tanah liat, bahan bakar, air, dan kedekatan dengan pusat permukiman. Perbandingan dengan tungku Dinasti Song memberikan gambaran mengenai transfer teknologi dan perkembangan industri keramik di kawasan Asia Timur. Salah satu kontribusi utama buku ini adalah penyusunan tipologi keramik Liao yang sistematis. Penulis mengklasifikasikan berbagai jenis glasir, bentuk bejana, motif dekoratif, serta fungsi artefak. Penelitian ini juga mengoreksi sejumlah atribusi yang keliru dalam penelitian sebelumnya, misalnya mengenai keramik berglasir putih dengan dekorasi hitam yang ternyata berasal dari periode Dinasti Jin, bukan Dinasti Liao. Selain itu, buku menjelaskan evolusi keramik tiga warna (Liao sancai) dan mengidentifikasi pengaruh budaya Khitan, Han, Sogdiana, Persia Sasania, India, dan Islam terhadap perkembangan bentuk serta dekorasi keramik Liao. Buku juga memberikan perhatian besar terhadap keramik impor yang ditemukan di wilayah Liao. Penulis mengidentifikasi asal-usul keramik dari kiln Xing, Yue, Ding, Yaozhou, dan Jingdezhen melalui analisis tipologi dan perbandingan dengan temuan dari situs asalnya. Selanjutnya dibahas perubahan jalur distribusi keramik sebelum dan sesudah Perjanjian Chanyuan (1005), termasuk peran perdagangan, diplomasi, pasar perbatasan, dan penyelundupan dalam perpindahan barang antarkerajaan. Analisis ini memperlihatkan bahwa keramik merupakan indikator penting hubungan politik, ekonomi, dan budaya antara Dinasti Liao dan Dinasti Song. Meskipun sangat komprehensif, penulis mengakui bahwa identifikasi asal-usul beberapa keramik dan analisis fisikokimia masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Oleh karena itu, buku ini tidak hanya menjadi sintesis penelitian terdahulu, tetapi juga menawarkan arah penelitian masa depan dalam arkeologi keramik Asia Timur.
650 # # $a Ceramics
650 # # $a Pottery, Chinese
856 # # $a https://doi.org/10.1007/978-981-92-0454-0
856 # # $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-92-0454-0
990 # # $a 253426192
Content Unduh katalog