|
Tag
|
Ind1
|
Ind2
|
Isi
|
|
001
|
|
|
INLIS000000000169594
|
|
005
|
|
|
20260727105008
|
|
008
|
|
|
260727################|##########|#|##
|
|
020
|
#
|
#
|
$a 978-981-92-0922-4
|
|
035
|
#
|
#
|
$a 0010-0726000091
|
|
082
|
#
|
#
|
$a 616.89
|
|
084
|
#
|
#
|
$a 616.89 Str t
|
|
100
|
0
|
#
|
$a Strayhorn, Joseph M.
|
|
245
|
1
|
#
|
$a The Promise of Psychoeducation in Relieving the Societal Burden of Psychopathology /$c Joseph M Strayhorn, Jr , Kay Yu Yuan Chai , Yanli Zhang-James
|
|
250
|
#
|
#
|
$a 1
|
|
260
|
#
|
#
|
$a Singapore :$b Springer,$c 2026
|
|
300
|
#
|
#
|
$a xiii, 125 : $b ill. ; $c 25 cm.
|
|
505
|
#
|
#
|
$a SINOPSIS
The Promise of Psychoeducation in Relieving the Societal Burden of Psychopathology mengemukakan gagasan bahwa pendidikan psikologis (psychoeducation) merupakan salah satu strategi paling menjanjikan untuk meningkatkan kesehatan mental masyarakat secara luas. Penulis menunjukkan bahwa walaupun kemajuan dalam psikofarmakologi dan psikoterapi telah menghasilkan berbagai metode pengobatan yang semakin efektif, prevalensi berbagai gangguan mental, seperti depresi, kecemasan, bunuh diri, kesepian, penyalahgunaan zat, serta berbagai masalah psikososial lainnya, tetap tinggi bahkan cenderung meningkat di banyak negara.
Melalui pendekatan yang mengintegrasikan psikologi, psikiatri, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, buku ini menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi biologis, tetapi juga oleh pengalaman belajar serta lingkungan sosial yang membentuk perilaku individu. Oleh karena itu, peningkatan kesehatan mental tidak cukup dilakukan melalui pelayanan klinis, tetapi perlu diperluas melalui pendidikan keterampilan psikologis yang dapat diterapkan sejak usia dini hingga dewasa.
Buku ini menyusun konsep psychoeducation secara komprehensif sebagai proses pembelajaran yang mengembangkan kemampuan mengelola emosi, berpikir adaptif, membangun hubungan interpersonal yang sehat, menyelesaikan konflik, mengambil keputusan secara rasional, mengembangkan resiliensi, serta menciptakan lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat yang mendukung kesehatan mental. Penulis juga menguraikan berbagai metode pembelajaran praktis yang dapat digunakan dalam program psychoeducation, mulai dari latihan komunikasi, refleksi diri, pengambilan keputusan, pengelolaan kecemasan, meditasi, hingga pembelajaran sosial-emosional.
Selain membahas konsep teoretis, buku ini didukung oleh berbagai hasil penelitian yang menunjukkan efektivitas psychoeducation dalam mencegah maupun mengurangi berbagai gangguan psikologis, termasuk depresi, kecemasan, insomnia, agresivitas, penyalahgunaan zat, skizofrenia, serta peningkatan kualitas hubungan sosial. Penulis menyimpulkan bahwa penerapan psychoeducation secara sistematis pada tingkat masyarakat memiliki potensi besar untuk menurunkan beban psikopatologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat secara berkelanjutan, sehingga layak menjadi bagian penting dari kebijakan kesehatan mental di masa depan.
|
|
520
|
#
|
#
|
$a Buku ini membahas potensi psychoeducation sebagai strategi utama dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat serta mengurangi beban sosial akibat psikopatologi. Penulis berpendapat bahwa meskipun kemajuan dalam psikofarmakologi dan psikoterapi telah meningkatkan kualitas layanan kesehatan jiwa, kedua pendekatan tersebut belum mampu menurunkan prevalensi gangguan mental secara signifikan pada tingkat populasi. Sebagai alternatif, buku ini menawarkan psychoeducation sebagai pendekatan preventif dan promotif yang menekankan pengembangan keterampilan psikologis, pembentukan lingkungan yang mendukung kesehatan mental, serta pembelajaran perilaku adaptif sepanjang kehidupan. Berbagai bukti empiris mengenai efektivitas psychoeducation dalam pencegahan depresi, kecemasan, gangguan tidur, agresivitas, penyalahgunaan zat, gangguan psikotik, serta peningkatan hubungan sosial dibahas secara komprehensif. Buku ini juga mengulas hubungan antara faktor biologis, proses pembelajaran, dan lingkungan sosial sebagai determinan kesehatan mental serta menawarkan model implementasi psychoeducation dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat sebagai strategi kesehatan mental masyarakat yang lebih luas.
ANOTASI
Buku ini merupakan kajian ilmiah mengenai peran psychoeducation dalam mengurangi beban gangguan mental pada tingkat masyarakat. Penulis mengkritisi dominasi pendekatan klinis yang berfokus pada pengobatan dan psikoterapi karena dampaknya terhadap kesehatan mental populasi dinilai masih terbatas. Sebagai alternatif, buku ini mengembangkan konsep psychoeducation sebagai proses pendidikan psikologis yang bertujuan membangun keterampilan emosional, sosial, dan kognitif yang mendukung kesehatan mental individu maupun lingkungan sosial.
Pembahasan diawali dengan definisi kesehatan mental, psikopatologi, serta psychoeducation sebagai proses pembelajaran yang tidak hanya bertujuan menangani gangguan mental tetapi juga meningkatkan kesejahteraan psikologis. Selanjutnya dipaparkan bukti bahwa prevalensi depresi, kecemasan, bunuh diri, kesepian, penyalahgunaan zat, dan berbagai indikator gangguan mental masih meningkat meskipun layanan kesehatan mental berkembang pesat.
Penulis kemudian mengembangkan model konseptual yang menjelaskan bahwa kesehatan mental dipengaruhi oleh tiga kelompok faktor utama, yaitu faktor biologis, proses belajar, dan lingkungan sosial. Ketiga faktor tersebut saling memengaruhi sehingga intervensi pendidikan psikologis dipandang mampu menghasilkan perubahan perilaku sekaligus memperbaiki lingkungan sosial.
Bagian selanjutnya membahas efektivitas psikofarmakologi dan psikoterapi beserta keterbatasannya, kemudian membandingkannya dengan psychoeducation. Buku ini menawarkan kurikulum keterampilan psikologis yang meliputi pengambilan keputusan, regulasi emosi, komunikasi interpersonal, resiliensi, penyelesaian konflik, pengendalian kecemasan, keterampilan sosial, hingga pembentukan lingkungan yang mendukung kesehatan mental.
Bab-bab akhir menyajikan berbagai penelitian empiris mengenai keberhasilan psychoeducation dalam mencegah maupun mengurangi depresi, gangguan kecemasan, insomnia, agresivitas, penyalahgunaan narkoba, gangguan hubungan sosial, skizofrenia, serta penerapan Social and Emotional Learning (SEL), kesehatan mental di tempat kerja, kelompok pendukung sebaya, media massa, dan pendidikan keluarga. Buku ditutup dengan pembahasan mengenai hambatan implementasi psychoeducation serta prospeknya sebagai strategi kesehatan masyarakat yang dapat diterapkan secara luas.
Buku ini ditujukan bagi akademisi, peneliti, psikolog, psikiater, tenaga kesehatan, pendidik, pembuat kebijakan, serta mahasiswa di bidang psikologi, psikiatri, kesehatan masyarakat, pendidikan, dan ilmu sosial yang mempelajari promosi kesehatan mental dan pencegahan gangguan psikologis.
|
|
542
|
#
|
#
|
$a (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-nd/4.0/
|
|
650
|
#
|
#
|
$a Mental illness—Prevention
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Chai, Kay Yu Yuan
|
|
700
|
0
|
#
|
$a Zhang-James, Yanli
|
|
856
|
#
|
#
|
$a https://doi.org/10.1007/978-981-92-0922-4
|
|
856
|
#
|
#
|
$a https://link.springer.com/book/10.1007/978-981-92-0922-4
|
|
990
|
#
|
#
|
$a 253726192
|