
| Judul | The Handbook of Privacy Studies : An Interdisciplinary Introduction / Edited By Bart van der Sloot, Aviva de Groot |
| Pengarang | Sloot, Bart Van der Groot, Aviva de |
| EDISI | 1st. edition |
| Penerbitan | London : Routledge, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 456 hlm. :ill. ;21 cm |
| ISBN | 9781003706434 |
| Subjek | Privacy, Right of Data protection |
| Abstrak | The Handbook of Privacy Studies: An Interdisciplinary Introduction merupakan karya referensi multidisipliner yang memperkenalkan studi privasi melalui berbagai perspektif akademik. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa privasi bukan hanya persoalan hukum atau perlindungan data, tetapi merupakan fenomena yang berkaitan dengan sejarah, politik, ekonomi, teknologi, etika, kesehatan, komunikasi, media, kearsipan, dan kebudayaan. Editor menunjukkan bahwa masing-masing disiplin memiliki cara berbeda dalam mendefinisikan, memahami, dan meneliti privasi, sehingga diperlukan pendekatan lintas disiplin untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Pembahasan mencakup sejarah perkembangan konsep privasi, perspektif hukum dan hak asasi manusia, dimensi etis dan otonomi individu, aspek ekonomi dari pengumpulan serta penggunaan data, tantangan keamanan informasi dan Internet of Things, serta hubungan privasi dengan intelijen dan pengawasan. Buku juga membahas persoalan privasi dalam arsip, rekam medis dan hubungan dokter-pasien, media digital, pasar berbasis data, komunikasi interpersonal, serta praktik sosial dan budaya. Keunggulan utama buku terletak pada upayanya membangun bahasa dan kerangka bersama bagi peneliti dari disiplin yang berbeda. Setiap bab memperkenalkan perspektif disiplin, literatur klasik, perdebatan utama, perkembangan pemikiran, serta agenda penelitian yang masih terbuka. Buku ini ditujukan kepada peneliti, mahasiswa, pengajar, dan masyarakat umum yang ingin memahami privasi secara lebih kritis dan komprehensif. Dengan demikian, karya ini dapat digunakan sebagai buku pengantar maupun referensi akademik untuk studi privasi, perlindungan data, teknologi informasi, hak asasi manusia, keamanan informasi, komunikasi, kesehatan, dan kebijakan publik. ANOTASI The Handbook of Privacy Studies adalah buku pegangan akademik yang memperkenalkan studi privasi melalui pendekatan interdisipliner. Buku ini lahir dari pengalaman pengembangan penelitian dan pendidikan Privacy Studies di University of Amsterdam. Gagasan dasarnya muncul karena privasi ternyata diteliti oleh berbagai disiplin dengan terminologi, metode, pertanyaan penelitian, dan asumsi yang berbeda. Para editor menemukan bahwa peneliti hukum, informatika, kedokteran, ekonomi, filsafat, ilmu politik, antropologi, sosiologi, dan komunikasi membutuhkan pemahaman terhadap perspektif disiplin lain agar dapat menjawab persoalan privasi secara lebih memadai. Buku terdiri atas rangkaian perspektif disipliner. Bagian sejarah memperlihatkan bahwa privasi bukan konsep yang tetap, melainkan berubah sesuai konteks sosial, politik, budaya, dan teknologi. Perspektif hukum membahas privasi sebagai hak serta keterkaitannya dengan perlindungan data, hak asasi manusia, GDPR, pembatasan pemrosesan data, purpose limitation, data minimization, hak untuk dilupakan, dan data protection impact assessment. Perspektif etika mengkaji perubahan norma mengenai apa yang boleh diketahui, dilihat, dimasuki, dibagikan, atau dipengaruhi. Perspektif ekonomi melihat privasi dalam hubungan antara manfaat dan biaya pengungkapan informasi pribadi bagi individu, organisasi, dan masyarakat. Perspektif informatika kemudian menghubungkan privasi dengan kriptografi, privacy-enhancing technologies, kontrol akses, keamanan sistem, dan jaringan. Buku selanjutnya memperluas kajian ke politik dan intelijen, khususnya pengumpulan data, data mining, pengawasan, proporsionalitas, serta kontrol terhadap kekuasaan lembaga keamanan. Dalam perspektif kearsipan dan kedokteran, privasi berkaitan dengan penyimpanan jangka panjang, kerahasiaan pasien, rekam medis, e-health, big data, machine learning, dan kecerdasan buatan. Perspektif media dan komunikasi menempatkan privasi dalam lingkungan media sosial, platform digital, pasar berbasis data, serta komunikasi interpersonal. Sementara itu, perspektif antropologi menunjukkan bahwa pengalaman privasi berbeda menurut konteks sosial dan budaya; privasi dapat dipahami sebagai proses pengendalian mengenai informasi apa yang dibagikan kepada orang tertentu dan apa yang dirahasiakan. Secara keseluruhan, buku ini sangat relevan sebagai textbook dan reference work untuk mahasiswa, peneliti, pengajar, serta profesional yang berhadapan dengan persoalan privasi. Nilai utamanya bukan memberikan satu definisi final mengenai privasi, melainkan menunjukkan bagaimana konsep tersebut dipahami secara berbeda dan bagaimana perspektif tersebut dapat dipertemukan dalam penelitian interdisipliner. |
| Catatan | Privasi merupakan salah satu persoalan penting dalam masyarakat modern, tetapi pengertiannya tidak pernah sepenuhnya tunggal. The Handbook of Privacy Studies memperlihatkan bahwa privasi dapat dipahami sebagai hak individu, nilai moral, kebutuhan sosial, bentuk otonomi, informasi yang memiliki nilai ekonomi, persoalan keamanan teknologi, praktik komunikasi, maupun pengalaman yang sangat dipengaruhi budaya. Karena keragaman tersebut, buku ini tidak berusaha menawarkan satu definisi universal, tetapi memetakan bagaimana berbagai disiplin memahami dan mengkaji privasi. Pembahasan dimulai dengan perspektif historis. Sejarah privasi memperlihatkan bahwa maknanya berubah mengikuti perkembangan masyarakat. Perubahan moral, budaya, agama, politik, individualisme, demokrasi, media, komunikasi, dan teknologi turut membentuk cara manusia memahami ruang privat. Bahkan perkembangan teknologi informasi sejak era komputer memperkenalkan persoalan baru mengenai pengawasan, pengumpulan data, dan kontrol terhadap informasi |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
| Lokasi Akses Online |
https://www.taylorfrancis.com/books/oa-edit/10.5117/9789462988095/handbook-privacy-studies-aviva-de-groot-bart-van-der-sloot https://doi.org/10.5117/9789462988095 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 319926192 | 323.448 Han | Baca Online | Perpustakaan Pusat - Online Resources Ebook |
Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000170290 | ||
| 005 | 20260909075509 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260909################|##########|#|## | ||
| 020 | # | # | $a 9781003706434 |
| 035 | # | # | $a 0010-0926000584 |
| 082 | # | # | $a 323.448 |
| 084 | # | # | $a 323.448 Han |
| 245 | # | # | $a The Handbook of Privacy Studies : $b An Interdisciplinary Introduction /$c Edited By Bart van der Sloot, Aviva de Groot |
| 250 | # | # | $a 1st. edition |
| 260 | # | # | $a London :$b Routledge,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 456 hlm. : $b ill. ; $c 21 cm |
| 500 | # | # | $a Privasi merupakan salah satu persoalan penting dalam masyarakat modern, tetapi pengertiannya tidak pernah sepenuhnya tunggal. The Handbook of Privacy Studies memperlihatkan bahwa privasi dapat dipahami sebagai hak individu, nilai moral, kebutuhan sosial, bentuk otonomi, informasi yang memiliki nilai ekonomi, persoalan keamanan teknologi, praktik komunikasi, maupun pengalaman yang sangat dipengaruhi budaya. Karena keragaman tersebut, buku ini tidak berusaha menawarkan satu definisi universal, tetapi memetakan bagaimana berbagai disiplin memahami dan mengkaji privasi. Pembahasan dimulai dengan perspektif historis. Sejarah privasi memperlihatkan bahwa maknanya berubah mengikuti perkembangan masyarakat. Perubahan moral, budaya, agama, politik, individualisme, demokrasi, media, komunikasi, dan teknologi turut membentuk cara manusia memahami ruang privat. Bahkan perkembangan teknologi informasi sejak era komputer memperkenalkan persoalan baru mengenai pengawasan, pengumpulan data, dan kontrol terhadap informasi pribadi. Perspektif hukum kemudian menempatkan privasi dalam kerangka hak asasi manusia dan perlindungan data. Buku membahas perkembangan hak privasi, perlindungan data, GDPR, serta prinsip-prinsip seperti pembatasan tujuan, minimalisasi data, pembatasan penyimpanan, hak untuk dilupakan, dan perlindungan terhadap profiling. Perspektif etika melanjutkan pembahasan dengan mempertanyakan dasar normatif privasi, otonomi, kebebasan, serta batas antara akses terhadap seseorang dan kontrol seseorang atas informasi mengenai dirinya. Dalam perspektif ekonomi, informasi pribadi dipandang memiliki manfaat sekaligus biaya. Individu memperoleh manfaat dari kemampuan mengendalikan pengungkapan data, tetapi pengendalian tersebut juga dapat menimbulkan opportunity costs. Organisasi memperoleh manfaat ekonomi dari pengumpulan dan pemanfaatan data, sehingga muncul persoalan keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan perlindungan privasi. Perspektif informatika membawa pembahasan ke ranah teknis. Privasi berkaitan dengan kriptografi, privacy-enhancing technologies, kontrol akses, keamanan jaringan, dan desain sistem. Tantangan semakin kompleks dengan berkembangnya Internet of Things dan lingkungan digital yang sangat terhubung. Selanjutnya, buku membahas privasi dalam politik dan intelijen. Pengumpulan dan analisis big data, data mining, serta pengawasan dapat digunakan untuk mendeteksi ancaman, tetapi sekaligus meningkatkan risiko penyalahgunaan kekuasaan. Karena itu, pengawasan terhadap lembaga keamanan, proporsionalitas, kepercayaan publik, dan pencegahan penyalahgunaan menjadi penting. Dalam kearsipan dan kedokteran, persoalan privasi berhubungan dengan tanggung jawab profesional, kerahasiaan, penyimpanan data, dan penggunaan teknologi baru seperti big data, machine learning, AI, serta e-health. Media dan komunikasi kemudian menunjukkan bagaimana platform digital mengubah hubungan antara individu, masyarakat, informasi, dan privasi. Sementara perspektif antropologi menekankan bahwa praktik privasi berbeda menurut konteks budaya dan sosial. Pada akhirnya, buku menegaskan pentingnya pendekatan interdisipliner. Privasi terlalu kompleks jika hanya dipahami dari satu disiplin. Buku ini dirancang agar peneliti dapat memahami pendekatan disiplin lain, mahasiswa memperoleh pengantar yang sistematis, dan pembaca umum mampu menilai secara kritis berbagai persoalan privasi dalam masyarakat kontemporer. |
| 520 | # | # | $a The Handbook of Privacy Studies: An Interdisciplinary Introduction merupakan karya referensi multidisipliner yang memperkenalkan studi privasi melalui berbagai perspektif akademik. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa privasi bukan hanya persoalan hukum atau perlindungan data, tetapi merupakan fenomena yang berkaitan dengan sejarah, politik, ekonomi, teknologi, etika, kesehatan, komunikasi, media, kearsipan, dan kebudayaan. Editor menunjukkan bahwa masing-masing disiplin memiliki cara berbeda dalam mendefinisikan, memahami, dan meneliti privasi, sehingga diperlukan pendekatan lintas disiplin untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif. Pembahasan mencakup sejarah perkembangan konsep privasi, perspektif hukum dan hak asasi manusia, dimensi etis dan otonomi individu, aspek ekonomi dari pengumpulan serta penggunaan data, tantangan keamanan informasi dan Internet of Things, serta hubungan privasi dengan intelijen dan pengawasan. Buku juga membahas persoalan privasi dalam arsip, rekam medis dan hubungan dokter-pasien, media digital, pasar berbasis data, komunikasi interpersonal, serta praktik sosial dan budaya. Keunggulan utama buku terletak pada upayanya membangun bahasa dan kerangka bersama bagi peneliti dari disiplin yang berbeda. Setiap bab memperkenalkan perspektif disiplin, literatur klasik, perdebatan utama, perkembangan pemikiran, serta agenda penelitian yang masih terbuka. Buku ini ditujukan kepada peneliti, mahasiswa, pengajar, dan masyarakat umum yang ingin memahami privasi secara lebih kritis dan komprehensif. Dengan demikian, karya ini dapat digunakan sebagai buku pengantar maupun referensi akademik untuk studi privasi, perlindungan data, teknologi informasi, hak asasi manusia, keamanan informasi, komunikasi, kesehatan, dan kebijakan publik. ANOTASI The Handbook of Privacy Studies adalah buku pegangan akademik yang memperkenalkan studi privasi melalui pendekatan interdisipliner. Buku ini lahir dari pengalaman pengembangan penelitian dan pendidikan Privacy Studies di University of Amsterdam. Gagasan dasarnya muncul karena privasi ternyata diteliti oleh berbagai disiplin dengan terminologi, metode, pertanyaan penelitian, dan asumsi yang berbeda. Para editor menemukan bahwa peneliti hukum, informatika, kedokteran, ekonomi, filsafat, ilmu politik, antropologi, sosiologi, dan komunikasi membutuhkan pemahaman terhadap perspektif disiplin lain agar dapat menjawab persoalan privasi secara lebih memadai. Buku terdiri atas rangkaian perspektif disipliner. Bagian sejarah memperlihatkan bahwa privasi bukan konsep yang tetap, melainkan berubah sesuai konteks sosial, politik, budaya, dan teknologi. Perspektif hukum membahas privasi sebagai hak serta keterkaitannya dengan perlindungan data, hak asasi manusia, GDPR, pembatasan pemrosesan data, purpose limitation, data minimization, hak untuk dilupakan, dan data protection impact assessment. Perspektif etika mengkaji perubahan norma mengenai apa yang boleh diketahui, dilihat, dimasuki, dibagikan, atau dipengaruhi. Perspektif ekonomi melihat privasi dalam hubungan antara manfaat dan biaya pengungkapan informasi pribadi bagi individu, organisasi, dan masyarakat. Perspektif informatika kemudian menghubungkan privasi dengan kriptografi, privacy-enhancing technologies, kontrol akses, keamanan sistem, dan jaringan. Buku selanjutnya memperluas kajian ke politik dan intelijen, khususnya pengumpulan data, data mining, pengawasan, proporsionalitas, serta kontrol terhadap kekuasaan lembaga keamanan. Dalam perspektif kearsipan dan kedokteran, privasi berkaitan dengan penyimpanan jangka panjang, kerahasiaan pasien, rekam medis, e-health, big data, machine learning, dan kecerdasan buatan. Perspektif media dan komunikasi menempatkan privasi dalam lingkungan media sosial, platform digital, pasar berbasis data, serta komunikasi interpersonal. Sementara itu, perspektif antropologi menunjukkan bahwa pengalaman privasi berbeda menurut konteks sosial dan budaya; privasi dapat dipahami sebagai proses pengendalian mengenai informasi apa yang dibagikan kepada orang tertentu dan apa yang dirahasiakan. Secara keseluruhan, buku ini sangat relevan sebagai textbook dan reference work untuk mahasiswa, peneliti, pengajar, serta profesional yang berhadapan dengan persoalan privasi. Nilai utamanya bukan memberikan satu definisi final mengenai privasi, melainkan menunjukkan bagaimana konsep tersebut dipahami secara berbeda dan bagaimana perspektif tersebut dapat dipertemukan dalam penelitian interdisipliner. |
| 650 | # | # | $a Data protection |
| 650 | # | # | $a Privacy, Right of |
| 700 | 0 | # | $a Groot, Aviva de |
| 700 | 0 | # | $a Sloot, Bart Van der |
| 856 | # | # | $a https://doi.org/10.5117/9789462988095 |
| 856 | # | # | $a https://www.taylorfrancis.com/books/oa-edit/10.5117/9789462988095/handbook-privacy-studies-aviva-de-groot-bart-van-der-sloot |
| 990 | # | # | $a 319926192 |
| 990 | # | # | $a 319926192 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :