Cite This        Tampung        Export Record
Judul Pengelolaan Air di Perkotaan Indonesia : Perspektif Sejarah
Pengarang Basundoro, Purnawan
Susilo, Syahrur Marta Dwi
Firdiyansyah, Mohammad Masrudin
Nugroho, Andri Setyo
Penerbitan Surabaya : Airlangga University Press, 2026
Deskripsi Fisik 220 :ilus ;23 cm
ISBN 978-634-7990-01-3
Subjek HISTORY
Catatan Buku ini menjelaskan pengelolaan air di kota-kota Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang. Air merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan kota-kota di dunia. Seiring dengan perkembangan dan meningkatnya kompleksitas kota, air menjadi salah satu prioritas yang harus dikelola dengan baik. Pengelolaan air di Indonesia telah dimulai sejak masa kolonial. Khususnya bagi kota-kota yang terletak di muara sungai seperti Batavia dan Surabaya, pengelolaan air bermula dari sungai; sungai pada awalnya dimanfaatkan untuk kebutuhan paling mendasar—seperti mandi, mencuci, dan irigasi pertanian di pinggiran kota—serta sebagai sumber air tanah untuk kebutuhan pokok di permukiman. Pada masa itu, sungai dipandang sebagai sumber kehidupan utama. Perubahan dalam pengelolaan air terjadi pada awal abad ke-20 ketika pemerintah kota mulai mencari sumber air yang dapat disalurkan langsung ke rumah-rumah. Jaringan air minum dibangun dan dapat diakses langsung oleh warga, sehingga rumah tangga tidak lagi bergantung pada sungai. P
Bahasa Tidak tersedia
Bentuk Karya Bukan fiksi atau tidak didefinisikan
Target Pembaca Tidak diketahui / tidak ditentukan

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
035226111 628.1 Pen Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat - SAC KKB
Koleksi Satria Airlangga
Diolah
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000171700
005 20261102105607
007 ta
008 261102###########################0######
020 # # $a 978-634-7990-01-3
035 # # $a 0010-1126000030
082 # # $a 628.1
084 # # $a 628.1 Pen
245 # # $a Pengelolaan Air di Perkotaan Indonesia : $b Perspektif Sejarah
260 # # $a Surabaya :$b Airlangga University Press,$c 2026
300 # # $a 220 : $b ilus ; $c 23 cm
505 # # $a Buku ini menjelaskan pengelolaan air di kota-kota Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang. Air merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan kota-kota di dunia. Seiring dengan perkembangan dan meningkatnya kompleksitas kota, air menjadi salah satu prioritas yang harus dikelola dengan baik. Pengelolaan air di Indonesia telah dimulai sejak masa kolonial. Khususnya bagi kota-kota yang terletak di muara sungai seperti Batavia dan Surabaya, pengelolaan air bermula dari sungai; sungai pada awalnya dimanfaatkan untuk kebutuhan paling mendasar—seperti mandi, mencuci, dan irigasi pertanian di pinggiran kota—serta sebagai sumber air tanah untuk kebutuhan pokok di permukiman. Pada masa itu, sungai dipandang sebagai sumber kehidupan utama. Perubahan dalam pengelolaan air terjadi pada awal abad ke-20 ketika pemerintah kota mulai mencari sumber air yang dapat disalurkan langsung ke rumah-rumah. Jaringan air minum dibangun dan dapat diakses langsung oleh warga, sehingga rumah tangga tidak lagi bergantung pada sungai. Perubahan pengelolaan air ini berdampak signifikan terhadap cara pemerintah kota dan masyarakat mengelola air secara keseluruhan. Sungai tidak lagi dianggap sebagai sumber air bersih yang harus dijaga kelestariannya, karena muncul anggapan bahwa kebutuhan akan air bersih telah terpenuhi oleh air yang mengalir melalui pipa-pipa yang dikelola pemerintah. Masyarakat perlahan mengubah fungsi sungai dari sumber air bersih untuk kebutuhan sehari-hari menjadi tempat pembuangan segala jenis kotoran. Berbagai macam limbah, mulai dari limbah rumah tangga hingga pabrik, dialirkan ke sungai. Kondisi ini semakin memburuk setelah Indonesia merdeka. Tidak ada satu pun saluran air di kawasan perkotaan yang mengalirkan air jernih; semuanya dipenuhi air yang kotor dan berbau.
650 # # $a HISTORY
700 1 # $a Basundoro, Purnawan
700 1 # $a Firdiyansyah, Mohammad Masrudin
700 1 # $a Nugroho, Andri Setyo
700 1 # $a Susilo, Syahrur Marta Dwi
990 # # $a 035226111
Content Unduh katalog