Cite This        Tampung        Export Record
Judul Short-term Labour and Precarious Work in Northern Europe, c. 1620-1870 / Ella Viitaniemi & Sofia Gustafsson (Editors)
Pengarang Vitaniemi, Ella
Gustafsson, Sofia
EDISI 1
Penerbitan Switzerland : Palgrave Macmillan, 2026
Deskripsi Fisik xiii + 331 hlm. :ill. ;25 cm.
ISBN 978-3-032-14760-8
Subjek Labor -- Europe, Northern -- History -- 17th century.
Abstrak Buku ini menganalisis sejarah panjang hubungan kerja jangka pendek (short-term labour) dan ketidakpastian kerja (precarious work) di Eropa Utara pada era pra-industri (sekitar 1620–1870), dengan fokus utama pada wilayah Finlandia yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Swedia hingga 1809 dan dilanjutkan sebagai Kadipaten Agung Kekaisaran Rusia. Sebelum munculnya industrialisasi skala besar dan negara kesejahteraan modern, hubungan kerja berjangka panjang dan stabil sangat jarang terjadi. Mayoritas angkatan kerja—mulai dari buruh tani, pelayan rumah tangga, penyewa tanah (crofters), prajurit terdaftar, hingga pegawai rendahan administrasi dan pendeta pembantu—harus bertahan hidup melalui pekerjaan kasual, musiman, berupah rendah, dan tidak pasti. Melalui pendekatan mikro-historis dan penggunaan sumber-sumber primer seperti catatan pengadilan (court records), registrasi pajak (poll-tax registers), serta arsip gereja, buku ini mengungkap berbagai strategi bertahan hidup (coping strategies), tingkat otonomi, mobilitas sosial, dan dinamika gender dari para pekerja. Pembahasan mencakup pekerja kasar di sektor swasta serta pekerja administrasi/keagamaan yang dipekerjakan oleh Negara dan Gereja. Hasil studi menunjukkan bahwa kerja temporer dan prekariat bukan sekadar realitas kelas bawah yang tidak terampil, melainkan fenomena struktural yang membelit hampir seluruh lapisan profesi pra-industri akibat hambatan kelembagaan (seperti undang-undang wajib kerja/vagrancy laws), fluktuasi iklim musiman, dan ekspansi birokrasi negara militer-fiskal. Buku ini memberikan kontribusi kritis bagi sejarah ketenagakerjaan global dengan memperluas pemahaman tentang fleksibilitas, paksaan, dan prekariat sebelum era pasca-industri. ANOTASI Buku karya Ella Viitaniemi dan Sofia Gustafsson ini menyajikan investigasi mendalam mengenai dinamika kerja jangka pendek dan prekariat di Swedia-Finlandia sepanjang kurun abad ke-17 hingga ke-19. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk membongkar narasi konvensional yang sering kali memandang ketidakpastian kerja (precarity) semata-mata sebagai produk sampingan dari revolusi industri atau era pasca-fordisme modern. Sebaliknya, buku ini menunjukkan bahwa ketidakpastian adalah norma struktural dalam masyarakat agraris dan pra-industri. Dari segi metodologi dan pendekatan, para penulis menerapkan kerangka mikro-historis dengan menekankan metode berorientasi kata kerja (verb-oriented method). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menembus sekat-sekat gelar pekerjaan formal (occupational titles) yang sering kali menutupi kenyataan lapangan, sehingga mampu merekam variasi aktivitas ekonomi harian yang sesungguhnya dilakukan oleh para pekerja. Sumber data primer yang digunakan sangat kaya dan beragam, meliputi register pajak jiwa (mantalslängder), catatan sidang pengadilan (court records/judicial archives), berkas sensus (tabellverket), hingga korespondensi pribadi dan register gereja. Nilai akademis terpenting dari buku ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai perspektif—mulai dari sejarah ketenagakerjaan (labour history), sejarah gender, sejarah institusional, hingga studi disabilitas—ke dalam satu sintesis yang utuh. Karya ini terbukti menjadi rujukan yang sangat berharga bagi akademisi, sejarawan, dan peneliti yang berfokus pada perkembangan struktur sosial-ekonomi di Eropa Utara serta evolusi hubungan kerja global.
Catatan Karya kolektif ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana tatanan sosial, hukum, dan ekonomi di Eropa Utara (khususnya wilayah Finlandia dan Swedia) pada era 1620–1870 dibentuk oleh ikatan kerja yang serba tidak pasti, fleksibel, dan bersifat sementara. Jauh sebelum lahirnya sistem industri modern, sebagian besar populasi hidup dalam jerat prekariat yang dipicu oleh kombinasi pertumbuhan penduduk yang pesat, keterbatasan kepemilikan tanah, tekanan iklim musiman yang keras, serta regulasi ketat dari negara militer-fiskal. Sistem hukum pada era tersebut memberlakukan kewajiban kerja (tjänstetvång) yang mengkriminalisasi siapa pun tanpa mata pencaharian tetap sebagai "gelandangan" (vagrants). Namun di sisi lain, struktur ekonomi agraris dan perkotaan justru menuntut fleksibilitas kerja yang tinggi, sehingga menciptakan kontradiksi mendalam dalam kehidupan harian para pekerja. Di pedesaan, dinamika kerja sangat dipengaruhi oleh fluktuasi musim dan struktur kepemilikan lahan. Para pekerja tanpa tanah, p
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai
Lokasi Akses Online https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-14760-8
https://doi.org/10.1007/978-3-032-14760-8

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
254226192 331.540 948 97 Sho Baca Online Perpustakaan Pusat - Online Resources
Ebook
Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000169608
005 20260729030734
007 ta
008 260729################|##########|#|##
020 # # $a 978-3-032-14760-8
035 # # $a 0010-0726000105
082 # # $a 331.540 948 97
084 # # $a 331.540 948 97 Sho
245 # # $a Short-term Labour and Precarious Work in Northern Europe, c. 1620-1870 /$c Ella Viitaniemi & Sofia Gustafsson (Editors)
250 # # $a 1
260 # # $a Switzerland :$b Palgrave Macmillan,$c 2026
300 # # $a xiii + 331 hlm. : $b ill. ; $c 25 cm.
500 # # $a Karya kolektif ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana tatanan sosial, hukum, dan ekonomi di Eropa Utara (khususnya wilayah Finlandia dan Swedia) pada era 1620–1870 dibentuk oleh ikatan kerja yang serba tidak pasti, fleksibel, dan bersifat sementara. Jauh sebelum lahirnya sistem industri modern, sebagian besar populasi hidup dalam jerat prekariat yang dipicu oleh kombinasi pertumbuhan penduduk yang pesat, keterbatasan kepemilikan tanah, tekanan iklim musiman yang keras, serta regulasi ketat dari negara militer-fiskal. Sistem hukum pada era tersebut memberlakukan kewajiban kerja (tjänstetvång) yang mengkriminalisasi siapa pun tanpa mata pencaharian tetap sebagai "gelandangan" (vagrants). Namun di sisi lain, struktur ekonomi agraris dan perkotaan justru menuntut fleksibilitas kerja yang tinggi, sehingga menciptakan kontradiksi mendalam dalam kehidupan harian para pekerja. Di pedesaan, dinamika kerja sangat dipengaruhi oleh fluktuasi musim dan struktur kepemilikan lahan. Para pekerja tanpa tanah, pelayan perkebunan (manorial servants), penyewa tanah (crofters), hingga kelompok rentan seperti penyandang disabilitas fisik dan mental, harus beradaptasi dengan melakukan berbagai pekerjaan serabutan atau bergantung pada bantuan sosial gereja saat musim dingin menekan kesempatan kerja. Pekerja perempuan dan pelayan domestik di kawasan perkotaan seperti Turku dan Tammisaari juga secara aktif memanfaatkan celah hukum dan perselisihan kontrak untuk memperjuangkan hak upah, otonomi diri, dan kelayakan hidup di tengah dominasi majikan. Fenomena prekariat ini tidak hanya membelit masyarakat kelas bawah atau buruh kasar, melainkan juga merambah ke ranah institusi Negara dan Gereja. Anggota militer seperti prajurit terdaftar di Helsinki dan military provost (eksekutor hukum militer) terpaksa melakukan ganda profesi (pluriactivity)—mulai dari tukang lepas hingga pedagang informal—demi menutupi gaji yang minim dan ketidakpastian masa pensiun. Di tingkat birokrasi dan keagamaan, para juru tulis pemerintah daerah (scribes) serta pendeta pembantu/asisten pastor (precarious clergy) terjebak dalam status pekerjaan berjangka yang tidak pasti. Mereka harus menghabiskan bertahun-tahun dalam posisi substitut berupah rendah tanpa jaminan karir permanen demi menanti kekosongan jabatan birokrat atau pastor paroki. Secara keseluruhan, narasi buku ini memperlihatkan bahwa keberlanjutan hidup masyarakat pra-industri di Eropa Utara sangat bertumpu pada ketahanan, otonomi, dan strategi multi-kerja (pluriactivity) dalam menghadapi fleksibilitas kerja yang dipaksakan oleh keadaan.
520 # # $a Buku ini menganalisis sejarah panjang hubungan kerja jangka pendek (short-term labour) dan ketidakpastian kerja (precarious work) di Eropa Utara pada era pra-industri (sekitar 1620–1870), dengan fokus utama pada wilayah Finlandia yang kala itu berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Swedia hingga 1809 dan dilanjutkan sebagai Kadipaten Agung Kekaisaran Rusia. Sebelum munculnya industrialisasi skala besar dan negara kesejahteraan modern, hubungan kerja berjangka panjang dan stabil sangat jarang terjadi. Mayoritas angkatan kerja—mulai dari buruh tani, pelayan rumah tangga, penyewa tanah (crofters), prajurit terdaftar, hingga pegawai rendahan administrasi dan pendeta pembantu—harus bertahan hidup melalui pekerjaan kasual, musiman, berupah rendah, dan tidak pasti. Melalui pendekatan mikro-historis dan penggunaan sumber-sumber primer seperti catatan pengadilan (court records), registrasi pajak (poll-tax registers), serta arsip gereja, buku ini mengungkap berbagai strategi bertahan hidup (coping strategies), tingkat otonomi, mobilitas sosial, dan dinamika gender dari para pekerja. Pembahasan mencakup pekerja kasar di sektor swasta serta pekerja administrasi/keagamaan yang dipekerjakan oleh Negara dan Gereja. Hasil studi menunjukkan bahwa kerja temporer dan prekariat bukan sekadar realitas kelas bawah yang tidak terampil, melainkan fenomena struktural yang membelit hampir seluruh lapisan profesi pra-industri akibat hambatan kelembagaan (seperti undang-undang wajib kerja/vagrancy laws), fluktuasi iklim musiman, dan ekspansi birokrasi negara militer-fiskal. Buku ini memberikan kontribusi kritis bagi sejarah ketenagakerjaan global dengan memperluas pemahaman tentang fleksibilitas, paksaan, dan prekariat sebelum era pasca-industri. ANOTASI Buku karya Ella Viitaniemi dan Sofia Gustafsson ini menyajikan investigasi mendalam mengenai dinamika kerja jangka pendek dan prekariat di Swedia-Finlandia sepanjang kurun abad ke-17 hingga ke-19. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk membongkar narasi konvensional yang sering kali memandang ketidakpastian kerja (precarity) semata-mata sebagai produk sampingan dari revolusi industri atau era pasca-fordisme modern. Sebaliknya, buku ini menunjukkan bahwa ketidakpastian adalah norma struktural dalam masyarakat agraris dan pra-industri. Dari segi metodologi dan pendekatan, para penulis menerapkan kerangka mikro-historis dengan menekankan metode berorientasi kata kerja (verb-oriented method). Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menembus sekat-sekat gelar pekerjaan formal (occupational titles) yang sering kali menutupi kenyataan lapangan, sehingga mampu merekam variasi aktivitas ekonomi harian yang sesungguhnya dilakukan oleh para pekerja. Sumber data primer yang digunakan sangat kaya dan beragam, meliputi register pajak jiwa (mantalslängder), catatan sidang pengadilan (court records/judicial archives), berkas sensus (tabellverket), hingga korespondensi pribadi dan register gereja. Nilai akademis terpenting dari buku ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan berbagai perspektif—mulai dari sejarah ketenagakerjaan (labour history), sejarah gender, sejarah institusional, hingga studi disabilitas—ke dalam satu sintesis yang utuh. Karya ini terbukti menjadi rujukan yang sangat berharga bagi akademisi, sejarawan, dan peneliti yang berfokus pada perkembangan struktur sosial-ekonomi di Eropa Utara serta evolusi hubungan kerja global.
650 # # $a Labor -- Europe, Northern -- History -- 17th century.
700 0 # $a Gustafsson, Sofia
700 0 # $a Vitaniemi, Ella
856 # # $a https://doi.org/10.1007/978-3-032-14760-8
856 # # $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-14760-8
990 # # $a 254226192
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 978-3-032-14760-8.pdf pdf Download
Content Unduh katalog