Cite This        Tampung        Export Record
Judul Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants : Institutional Contexts and Their Relevance / Oliver Winkler, Melanie Olczyk (Editors)
EDISI 1
Penerbitan Switzerland : Springer, 2026
Deskripsi Fisik viii, 294 hlm. :ilus. ;25 cm
ISBN 978-3-032-25346-0
Subjek Refugees—Education
Immigrant children
Abstrak Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants menawarkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana sistem pendidikan di berbagai negara menghadapi meningkatnya mobilitas manusia akibat migrasi internasional dan perpindahan paksa. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen utama bagi integrasi sosial, ekonomi, budaya, dan politik para pengungsi serta imigran baru. Integrasi pendidikan dipandang bukan sekadar proses memasukkan anak ke sekolah, melainkan proses membangun kesempatan belajar yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Bagian awal buku mengembangkan kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antara kebijakan pendidikan, sistem hukum, institusi sekolah, karakteristik keluarga, dan pengalaman individu dalam membentuk lintasan pendidikan peserta didik migran. Penulis menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi merupakan hasil interaksi antara faktor struktural, kelembagaan, dan praktik pendidikan di tingkat sekolah. Selanjutnya, berbagai penelitian empiris mengulas tahapan awal integrasi, termasuk akses anak-anak pengungsi terhadap pendidikan prasekolah dan program pengembangan bahasa di Jerman. Penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan memasuki sekolah dasar, kemampuan mengikuti pembelajaran, dan perkembangan akademik berikutnya. Bagian berikutnya mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik peserta didik berlatar belakang migrasi. Studi di Italia dan berbagai negara Eropa memperlihatkan bahwa status sosial-ekonomi keluarga, komposisi sekolah, kualitas sumber daya pendidikan, serta kebijakan sekolah berkontribusi terhadap munculnya maupun pengurangan kesenjangan prestasi antara siswa migran dan siswa lokal. Buku menekankan bahwa pendidikan inklusif memerlukan lebih dari sekadar penyediaan sumber daya; kualitas interaksi guru, strategi pembelajaran, dan dukungan terhadap keberagaman budaya juga sangat menentukan. Bab-bab selanjutnya membahas transisi menuju pendidikan tinggi dan pelatihan vokasional, pengakuan kompetensi yang diperoleh di negara asal, transfer keterampilan ke pasar kerja, serta pentingnya investasi dalam pendidikan lanjutan bagi pengungsi. Studi kasus dari Australia dan Jerman memperlihatkan bahwa pendidikan merupakan jalur utama menuju mobilitas sosial, kemandirian ekonomi, dan partisipasi penuh dalam masyarakat penerima. Pada bagian akhir, buku mengulas dimensi psikososial integrasi melalui pembelajaran bahasa kedua, pembentukan identitas, strategi akulturasi, dan motivasi belajar. Penulis menegaskan bahwa keberhasilan integrasi pendidikan bergantung pada kemampuan sistem pendidikan menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman budaya, mendukung kesejahteraan emosional peserta didik, dan menyediakan kesempatan belajar yang setara bagi semua. Dengan pendekatan komparatif dan berbasis penelitian empiris, buku ini menjadi rujukan penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih inklusif dalam menghadapi tantangan migrasi global
Catatan Abstrak Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants merupakan buku akademik yang membahas integrasi pendidikan anak-anak pengungsi dan imigran baru ke dalam sistem pendidikan di berbagai negara. Buku ini mengembangkan kerangka konseptual yang memandang integrasi pendidikan sebagai proses multidimensional yang dipengaruhi oleh kebijakan nasional, institusi pendidikan, kondisi keluarga, karakteristik individu, serta praktik pembelajaran di tingkat sekolah dan kelas. Melalui sejumlah studi empiris dari Jerman, Italia, Prancis, Quebec (Kanada), Australia, Yunani, dan negara-negara Eropa lainnya, buku ini mengulas berbagai isu seperti akses terhadap pendidikan prasekolah, pemerolehan bahasa negara tujuan, kesenjangan prestasi akademik, pendidikan vokasional, transisi menuju pendidikan tinggi, pengakuan kompetensi migran, strategi pembelajaran multibahasa, praktik pendidikan inklusif, serta pengaruh identitas dan akulturasi terhadap keberhasilan belajar. Temuan buku menunjukkan bahwa kebe
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai
Lokasi Akses Online https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-25346-0
https://doi.org/10.1007/978-3-032-25346-0

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
253526192 371.826 914 Edu Baca Online Perpustakaan Pusat - Online Resources
Ebook
Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000169519
005 20260707115849
007 ta
008 260707################|##########|#|##
020 # # $a 978-3-032-25346-0
035 # # $a 0010-0726000016
082 # # $a 371.826 914
084 # # $a 371.826 914 Edu
245 # # $a Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants : $b Institutional Contexts and Their Relevance /$c Oliver Winkler, Melanie Olczyk (Editors)
250 # # $a 1
260 # # $a Switzerland :$b Springer,$c 2026
300 # # $a viii, 294 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm
505 # # $a Abstrak Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants merupakan buku akademik yang membahas integrasi pendidikan anak-anak pengungsi dan imigran baru ke dalam sistem pendidikan di berbagai negara. Buku ini mengembangkan kerangka konseptual yang memandang integrasi pendidikan sebagai proses multidimensional yang dipengaruhi oleh kebijakan nasional, institusi pendidikan, kondisi keluarga, karakteristik individu, serta praktik pembelajaran di tingkat sekolah dan kelas. Melalui sejumlah studi empiris dari Jerman, Italia, Prancis, Quebec (Kanada), Australia, Yunani, dan negara-negara Eropa lainnya, buku ini mengulas berbagai isu seperti akses terhadap pendidikan prasekolah, pemerolehan bahasa negara tujuan, kesenjangan prestasi akademik, pendidikan vokasional, transisi menuju pendidikan tinggi, pengakuan kompetensi migran, strategi pembelajaran multibahasa, praktik pendidikan inklusif, serta pengaruh identitas dan akulturasi terhadap keberhasilan belajar. Temuan buku menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi pendidikan bergantung pada interaksi antara kebijakan publik, sumber daya sekolah, kualitas pengajaran, dukungan keluarga, dan kondisi sosial-ekonomi peserta didik. Buku ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan akses ke sekolah, tetapi juga mencakup partisipasi, pencapaian akademik, perkembangan bahasa, kesejahteraan psikososial, serta kesempatan yang setara untuk melanjutkan pendidikan dan memasuki dunia kerja. Dengan pendekatan komparatif dan berbasis bukti empiris, buku ini menjadi referensi penting dalam bidang pendidikan migran, sosiologi pendidikan, dan kebijakan pendidikan internasional. Anotasi Buku ini menyajikan kajian komprehensif mengenai integrasi pendidikan bagi pengungsi dan imigran baru sebagai salah satu tantangan utama sistem pendidikan modern. Para editor menggabungkan perspektif sosiologi pendidikan, kebijakan publik, psikologi pendidikan, linguistik, dan studi migrasi untuk menjelaskan bagaimana peserta didik berlatar belakang migrasi membangun pengalaman belajar di negara tujuan. Pendekatan yang digunakan menempatkan integrasi sebagai proses dinamis yang dipengaruhi oleh interaksi antara struktur kelembagaan dan pengalaman individual. Bagian awal buku membangun kerangka teoritis mengenai integrasi pendidikan dengan menunjukkan bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh hak formal untuk bersekolah, tetapi juga oleh kualitas implementasi kebijakan, budaya sekolah, dukungan guru, lingkungan keluarga, dan kondisi sosial-ekonomi. Analisis menekankan bahwa konteks institusional menyediakan peluang, sedangkan proses di tingkat sekolah dan kelas menentukan bagaimana peluang tersebut diwujudkan dalam praktik pendidikan sehari-hari. Bab-bab berikutnya menyajikan hasil penelitian empiris mengenai akses anak pengungsi terhadap program pengembangan bahasa sebelum memasuki sekolah dasar di Jerman, pengaruh kondisi institusional terhadap pemerolehan bahasa kedua, serta hubungan antara karakteristik keluarga, lingkungan, dan keberhasilan pembelajaran bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi bahasa sejak usia dini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesiapan sekolah dan keberhasilan akademik jangka panjang. Tema lain yang dibahas adalah kesenjangan prestasi akademik antara siswa migran dan siswa lokal. Analisis komparatif di berbagai negara Eropa memperlihatkan bahwa faktor seperti status sosial-ekonomi, bahasa yang digunakan di rumah, komposisi sekolah, serta sumber daya pendidikan berpengaruh terhadap pencapaian akademik. Namun demikian, peningkatan sumber daya sekolah tidak selalu otomatis mengurangi kesenjangan apabila tidak diikuti praktik pembelajaran yang inklusif dan responsif terhadap keberagaman. Buku ini juga membahas pendidikan dan pelatihan vokasional sebagai jalur penting menuju integrasi sosial-ekonomi. Sejumlah bab mengkaji pengakuan kualifikasi yang diperoleh di negara asal, transfer keterampilan, investasi modal manusia, hambatan regulasi, serta peluang pendidikan tinggi bagi pengungsi di Jerman dan Australia. Temuan menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan lanjutan dan pelatihan kerja berkontribusi besar terhadap mobilitas sosial, kesempatan kerja, dan keberhasilan integrasi di masyarakat tujuan. Selain aspek akademik, buku memberi perhatian pada dimensi psikososial integrasi, termasuk identitas, akulturasi, motivasi, kesehatan mental, dan interaksi sosial dalam proses pembelajaran bahasa kedua. Pembelajaran bahasa dipandang sebagai proses sosial yang dipengaruhi oleh rasa memiliki, hubungan interpersonal, dan pengalaman hidup migrasi, sehingga keberhasilan integrasi pendidikan memerlukan pendekatan yang holistik, tidak hanya berfokus pada prestasi akademik. Secara keseluruhan, buku ini merupakan referensi penting bagi peneliti pendidikan, sosiolog, psikolog pendidikan, pembuat kebijakan, organisasi kemanusiaan, serta praktisi pendidikan yang bekerja dengan peserta didik pengungsi dan imigran.
520 # # $a Educational Integration of Refugees and Newly Arrived Immigrants menawarkan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana sistem pendidikan di berbagai negara menghadapi meningkatnya mobilitas manusia akibat migrasi internasional dan perpindahan paksa. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pendidikan merupakan salah satu instrumen utama bagi integrasi sosial, ekonomi, budaya, dan politik para pengungsi serta imigran baru. Integrasi pendidikan dipandang bukan sekadar proses memasukkan anak ke sekolah, melainkan proses membangun kesempatan belajar yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. Bagian awal buku mengembangkan kerangka konseptual yang menjelaskan hubungan antara kebijakan pendidikan, sistem hukum, institusi sekolah, karakteristik keluarga, dan pengalaman individu dalam membentuk lintasan pendidikan peserta didik migran. Penulis menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi merupakan hasil interaksi antara faktor struktural, kelembagaan, dan praktik pendidikan di tingkat sekolah. Selanjutnya, berbagai penelitian empiris mengulas tahapan awal integrasi, termasuk akses anak-anak pengungsi terhadap pendidikan prasekolah dan program pengembangan bahasa di Jerman. Penelitian menunjukkan bahwa pemerolehan bahasa sejak usia dini memiliki pengaruh besar terhadap kesiapan memasuki sekolah dasar, kemampuan mengikuti pembelajaran, dan perkembangan akademik berikutnya. Bagian berikutnya mengeksplorasi faktor-faktor yang memengaruhi prestasi akademik peserta didik berlatar belakang migrasi. Studi di Italia dan berbagai negara Eropa memperlihatkan bahwa status sosial-ekonomi keluarga, komposisi sekolah, kualitas sumber daya pendidikan, serta kebijakan sekolah berkontribusi terhadap munculnya maupun pengurangan kesenjangan prestasi antara siswa migran dan siswa lokal. Buku menekankan bahwa pendidikan inklusif memerlukan lebih dari sekadar penyediaan sumber daya; kualitas interaksi guru, strategi pembelajaran, dan dukungan terhadap keberagaman budaya juga sangat menentukan. Bab-bab selanjutnya membahas transisi menuju pendidikan tinggi dan pelatihan vokasional, pengakuan kompetensi yang diperoleh di negara asal, transfer keterampilan ke pasar kerja, serta pentingnya investasi dalam pendidikan lanjutan bagi pengungsi. Studi kasus dari Australia dan Jerman memperlihatkan bahwa pendidikan merupakan jalur utama menuju mobilitas sosial, kemandirian ekonomi, dan partisipasi penuh dalam masyarakat penerima. Pada bagian akhir, buku mengulas dimensi psikososial integrasi melalui pembelajaran bahasa kedua, pembentukan identitas, strategi akulturasi, dan motivasi belajar. Penulis menegaskan bahwa keberhasilan integrasi pendidikan bergantung pada kemampuan sistem pendidikan menciptakan lingkungan yang menghargai keberagaman budaya, mendukung kesejahteraan emosional peserta didik, dan menyediakan kesempatan belajar yang setara bagi semua. Dengan pendekatan komparatif dan berbasis penelitian empiris, buku ini menjadi rujukan penting bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih inklusif dalam menghadapi tantangan migrasi global
650 # # $a Immigrant children
650 # # $a Refugees—Education
856 # # $a https://doi.org/10.1007/978-3-032-25346-0
856 # # $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-25346-0
990 # # $a 253526192
No Nama File Nama File Format Flash Format File Action
1 978-3-032-25346-0.pdf pdf Download
Content Unduh katalog