
| Judul | Civil Society Resilience During War : Organizing Jewish Life and Culture in Ukraine After Russia's Full-Scale Invasion / Noomi Weinryb; Zhanna Kravchenko; Jaakko Turunen; Sofiya Voytiv |
| Pengarang | Weinryb, Noomi Kravchenko, Zhanna Turunen, Jaakko Voytiv, Sofiya |
| EDISI | 1 |
| Penerbitan | Switzerland : Palgrave Macmillan, 2026 |
| Deskripsi Fisik | xv, 163 hlm. :ill. ;21 cm. |
| ISBN | 978-3-031-97853-1 |
| Subjek | Civil society -- Ukraine |
| Abstrak | Buku berjudul "Civil Society Resilience During War: Organizing Jewish Life and Culture in Ukraine After Russia's Full-Scale Invasion" ini menjelaskan pengorganisasian, adaptasi, dan ketahanan (resilience) masyarakat sipil dalam konteks perang ekstrem. Berfokus pada dinamika sektor ketiga pasca-invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, karya ini secara spesifik menganalisis bagaimana organisasi kebudayaan, sosial, dan keagamaan Yahudi di Ukraina mempertahankan keberlangsungan hidup komunitas mereka. Studi berbasis riset empiris ini mengumpulkan data lapangan pada bulan April–Agustus 2022 melalui kolaborasi inovatif dengan alumni lembaga pendidikan Yahudi Eropa (Paideia) yang bertindak sebagai peneliti lapangan di tengah krisis. Buku ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (termasuk analisis jaringan sosial/SNA dan MAXQDA) untuk memetakan bagaimana lembaga-lembaga ini beralih dari fungsi utamanya—yang semula hanya melayani minoritas Yahudi—menjadi pusat bantuan kemanusiaan inklusif bagi seluruh masyarakat Ukraina tanpa memandang latar belakang etnis atau agama. Penelitian ini memaparkan lima aspek utama ketahanan organisasi: (1) pembuatan ruang (place-making) melalui penciptaan kembali simbol sejarah/fiksi seperti desa Anatevka sebagai pusat evakuasi; (2) legitimasi penggalangan dana (fundraising) dan akuntabilitas transnasional dalam situasi darurat; (3) pemaknaan (sensemaking) melalui semiotika narasi di media sosial untuk adaptasi fungsional; (4) pola jaringan dan kolaborasi antar-organisasi nasional dan internasional; serta (5) rekonseptualisasi identitas organisasi seperti pada jaringan pusat kesejahteraan Hesed. Secara teoritis, monograf ini menyimpulkan bahwa ketahanan masyarakat sipil dalam konteks bencana perang bukan sekadar kemampuan merespons pasif atau "bangkit kembali" (bounce back), melainkan proses dinamis "melangkah ke depan" (bounce forward) melalui repurposisi aktivitas, pemanfaatan sejarah/simbol institusional, serta kelenturan batas-batas ideologi dan jaringan kerja sama transnasional. Anotasi Buku ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations/CSO) beradaptasi, mempertahankan kelangsungan operasional, dan mereorganisasi perannya dalam kondisi krisis ekstrem pasca-invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Karya ini berfokus pada ekosistem kebudayaan, keagamaan, dan sosial Yahudi di Ukraina untuk menyusun konsep teori baru mengenai civil society resilience (ketahanan masyarakat sipil) yang berbasis riset empiris. Penelitian ini memanfaatkan kombinasi metodologi kualitatif dan kuantitatif melalui Process-Tracing, Analisis Kualitatif berbasis MAXQDA, serta Social Network Analysis (SNA). Data penelitian diambil dari 841 dokumen empiris—termasuk unggahan Telegram, Facebook, buletin organisasi, serta foto lapangan—yang dikumpulkan antara April hingga Agustus 2022 oleh sepuluh asisten peneliti lokal yang merupakan alumni jaringan pendidikan Yahudi Eropa (Paideia). Data tersebut diperkaya dengan wawancara mendalam dan exit interviews dengan para pimpinan organisasi. Karya ini memberikan kontribusi signifikan bagi studi organisasi, sosiologi agama, dan manajemen krisis dengan cara mengintegrasikan teori sensemaking, legitimasi, jaringan sosial, serta identitas organisasi dalam konteks perang. Buku ini secara khusus menguraikan fenomena transformasi fungsional, di mana lembaga-lembaga minoritas etno-relijius yang semula melayani kelompok terbatas berkonversi menjadi pusat bantuan kemanusiaan universal (non-sectarian) demi mendukung masyarakat luas di tengah bencana perang. |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
| Lokasi Akses Online |
https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-031-97853-1 https://doi.org/10.1007/978-3-031-97853-1 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 254326192 | 361.760 947 7 Civ | Baca Online | Perpustakaan Pusat - Online Resources Ebook |
Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000169613 | ||
| 005 | 20260731091946 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260731################|##########|#|## | ||
| 020 | # | # | $a 978-3-031-97853-1 |
| 035 | # | # | $a 0010-0726000110 |
| 082 | # | # | $a 361.760 947 7 |
| 084 | # | # | $a 361.760 947 7 Civ |
| 245 | # | # | $a Civil Society Resilience During War : $b Organizing Jewish Life and Culture in Ukraine After Russia's Full-Scale Invasion /$c Noomi Weinryb; Zhanna Kravchenko; Jaakko Turunen; Sofiya Voytiv |
| 250 | # | # | $a 1 |
| 260 | # | # | $a Switzerland :$b Palgrave Macmillan,$c 2026 |
| 300 | # | # | $a xv, 163 hlm. : $b ill. ; $c 21 cm. |
| 520 | # | # | $a Buku berjudul "Civil Society Resilience During War: Organizing Jewish Life and Culture in Ukraine After Russia's Full-Scale Invasion" ini menjelaskan pengorganisasian, adaptasi, dan ketahanan (resilience) masyarakat sipil dalam konteks perang ekstrem. Berfokus pada dinamika sektor ketiga pasca-invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022, karya ini secara spesifik menganalisis bagaimana organisasi kebudayaan, sosial, dan keagamaan Yahudi di Ukraina mempertahankan keberlangsungan hidup komunitas mereka. Studi berbasis riset empiris ini mengumpulkan data lapangan pada bulan April–Agustus 2022 melalui kolaborasi inovatif dengan alumni lembaga pendidikan Yahudi Eropa (Paideia) yang bertindak sebagai peneliti lapangan di tengah krisis. Buku ini menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (termasuk analisis jaringan sosial/SNA dan MAXQDA) untuk memetakan bagaimana lembaga-lembaga ini beralih dari fungsi utamanya—yang semula hanya melayani minoritas Yahudi—menjadi pusat bantuan kemanusiaan inklusif bagi seluruh masyarakat Ukraina tanpa memandang latar belakang etnis atau agama. Penelitian ini memaparkan lima aspek utama ketahanan organisasi: (1) pembuatan ruang (place-making) melalui penciptaan kembali simbol sejarah/fiksi seperti desa Anatevka sebagai pusat evakuasi; (2) legitimasi penggalangan dana (fundraising) dan akuntabilitas transnasional dalam situasi darurat; (3) pemaknaan (sensemaking) melalui semiotika narasi di media sosial untuk adaptasi fungsional; (4) pola jaringan dan kolaborasi antar-organisasi nasional dan internasional; serta (5) rekonseptualisasi identitas organisasi seperti pada jaringan pusat kesejahteraan Hesed. Secara teoritis, monograf ini menyimpulkan bahwa ketahanan masyarakat sipil dalam konteks bencana perang bukan sekadar kemampuan merespons pasif atau "bangkit kembali" (bounce back), melainkan proses dinamis "melangkah ke depan" (bounce forward) melalui repurposisi aktivitas, pemanfaatan sejarah/simbol institusional, serta kelenturan batas-batas ideologi dan jaringan kerja sama transnasional. Anotasi Buku ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana organisasi masyarakat sipil (Civil Society Organizations/CSO) beradaptasi, mempertahankan kelangsungan operasional, dan mereorganisasi perannya dalam kondisi krisis ekstrem pasca-invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Karya ini berfokus pada ekosistem kebudayaan, keagamaan, dan sosial Yahudi di Ukraina untuk menyusun konsep teori baru mengenai civil society resilience (ketahanan masyarakat sipil) yang berbasis riset empiris. Penelitian ini memanfaatkan kombinasi metodologi kualitatif dan kuantitatif melalui Process-Tracing, Analisis Kualitatif berbasis MAXQDA, serta Social Network Analysis (SNA). Data penelitian diambil dari 841 dokumen empiris—termasuk unggahan Telegram, Facebook, buletin organisasi, serta foto lapangan—yang dikumpulkan antara April hingga Agustus 2022 oleh sepuluh asisten peneliti lokal yang merupakan alumni jaringan pendidikan Yahudi Eropa (Paideia). Data tersebut diperkaya dengan wawancara mendalam dan exit interviews dengan para pimpinan organisasi. Karya ini memberikan kontribusi signifikan bagi studi organisasi, sosiologi agama, dan manajemen krisis dengan cara mengintegrasikan teori sensemaking, legitimasi, jaringan sosial, serta identitas organisasi dalam konteks perang. Buku ini secara khusus menguraikan fenomena transformasi fungsional, di mana lembaga-lembaga minoritas etno-relijius yang semula melayani kelompok terbatas berkonversi menjadi pusat bantuan kemanusiaan universal (non-sectarian) demi mendukung masyarakat luas di tengah bencana perang. |
| 650 | # | # | $a Civil society -- Ukraine |
| 700 | 0 | # | $a Kravchenko, Zhanna |
| 700 | 0 | # | $a Turunen, Jaakko |
| 700 | 0 | # | $a Voytiv, Sofiya |
| 700 | 0 | # | $a Weinryb, Noomi |
| 856 | # | # | $a https://doi.org/10.1007/978-3-031-97853-1 |
| 856 | # | # | $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-031-97853-1 |
| 990 | # | # | $a 254326192 |
| No | Nama File | Nama File Format Flash | Format File | Action |
| 1 | 978-3-031-97853-1.pdf | Download |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :