Cite This        Tampung        Export Record
Judul The Digital Society : Empirical Perspectives on the Digital Transformation of the Public Sphere and its Institutions / editor: Mario Anastasiadis, Yannik Peters, Caja Thimm
Pengarang Anastasiadis, Mario
Peters, Yannik
Thimm, Caja
EDISI 1
Penerbitan Wiesbaden : Springer VS, 2026
Deskripsi Fisik x, 310 hlm. :ilus. ;25 cm.
ISBN 978-3-658-49118-5
Subjek Information technology—Social aspects
Digital media
Political aspects
Abstrak Buku The Digitalization of Society, Democracy and the Public Sphere mengkaji pengaruh digitalisasi terhadap masyarakat modern dengan menitikberatkan pada transformasi ruang publik, demokrasi, komunikasi politik, dan institusi sosial. Penulis menunjukkan bahwa perkembangan internet, media sosial, algoritma, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara warga negara berpartisipasi dalam kehidupan publik, memperoleh informasi, serta berinteraksi dengan institusi demokrasi. Buku ini menjelaskan pergeseran pandangan akademik dari optimisme teknologi menuju pendekatan yang lebih kritis terhadap dampak digitalisasi. Berbagai isu seperti disinformasi, ujaran kebencian, propaganda digital, polarisasi politik, fragmentasi ruang publik, dominasi platform digital, serta pengaruh algoritma terhadap pembentukan opini publik dibahas secara komprehensif. Selain itu, buku mengeksplorasi transformasi digital pada institusi publik seperti pemerintahan, pendidikan, media, sistem hukum, dan pelayanan sosial. Anotasi: Buku ini merupakan referensi mutakhir dalam kajian masyarakat digital, demokrasi digital, komunikasi politik, media digital, administrasi publik, dan transformasi institusi. Sangat sesuai untuk mahasiswa, dosen, peneliti, serta pembuat kebijakan yang meneliti hubungan antara teknologi digital dan demokrasi.
Catatan Buku ini berangkat dari kenyataan bahwa digitalisasi telah menjadi kekuatan utama yang mengubah struktur masyarakat kontemporer. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada aspek teknologi, tetapi juga pada cara masyarakat berkomunikasi, membentuk opini, berpartisipasi dalam politik, dan berinteraksi dengan lembaga-lembaga publik. Penulis menunjukkan bahwa internet dan media sosial pada awalnya dipandang sebagai sarana yang mampu memperkuat demokrasi melalui perluasan akses informasi dan peningkatan partisipasi warga negara. Namun, penelitian empiris kemudian memperlihatkan sisi lain digitalisasi. Ruang publik digital menghadapi berbagai persoalan seperti fragmentasi opini, penyebaran disinformasi, propaganda politik, ujaran kebencian, kesenjangan digital, dominasi platform global, serta meningkatnya peran algoritma dalam menentukan informasi yang diterima masyarakat. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas deliberasi publik dan ketahanan demokrasi di era digital. Salah satu kekuatan buk
Bentuk Karya Tidak ada kode yang sesuai
Target Pembaca Tidak ada kode yang sesuai
Lokasi Akses Online https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-658-49118-5
https://doi.org/10.1007/978-3-658-49118-5

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
250926192 303.483 3 The Baca Online Perpustakaan Pusat - Online Resources
Ebook
Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000000168784
005 20260604021807
007 ta
008 260604################|##########|#|##
020 # # $a 978-3-658-49118-5
035 # # $a 0010-0626000029
082 # # $a 303.483 3
084 # # $a 303.483 3 The
245 # # $a The Digital Society : $b Empirical Perspectives on the Digital Transformation of the Public Sphere and its Institutions /$c editor: Mario Anastasiadis, Yannik Peters, Caja Thimm
250 # # $a 1
260 # # $a Wiesbaden :$b Springer VS,$c 2026
300 # # $a x, 310 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm.
505 # # $a Buku ini berangkat dari kenyataan bahwa digitalisasi telah menjadi kekuatan utama yang mengubah struktur masyarakat kontemporer. Perubahan tersebut tidak hanya terjadi pada aspek teknologi, tetapi juga pada cara masyarakat berkomunikasi, membentuk opini, berpartisipasi dalam politik, dan berinteraksi dengan lembaga-lembaga publik. Penulis menunjukkan bahwa internet dan media sosial pada awalnya dipandang sebagai sarana yang mampu memperkuat demokrasi melalui perluasan akses informasi dan peningkatan partisipasi warga negara. Namun, penelitian empiris kemudian memperlihatkan sisi lain digitalisasi. Ruang publik digital menghadapi berbagai persoalan seperti fragmentasi opini, penyebaran disinformasi, propaganda politik, ujaran kebencian, kesenjangan digital, dominasi platform global, serta meningkatnya peran algoritma dalam menentukan informasi yang diterima masyarakat. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas deliberasi publik dan ketahanan demokrasi di era digital. Salah satu kekuatan buku ini adalah pendekatannya yang multidisipliner. Penulis menggabungkan perspektif ilmu politik, komunikasi, sosiologi, administrasi publik, media digital, dan studi teknologi untuk memahami hubungan kompleks antara teknologi digital dan demokrasi. Berbagai penelitian dalam buku ini membahas ruang publik digital, algoritma media sosial, mesin pencari, moderasi diskusi daring, kecerdasan buatan, transformasi partai politik, jurnalisme data, pelayanan sosial digital, hingga penggunaan robot sosial dalam pendidikan. Kontribusi utama buku ini terletak pada upayanya menghubungkan transformasi digital dengan agenda penguatan dan perlindungan demokrasi. Alih-alih memandang teknologi sebagai solusi otomatis ataupun ancaman mutlak, buku ini menunjukkan bahwa dampak digitalisasi sangat bergantung pada konteks sosial, politik, institusional, dan budaya yang melingkupinya. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan, literasi digital, tata kelola platform, dan inovasi kelembagaan yang mampu memastikan bahwa perkembangan teknologi tetap mendukung nilai-nilai demokrasi
520 # # $a Buku The Digitalization of Society, Democracy and the Public Sphere mengkaji pengaruh digitalisasi terhadap masyarakat modern dengan menitikberatkan pada transformasi ruang publik, demokrasi, komunikasi politik, dan institusi sosial. Penulis menunjukkan bahwa perkembangan internet, media sosial, algoritma, dan kecerdasan buatan telah mengubah cara warga negara berpartisipasi dalam kehidupan publik, memperoleh informasi, serta berinteraksi dengan institusi demokrasi. Buku ini menjelaskan pergeseran pandangan akademik dari optimisme teknologi menuju pendekatan yang lebih kritis terhadap dampak digitalisasi. Berbagai isu seperti disinformasi, ujaran kebencian, propaganda digital, polarisasi politik, fragmentasi ruang publik, dominasi platform digital, serta pengaruh algoritma terhadap pembentukan opini publik dibahas secara komprehensif. Selain itu, buku mengeksplorasi transformasi digital pada institusi publik seperti pemerintahan, pendidikan, media, sistem hukum, dan pelayanan sosial. Anotasi: Buku ini merupakan referensi mutakhir dalam kajian masyarakat digital, demokrasi digital, komunikasi politik, media digital, administrasi publik, dan transformasi institusi. Sangat sesuai untuk mahasiswa, dosen, peneliti, serta pembuat kebijakan yang meneliti hubungan antara teknologi digital dan demokrasi.
650 # # $a Digital media
650 # # $a Information technology—Social aspects
650 # # $a Political aspects
700 1 # $a Anastasiadis, Mario
700 1 # $a Peters, Yannik
700 0 # $a Thimm, Caja
856 # # $a https://doi.org/10.1007/978-3-658-49118-5
856 # # $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-658-49118-5
990 # # $a 250926192
Content Unduh katalog