
| Judul | Systemic Service Design / Edited By Mari Suoheimo, Peter Jones, Sheng-Hung Lee, Birger Sevaldson |
| Pengarang | Suoheimo, Mari Jones, Peter Lee, Sheng-Hung Sevaldson, Birger |
| EDISI | 1st Edition |
| Penerbitan | London : Routledge, 2026 |
| Deskripsi Fisik | 308 hlm. :ill. ;21 cm. |
| ISBN | 9781003501039 |
| Subjek | Social systems System design |
| Abstrak | Systemic Service Design merupakan buku yang membahas integrasi teori sistem ke dalam bidang desain layanan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang bersifat kompleks. Buku ini menjelaskan bahwa perkembangan desain layanan telah bergerak dari fokus awal pada titik kontak (touchpoints) dan interaksi pengguna menuju peran yang lebih luas sebagai penggerak transformasi organisasi serta bagian dari pendekatan lintas disiplin dalam menangani sistem kompleks. Buku ini menyoroti keterbatasan desain layanan tradisional dalam menangani persoalan masyarakat yang kompleks. Kurangnya pemahaman menyeluruh terhadap sistem dapat menyebabkan kegagalan layanan yang berdampak pada berbagai masalah sosial seperti pengangguran, layanan kesehatan, dan transportasi publik. Oleh karena itu, pendekatan systemic service design menawarkan kerangka teoritis dan praktis agar perancang layanan mampu mengembangkan solusi dengan cakupan, kedalaman, dan kelayakan yang sesuai terhadap permasalahan kompleks. Buku ini terdiri atas 14 bab yang terbagi dalam dua bagian utama. Bagian pertama membahas latar belakang teoritis desain layanan sistemik, termasuk hubungan antara desain layanan dan systems-oriented design, penggunaan metode seperti Mess Mapping dan Gigamapping, perubahan paradigma dalam desain layanan, dinamika kekuasaan, penindasan sistemik, serta penerapan desain layanan berorientasi sistem dalam perencanaan perkotaan. Bagian kedua menyajikan studi kasus penerapan desain layanan sistemik pada berbagai bidang, seperti layanan perawatan jangka panjang, sistem layanan usia panjang, intervensi nasional, kriminalitas, layanan perawatan digital jarak jauh, dan penggunaan kecerdasan buatan dalam sistem layanan. Buku ini menunjukkan bahwa layanan tidak dapat dipahami hanya sebagai pengalaman pengguna secara individual, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari jaringan hubungan antara manusia, organisasi, teknologi, kebijakan, dan lingkungan. Pendekatan sistemik membantu perancang memahami keterhubungan berbagai aktor, konsekuensi yang disengaja maupun tidak disengaja, serta kebutuhan untuk bekerja dengan masalah yang bersifat kompleks atau wicked problems. Karya ini ditujukan bagi mahasiswa dan praktisi bidang desain layanan, desain kebijakan, desain sosial, manajemen, perencana sektor publik maupun swasta, insinyur, serta pembuat kebijakan yang membutuhkan pemahaman mengenai penerapan pemikiran sistem dalam desain. ANOTASI Buku Systemic Service Design menyajikan pembahasan komprehensif mengenai pertemuan antara desain layanan (service design) dan desain sistem (systemic design) dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pendekatan desain layanan yang hanya berfokus pada pengalaman pengguna atau titik interaksi tertentu sering kali belum cukup untuk menyelesaikan masalah sosial yang memiliki banyak aktor, kepentingan, dan hubungan yang saling bergantung. Para editor menjelaskan bahwa desain layanan dan teori sistem selama ini berkembang melalui jalur yang relatif terpisah. Desain layanan berkembang dari kebutuhan menciptakan pengalaman layanan yang lebih baik, sedangkan ilmu sistem berkembang sebagai kajian mengenai hubungan, struktur, dan dinamika sistem. Buku ini berupaya menghubungkan kedua bidang tersebut dengan menunjukkan bahwa layanan merupakan bagian dari sistem yang lebih luas, termasuk kebijakan, organisasi, infrastruktur, teknologi, dan masyarakat. Salah satu gagasan utama buku ini adalah pentingnya memahami tingkat kompleksitas masalah. Penulis membedakan masalah sederhana, kompleks, dan wicked problems. Masalah sederhana dapat ditangani dengan metode yang telah diketahui, sedangkan masalah kompleks dan masalah rumit membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan berbagai perspektif, ketidakpastian, serta perubahan sistem secara terus-menerus. Buku ini memperkenalkan berbagai pendekatan dan alat untuk memahami kompleksitas tersebut. Salah satunya adalah Mess Mapping dan Gigamapping, yaitu metode visualisasi yang membantu perancang dan pemangku kepentingan melihat hubungan, pola, serta persoalan tersembunyi dalam suatu sistem layanan. Kedua metode tersebut digunakan untuk mendukung dialog partisipatif dan memperlihatkan keterkaitan antaraktor dalam suatu tantangan desain. Selain aspek metodologis, buku ini juga membahas dimensi sosial dan politik dalam desain layanan sistemik. Beberapa bab mengangkat isu kekuasaan, keberagaman, komunikasi, serta bagaimana desain dapat secara tidak sengaja mempertahankan bentuk penindasan sistemik. Perspektif ini menekankan bahwa perancang harus memahami dampak luas dari keputusan desain terhadap kelompok yang berbeda. Bagian studi kasus memperlihatkan penerapan pendekatan sistemik dalam berbagai konteks. Contohnya adalah peningkatan layanan perawatan jangka panjang melalui proses Mess Mapping, pengembangan sistem layanan terkait usia panjang, intervensi kebijakan nasional untuk pencegahan kekerasan keluarga, pengembangan ekosistem layanan perawatan digital, serta pemanfaatan AI untuk mendukung proses desain layanan. Secara keseluruhan, buku ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan desain layanan dengan memperluas cara pandang dari perancangan pengalaman individual menuju pemahaman sistem secara menyeluruh. Buku ini menekankan bahwa desain layanan masa kini membutuhkan kemampuan untuk membaca hubungan antarbagian sistem, bekerja secara kolaboratif, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang dari suatu intervensi desain. |
| Catatan | Buku Systemic Service Design merupakan kumpulan kajian yang menjelaskan bagaimana pendekatan pemikiran sistem dapat memperkuat praktik desain layanan dalam menghadapi persoalan kompleks. Buku ini disusun dalam dua bagian besar: bagian pertama berisi dasar teori desain layanan sistemik, sedangkan bagian kedua berisi studi kasus penerapannya dalam berbagai konteks dunia nyata. Pada bagian awal, buku menjelaskan bahwa desain layanan telah mengalami perkembangan signifikan. Awalnya, desain layanan banyak berfokus pada pengalaman pengguna dan interaksi layanan. Namun, perkembangan masalah sosial modern membuat desainer perlu memahami struktur yang lebih luas di balik layanan, termasuk sistem organisasi, kebijakan, teknologi, dan hubungan sosial. Pendekatan sistemik muncul karena banyak kegagalan layanan terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap sistem yang melingkupinya. Bab-bab teoritis membahas hubungan antara systems-oriented design (SOD) dan desain layanan. Pendekatan ini memperluas kemampuan desainer |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
| Lokasi Akses Online |
https://www.taylorfrancis.com/books/oa-edit/10.4324/9781003501039/systemic-service-design-mari-suoheimo-sheng-hung-lee-birger-sevaldson-peter-jones https://doi.org/10.4324/9781003501039 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 319326192 | 301 Sys | Baca Online | Perpustakaan Pusat - Online Resources Ebook |
Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000170172 | ||
| 005 | 20260908093708 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260908################|##########|#|## | ||
| 020 | # | # | $a 9781003501039 |
| 035 | # | # | $a 0010-0926000466 |
| 082 | # | # | $a 301 |
| 084 | # | # | $a 301 Sys |
| 245 | # | # | $a Systemic Service Design /$c Edited By Mari Suoheimo, Peter Jones, Sheng-Hung Lee, Birger Sevaldson |
| 250 | # | # | $a 1st Edition |
| 260 | # | # | $a London :$b Routledge,$c 2026 |
| 300 | # | # | $a 308 hlm. : $b ill. ; $c 21 cm. |
| 500 | # | # | $a Buku Systemic Service Design merupakan kumpulan kajian yang menjelaskan bagaimana pendekatan pemikiran sistem dapat memperkuat praktik desain layanan dalam menghadapi persoalan kompleks. Buku ini disusun dalam dua bagian besar: bagian pertama berisi dasar teori desain layanan sistemik, sedangkan bagian kedua berisi studi kasus penerapannya dalam berbagai konteks dunia nyata. Pada bagian awal, buku menjelaskan bahwa desain layanan telah mengalami perkembangan signifikan. Awalnya, desain layanan banyak berfokus pada pengalaman pengguna dan interaksi layanan. Namun, perkembangan masalah sosial modern membuat desainer perlu memahami struktur yang lebih luas di balik layanan, termasuk sistem organisasi, kebijakan, teknologi, dan hubungan sosial. Pendekatan sistemik muncul karena banyak kegagalan layanan terjadi akibat kurangnya pemahaman terhadap sistem yang melingkupinya. Bab-bab teoritis membahas hubungan antara systems-oriented design (SOD) dan desain layanan. Pendekatan ini memperluas kemampuan desainer dalam menangani masalah dengan tingkat kompleksitas tinggi. SOD dipahami sebagai perspektif yang membantu bidang desain memahami sistem, bukan sebagai disiplin yang berdiri sendiri. Pendekatan ini menekankan pentingnya berbagai perspektif, hubungan antaraktor, serta pemahaman terhadap sistem lunak maupun sistem keras. Buku ini juga memperkenalkan perubahan paradigma dalam desain layanan. Desain layanan semakin bergerak menuju pendekatan yang mempertimbangkan transisi sosial, sistem, kebijakan, organisasi, dan strategi. Pendekatan tersebut membutuhkan cara berpikir holistik yang menggabungkan berbagai paradigma dan sudut pandang. Salah satu tema penting dalam buku adalah bahwa layanan merupakan bagian dari sistem sosial yang lebih besar. Sebuah layanan tidak hanya terdiri atas pengguna dan penyedia layanan, tetapi juga melibatkan teknologi, sumber daya, organisasi, aturan, budaya, dan berbagai aktor lain yang berinteraksi untuk menciptakan nilai bersama. Bagian studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip desain layanan sistemik digunakan untuk menangani persoalan nyata. Dalam kasus layanan perawatan jangka panjang, Mess Mapping membantu berbagai pihak memahami hubungan kompleks antarpermasalahan. Dalam sistem layanan usia panjang, penelitian menunjukkan pentingnya menggabungkan aspek fisik, kelembagaan, sosial, dan budaya. Pada tingkat nasional, pendekatan sistemik digunakan untuk merancang intervensi kebijakan dalam pencegahan kekerasan keluarga. Selain itu, buku membahas pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam sistem layanan. Layanan perawatan digital jarak jauh menunjukkan bagaimana teknologi dapat mendukung penciptaan ekosistem layanan baru, sedangkan AI dipandang sebagai alat yang dapat membantu desainer melalui analisis data dan prediksi kebutuhan pengguna, dengan tetap melengkapi kemampuan kreatif dan empatik manusia. Secara keseluruhan, Systemic Service Design menawarkan wawasan bahwa desain layanan masa depan harus melampaui penciptaan layanan yang efektif secara lokal. Desainer perlu memahami konsekuensi sistemik, mengidentifikasi hubungan yang tersembunyi, melibatkan berbagai pemangku kepentingan, dan merancang intervensi yang mampu memberikan perubahan positif dalam sistem sosial yang kompleks. Buku ini menjadi sumber penting bagi mereka yang mempelajari atau mempraktikkan desain layanan, desain sistem, inovasi sosial, dan pengembangan kebijakan berbasis desain. |
| 520 | # | # | $a Systemic Service Design merupakan buku yang membahas integrasi teori sistem ke dalam bidang desain layanan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan teknologi yang bersifat kompleks. Buku ini menjelaskan bahwa perkembangan desain layanan telah bergerak dari fokus awal pada titik kontak (touchpoints) dan interaksi pengguna menuju peran yang lebih luas sebagai penggerak transformasi organisasi serta bagian dari pendekatan lintas disiplin dalam menangani sistem kompleks. Buku ini menyoroti keterbatasan desain layanan tradisional dalam menangani persoalan masyarakat yang kompleks. Kurangnya pemahaman menyeluruh terhadap sistem dapat menyebabkan kegagalan layanan yang berdampak pada berbagai masalah sosial seperti pengangguran, layanan kesehatan, dan transportasi publik. Oleh karena itu, pendekatan systemic service design menawarkan kerangka teoritis dan praktis agar perancang layanan mampu mengembangkan solusi dengan cakupan, kedalaman, dan kelayakan yang sesuai terhadap permasalahan kompleks. Buku ini terdiri atas 14 bab yang terbagi dalam dua bagian utama. Bagian pertama membahas latar belakang teoritis desain layanan sistemik, termasuk hubungan antara desain layanan dan systems-oriented design, penggunaan metode seperti Mess Mapping dan Gigamapping, perubahan paradigma dalam desain layanan, dinamika kekuasaan, penindasan sistemik, serta penerapan desain layanan berorientasi sistem dalam perencanaan perkotaan. Bagian kedua menyajikan studi kasus penerapan desain layanan sistemik pada berbagai bidang, seperti layanan perawatan jangka panjang, sistem layanan usia panjang, intervensi nasional, kriminalitas, layanan perawatan digital jarak jauh, dan penggunaan kecerdasan buatan dalam sistem layanan. Buku ini menunjukkan bahwa layanan tidak dapat dipahami hanya sebagai pengalaman pengguna secara individual, tetapi harus dilihat sebagai bagian dari jaringan hubungan antara manusia, organisasi, teknologi, kebijakan, dan lingkungan. Pendekatan sistemik membantu perancang memahami keterhubungan berbagai aktor, konsekuensi yang disengaja maupun tidak disengaja, serta kebutuhan untuk bekerja dengan masalah yang bersifat kompleks atau wicked problems. Karya ini ditujukan bagi mahasiswa dan praktisi bidang desain layanan, desain kebijakan, desain sosial, manajemen, perencana sektor publik maupun swasta, insinyur, serta pembuat kebijakan yang membutuhkan pemahaman mengenai penerapan pemikiran sistem dalam desain. ANOTASI Buku Systemic Service Design menyajikan pembahasan komprehensif mengenai pertemuan antara desain layanan (service design) dan desain sistem (systemic design) dalam menghadapi persoalan yang semakin kompleks. Buku ini berangkat dari pemahaman bahwa pendekatan desain layanan yang hanya berfokus pada pengalaman pengguna atau titik interaksi tertentu sering kali belum cukup untuk menyelesaikan masalah sosial yang memiliki banyak aktor, kepentingan, dan hubungan yang saling bergantung. Para editor menjelaskan bahwa desain layanan dan teori sistem selama ini berkembang melalui jalur yang relatif terpisah. Desain layanan berkembang dari kebutuhan menciptakan pengalaman layanan yang lebih baik, sedangkan ilmu sistem berkembang sebagai kajian mengenai hubungan, struktur, dan dinamika sistem. Buku ini berupaya menghubungkan kedua bidang tersebut dengan menunjukkan bahwa layanan merupakan bagian dari sistem yang lebih luas, termasuk kebijakan, organisasi, infrastruktur, teknologi, dan masyarakat. Salah satu gagasan utama buku ini adalah pentingnya memahami tingkat kompleksitas masalah. Penulis membedakan masalah sederhana, kompleks, dan wicked problems. Masalah sederhana dapat ditangani dengan metode yang telah diketahui, sedangkan masalah kompleks dan masalah rumit membutuhkan pendekatan yang mempertimbangkan berbagai perspektif, ketidakpastian, serta perubahan sistem secara terus-menerus. Buku ini memperkenalkan berbagai pendekatan dan alat untuk memahami kompleksitas tersebut. Salah satunya adalah Mess Mapping dan Gigamapping, yaitu metode visualisasi yang membantu perancang dan pemangku kepentingan melihat hubungan, pola, serta persoalan tersembunyi dalam suatu sistem layanan. Kedua metode tersebut digunakan untuk mendukung dialog partisipatif dan memperlihatkan keterkaitan antaraktor dalam suatu tantangan desain. Selain aspek metodologis, buku ini juga membahas dimensi sosial dan politik dalam desain layanan sistemik. Beberapa bab mengangkat isu kekuasaan, keberagaman, komunikasi, serta bagaimana desain dapat secara tidak sengaja mempertahankan bentuk penindasan sistemik. Perspektif ini menekankan bahwa perancang harus memahami dampak luas dari keputusan desain terhadap kelompok yang berbeda. Bagian studi kasus memperlihatkan penerapan pendekatan sistemik dalam berbagai konteks. Contohnya adalah peningkatan layanan perawatan jangka panjang melalui proses Mess Mapping, pengembangan sistem layanan terkait usia panjang, intervensi kebijakan nasional untuk pencegahan kekerasan keluarga, pengembangan ekosistem layanan perawatan digital, serta pemanfaatan AI untuk mendukung proses desain layanan. Secara keseluruhan, buku ini memberikan kontribusi terhadap perkembangan desain layanan dengan memperluas cara pandang dari perancangan pengalaman individual menuju pemahaman sistem secara menyeluruh. Buku ini menekankan bahwa desain layanan masa kini membutuhkan kemampuan untuk membaca hubungan antarbagian sistem, bekerja secara kolaboratif, serta mempertimbangkan dampak jangka panjang dari suatu intervensi desain. |
| 650 | # | # | $a Social systems |
| 650 | # | # | $a System design |
| 700 | 0 | # | $a Jones, Peter |
| 700 | 0 | # | $a Lee, Sheng-Hung |
| 700 | 0 | # | $a Sevaldson, Birger |
| 700 | 0 | # | $a Suoheimo, Mari |
| 856 | # | # | $a https://doi.org/10.4324/9781003501039 |
| 856 | # | # | $a https://www.taylorfrancis.com/books/oa-edit/10.4324/9781003501039/systemic-service-design-mari-suoheimo-sheng-hung-lee-birger-sevaldson-peter-jones |
| 990 | # | # | $a 319326192 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :