
| Judul | The Labyrinth of Desertification : Sixteen Case Studies in Spain / Editors: Jaime Martínez-Valderrama, Jorge Olcina Cantos |
| Pengarang | Martinez-Valderrama, Jaime Cantos, Jorge Olcina |
| EDISI | 1 |
| Penerbitan | Switzerland : Springer Cham, 2026 |
| Deskripsi Fisik | xx, 180 hlm. :ilus. ;25 cm. |
| ISBN | 978-3-032-09648-7 |
| Subjek | Desertification Land degradation |
| Abstrak | The Labyrinth of Desertification merupakan karya ilmiah multidisipliner yang mengkaji desertifikasi sebagai proses degradasi lahan yang kompleks dan sering disalahpahami. Buku ini menolak pandangan tradisional yang hanya melihat desertifikasi sebagai perluasan wilayah gurun, dan menawarkan pendekatan sistemik yang menempatkan desertifikasi sebagai hasil interaksi antara faktor ekologis, ekonomi, sosial, politik, dan penggunaan lahan. Para penulis menunjukkan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi yang terjadi terutama di wilayah kering (drylands) akibat eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, perubahan penggunaan lahan, tekanan ekonomi, dan perubahan iklim. Melalui delapan belas bab, buku ini membahas kerangka konseptual desertifikasi, peran kekeringan dan variabilitas iklim, fungsi ekologis debu, invasi tumbuhan, kematian hutan, kebakaran, penggembalaan, pengabaian lahan pertanian, tekanan pariwisata terhadap sumber daya air, dampak pertambangan, irigasi, budidaya zaitun, hingga perdagangan global yang memindahkan dampak degradasi lingkungan lintas wilayah. Penulis juga mengaitkan desertifikasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), konsep Land Degradation Neutrality, dan pendekatan Convergence of Evidence untuk mendeteksi serta mencegah degradasi lahan secara lebih efektif. Buku ini menegaskan bahwa desertifikasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan fenomena sosial-ekologis yang memerlukan pemahaman lintas disiplin dan kebijakan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan teori, studi kasus, dan pendekatan kebijakan, buku ini memberikan landasan konseptual baru untuk memahami dan mengatasi salah satu tantangan lingkungan paling penting di abad ke-21. Anotasi Buku ini menawarkan perspektif baru mengenai desertifikasi dengan menempatkannya sebagai fenomena sosial-ekologis yang melibatkan hubungan antara manusia, ekonomi, dan lingkungan. Berbeda dengan pandangan konvensional yang mengidentikkan desertifikasi dengan pembentukan gurun, para penulis menunjukkan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi lahan yang muncul akibat interaksi kompleks antara aktivitas manusia dan keterbatasan ekosistem wilayah kering. Bab pembuka mengembangkan kerangka konseptual yang menjelaskan sebelas prinsip dasar untuk mengidentifikasi desertifikasi. Prinsip-prinsip tersebut menyoroti hubungan antara degradasi lahan, efisiensi ekonomi, eksploitasi sumber daya, perubahan penggunaan lahan, telekopling (telecoupling), serta hubungan antara variabel sosial dan ekologis dalam sistem yang saling terhubung. Penulis menekankan bahwa desertifikasi harus dipahami sebagai proses sistemik, bukan sekadar gejala lingkungan yang terlihat di permukaan. Selanjutnya buku membahas berbagai faktor yang memicu dan mempercepat desertifikasi, seperti kekeringan, perubahan iklim, kebakaran hutan, invasi spesies asing, kematian pohon, penggembalaan yang tidak tepat, ekspansi pertanian, irigasi berlebihan, eksploitasi air tanah, dan tekanan ekonomi global. Berbagai studi kasus di Spanyol digunakan untuk menunjukkan bagaimana perubahan penggunaan lahan dapat menyebabkan degradasi ekosistem dalam jangka panjang. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pembahasannya mengenai hubungan antara desertifikasi dan pembangunan berkelanjutan. Penulis menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tampak menguntungkan dalam jangka pendek dapat menghasilkan dampak lingkungan dan sosial yang serius apabila tidak memperhatikan daya dukung ekosistem. Oleh karena itu, konsep Land Degradation Neutrality dan Convergence of Evidence diperkenalkan sebagai kerangka baru untuk mendeteksi, memantau, dan mencegah desertifikasi secara lebih efektif. Buku ini sangat bermanfaat bagi peneliti lingkungan, geograf, ekolog, perencana wilayah, pengelola sumber daya alam, mahasiswa ilmu lingkungan, serta pembuat kebijakan yang membutuhkan pemahaman mendalam mengenai penyebab, dinamika, dan strategi penanggulangan desertifikasi dalam konteks perubahan global. |
| Catatan | The Labyrinth of Desertification mengajak pembaca menelusuri kompleksitas konsep desertifikasi yang selama beberapa dekade sering dipahami secara sempit dan tidak konsisten. Buku ini berangkat dari kritik terhadap definisi tradisional desertifikasi yang dianggap terlalu berfokus pada gejala fisik dan kurang memperhatikan proses sosial-ekologis yang mendasarinya. Para editor dan penulis berupaya membangun kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk menjelaskan bagaimana degradasi lahan terjadi dan mengapa upaya penanggulangannya sering mengalami kegagalan. Bagian awal buku menjelaskan sejarah perkembangan konsep desertifikasi dan berbagai perdebatan ilmiah yang menyertainya. Dijelaskan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi lahan di wilayah kering yang dipengaruhi oleh variasi iklim dan aktivitas manusia. Namun demikian, penulis menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak dapat dipahami hanya melalui indikator fisik seperti erosi atau berkurangnya vegetasi. Sebaliknya, desertifikasi harus dipanda |
| Bentuk Karya | Tidak ada kode yang sesuai |
| Target Pembaca | Tidak ada kode yang sesuai |
| Lokasi Akses Online |
https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-09648-7 https://doi.org/10.1007/978-3-032-09648-7 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 252826192 | 333.77 The | Baca Online | Perpustakaan Pusat - Online Resources Ebook |
Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000000169293 | ||
| 005 | 20260611032422 | ||
| 007 | ta | ||
| 008 | 260611################|##########|#|## | ||
| 020 | # | # | $a 978-3-032-09648-7 |
| 035 | # | # | $a 0010-0626000538 |
| 082 | # | # | $a 333.77 |
| 084 | # | # | $a 333.77 The |
| 245 | # | # | $a The Labyrinth of Desertification : $b Sixteen Case Studies in Spain /$c Editors: Jaime Martínez-Valderrama, Jorge Olcina Cantos |
| 250 | # | # | $a 1 |
| 260 | # | # | $a Switzerland :$b Springer Cham,$c 2026 |
| 300 | # | # | $a xx, 180 hlm. : $b ilus. ; $c 25 cm. |
| 505 | # | # | $a The Labyrinth of Desertification mengajak pembaca menelusuri kompleksitas konsep desertifikasi yang selama beberapa dekade sering dipahami secara sempit dan tidak konsisten. Buku ini berangkat dari kritik terhadap definisi tradisional desertifikasi yang dianggap terlalu berfokus pada gejala fisik dan kurang memperhatikan proses sosial-ekologis yang mendasarinya. Para editor dan penulis berupaya membangun kerangka konseptual yang lebih komprehensif untuk menjelaskan bagaimana degradasi lahan terjadi dan mengapa upaya penanggulangannya sering mengalami kegagalan. Bagian awal buku menjelaskan sejarah perkembangan konsep desertifikasi dan berbagai perdebatan ilmiah yang menyertainya. Dijelaskan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi lahan di wilayah kering yang dipengaruhi oleh variasi iklim dan aktivitas manusia. Namun demikian, penulis menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak dapat dipahami hanya melalui indikator fisik seperti erosi atau berkurangnya vegetasi. Sebaliknya, desertifikasi harus dipandang sebagai hasil interaksi antara sistem sosial, ekonomi, dan ekologi yang berlangsung dalam jangka panjang. Selanjutnya buku membahas berbagai faktor yang berkontribusi terhadap desertifikasi. Bab-bab khusus mengkaji peran kekeringan, ariditas, kebakaran hutan, invasi tumbuhan, kematian hutan, degradasi akibat pertanian, penggembalaan, eksploitasi air tanah, irigasi, dan tekanan pariwisata terhadap sumber daya air. Para penulis menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan yang berlangsung cepat sering kali menjadi pemicu utama degradasi lahan, terutama ketika didorong oleh kepentingan ekonomi jangka pendek. Salah satu tema penting yang diangkat adalah konsep telecoupling, yaitu keterkaitan antara wilayah produksi dan konsumsi yang terpisah secara geografis. Buku ini menunjukkan bagaimana perdagangan global dapat memindahkan tekanan lingkungan dari satu wilayah ke wilayah lain sehingga dampak desertifikasi sering kali tidak terlihat oleh masyarakat yang menikmati manfaat ekonomi dari eksploitasi sumber daya tersebut. Perspektif ini memperluas pemahaman mengenai desertifikasi dari masalah lokal menjadi isu global yang berkaitan dengan pola konsumsi dan perdagangan internasional. Pada bagian akhir, buku membahas strategi untuk mengatasi desertifikasi melalui pendekatan pembangunan berkelanjutan. Konsep Land Degradation Neutrality diperkenalkan sebagai upaya menyeimbangkan degradasi dan restorasi lahan, sementara pendekatan Convergence of Evidence digunakan untuk mengidentifikasi wilayah yang berisiko mengalami desertifikasi berdasarkan kombinasi indikator sosial dan biofisik. Melalui pendekatan tersebut, buku ini menawarkan arah baru dalam penelitian, pemantauan, dan kebijakan lingkungan. Secara keseluruhan, The Labyrinth of Desertification merupakan referensi penting dalam bidang ilmu lingkungan, geografi, ekologi lahan kering, dan pengelolaan sumber daya alam. Buku ini menunjukkan bahwa desertifikasi bukan sekadar masalah lingkungan, tetapi merupakan tantangan pembangunan yang melibatkan hubungan kompleks antara manusia, ekonomi, teknologi, dan ekosistem. |
| 520 | # | # | $a The Labyrinth of Desertification merupakan karya ilmiah multidisipliner yang mengkaji desertifikasi sebagai proses degradasi lahan yang kompleks dan sering disalahpahami. Buku ini menolak pandangan tradisional yang hanya melihat desertifikasi sebagai perluasan wilayah gurun, dan menawarkan pendekatan sistemik yang menempatkan desertifikasi sebagai hasil interaksi antara faktor ekologis, ekonomi, sosial, politik, dan penggunaan lahan. Para penulis menunjukkan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi yang terjadi terutama di wilayah kering (drylands) akibat eksploitasi sumber daya yang tidak berkelanjutan, perubahan penggunaan lahan, tekanan ekonomi, dan perubahan iklim. Melalui delapan belas bab, buku ini membahas kerangka konseptual desertifikasi, peran kekeringan dan variabilitas iklim, fungsi ekologis debu, invasi tumbuhan, kematian hutan, kebakaran, penggembalaan, pengabaian lahan pertanian, tekanan pariwisata terhadap sumber daya air, dampak pertambangan, irigasi, budidaya zaitun, hingga perdagangan global yang memindahkan dampak degradasi lingkungan lintas wilayah. Penulis juga mengaitkan desertifikasi dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), konsep Land Degradation Neutrality, dan pendekatan Convergence of Evidence untuk mendeteksi serta mencegah degradasi lahan secara lebih efektif. Buku ini menegaskan bahwa desertifikasi bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan fenomena sosial-ekologis yang memerlukan pemahaman lintas disiplin dan kebijakan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan teori, studi kasus, dan pendekatan kebijakan, buku ini memberikan landasan konseptual baru untuk memahami dan mengatasi salah satu tantangan lingkungan paling penting di abad ke-21. Anotasi Buku ini menawarkan perspektif baru mengenai desertifikasi dengan menempatkannya sebagai fenomena sosial-ekologis yang melibatkan hubungan antara manusia, ekonomi, dan lingkungan. Berbeda dengan pandangan konvensional yang mengidentikkan desertifikasi dengan pembentukan gurun, para penulis menunjukkan bahwa desertifikasi merupakan proses degradasi lahan yang muncul akibat interaksi kompleks antara aktivitas manusia dan keterbatasan ekosistem wilayah kering. Bab pembuka mengembangkan kerangka konseptual yang menjelaskan sebelas prinsip dasar untuk mengidentifikasi desertifikasi. Prinsip-prinsip tersebut menyoroti hubungan antara degradasi lahan, efisiensi ekonomi, eksploitasi sumber daya, perubahan penggunaan lahan, telekopling (telecoupling), serta hubungan antara variabel sosial dan ekologis dalam sistem yang saling terhubung. Penulis menekankan bahwa desertifikasi harus dipahami sebagai proses sistemik, bukan sekadar gejala lingkungan yang terlihat di permukaan. Selanjutnya buku membahas berbagai faktor yang memicu dan mempercepat desertifikasi, seperti kekeringan, perubahan iklim, kebakaran hutan, invasi spesies asing, kematian pohon, penggembalaan yang tidak tepat, ekspansi pertanian, irigasi berlebihan, eksploitasi air tanah, dan tekanan ekonomi global. Berbagai studi kasus di Spanyol digunakan untuk menunjukkan bagaimana perubahan penggunaan lahan dapat menyebabkan degradasi ekosistem dalam jangka panjang. Salah satu kontribusi penting buku ini adalah pembahasannya mengenai hubungan antara desertifikasi dan pembangunan berkelanjutan. Penulis menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang tampak menguntungkan dalam jangka pendek dapat menghasilkan dampak lingkungan dan sosial yang serius apabila tidak memperhatikan daya dukung ekosistem. Oleh karena itu, konsep Land Degradation Neutrality dan Convergence of Evidence diperkenalkan sebagai kerangka baru untuk mendeteksi, memantau, dan mencegah desertifikasi secara lebih efektif. Buku ini sangat bermanfaat bagi peneliti lingkungan, geograf, ekolog, perencana wilayah, pengelola sumber daya alam, mahasiswa ilmu lingkungan, serta pembuat kebijakan yang membutuhkan pemahaman mendalam mengenai penyebab, dinamika, dan strategi penanggulangan desertifikasi dalam konteks perubahan global. |
| 650 | # | # | $a Desertification |
| 650 | # | # | $a Land degradation |
| 700 | 0 | # | $a Cantos, Jorge Olcina |
| 700 | 1 | # | $a Martinez-Valderrama, Jaime |
| 856 | # | # | $a https://doi.org/10.1007/978-3-032-09648-7 |
| 856 | # | # | $a https://link.springer.com/book/10.1007/978-3-032-09648-7 |
| 990 | # | # | $a 252826192 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :