Page 432 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 432

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            penyuluh memerlukan informasi dari sumber fisik maka dokumen yang
            dimaksud akan dikirimkan melalui pos. Layanan ini dianggap terlalu lama
            karena  waktu  yang  dibutuhkan  untuk  pengiriman  dokumen  informasi
            yang dimaksud menjadi lebih lama. KPI harus menyediakan akses mudah
            ke informasi primer sehingga informasi yang diperlukan dapat diterima
            dengan cepat, berdasarkan atribut dan pengiriman sumber daya yang sesuai
            dengan lokasi pekerjaan penyuluh. Untuk memfasilitasi kemudahan akses
            informasi, KPI harus memberikan kata kunci yang mudah dimengerti yaitu
            dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komunitas lokal, seperti Bahasa
            Indonesia atau dalam bahasa lokal daripada Bahasa Inggris sebagai bahasa
            umum internasional. Metadata sangat penting untuk membantu penyuluh
            dalam  mengakses  sumber  daya  informasi  sesuai  dengan  kebutuhan
            informasinya khususnya ke sumber daya informasi primer.


            C. Kerangka Metadata
                Kerangka  metadata  dirancang berdasarkan alur kerja penyuluh di
            lapangan  ketika  mereka  perlu  mengakses  ke  sumber  daya  informasi
            primer  (Tri  Margono  dan  Sugimoto,  2011). Alur  kerja  akses  informasi
            penyuluh dapat dilihat pada Gambar 2. Alur ini terdiri atas tiga tingkatan,
            yaitu: Kebutuhan Informasi, Metode Akses Informasi, dan Lokasi Kerja.
            Penyuluh  harus  dapat  memperoleh  informasi  primer  sesuai  dengan
            kebutuhan dan lokasi kerjanya. Jika akses informasi tidak tersedia di pusat
            informasi lokal, penyuluh tidak harus pergi ke pusat informasi di kota. Hal
            ini disebabkan penyuluh yang bekerja di daerah pedesaan, tidak merasa
            nyaman untuk pergi ke kota yang jaraknya jauh hanya untuk mengakses
            informasi. Disamping itu mereka juga harus mengetahui lokasi yang tepat
            untuk mengakses ke sumber daya informasi primer.
                Rancangan  aksesibilitas  dalam  disain  kerangka  metadata  harus
            memperhatikan atribut yang ada dalam Tabel 5 dan 6 agar akses ke sumber
            daya  informasi  primer  dapat  dilakukan  di  seluruh  lingkungan  wilayah
            kerja penyuluh. Atribut tersebut mengekspresikan fitur lingkungan kerja
            (misalnya  “jarak  ke  pusat  informasi”),  media  komunikasi  dan  logistik,
            serta infrastruktur komunikasi yang tersedia.














            412                Kebijakan Informasi Pertanian dan Penyebarannya di Indonesia ...
   427   428   429   430   431   432   433   434   435   436   437