Page 434 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 434

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            yang dihadapi oleh penyuluh dan petani. Kunci kesuksesan adalah membuat
            konten informasi dalam portal yang bermanfaat bagi mereka dan informasi
            primernya mudah diakses dengan cepat dimanapun mereka berada. Hal ini
            untuk memastikan bahwa program diseminasi dan difusi informasi yang
            dicanangkan  benar-benar  efektif.  Sebab  peran  penyuluh  sangat  penting
            dalam  menjembatani  kesenjangan  informasi  antara  pemerintah  dengan
            petani.
                Penelitian  ini menyimpulkan  bahwa dukungan interoperabilitas
            database  dan  repositori  lintas  institusi  sangat  penting  dalam  upaya
            membangun portal informasi pertanian. Teknologi Metadata seperti Dublin
            Core dan Resource Description Framework (RDF) dapat digunakan untuk
            meningkatkan aksesibilitas ke sumber daya informasi via interoperabilitas
            portal antara  database  dan repositori guna mengoptimalkan  program
            diseminasi dan difusi informasi pertanian di Indonesia. Kerangka metadata
            perlu  dirancang  untuk  memfasilitasi  kelancaran  tugas-tugas  penyuluh,
            antara lain terhadap akses informasi primer yang sesuai dengan alur kerja
            penyuluh yang sebenarnya.  Dalam merancang  kerangka  metadata  perlu
            dipahami  bahwa  infrastruktur  dan  lokasi  kerja  penyuluh  sangat  penting
            untuk  membantu  mengembangkan  lingkungan  informasi  yang  dapat
            digunakan secara praktis.



                                   DAFTAR PUSTAKA
            Albrecht, H., Bergmann, H., Diederich, G., Großer, E., Hoffmann, V., Keller,
                 P., Payr, G., & Sülzer, R. (1989). Agricultural extension. Volume 1:
                 Basic concepts and methods. Germany: Rural Development Series,
                 Deutsche Gesellschaft für Technische Zusammenarbeit, Eschborn.
            Alston,  J.M.,  Chan-Kang,  C.,  Marra,  M.C.,  Pardey,  P.G.,  &  Wyatt,  Tj.
                 (2000). A Meta Analysis of Rates of Return to Agricultural R&D:
                 Ex Pede Herculem? Research Report: 113. 148 p. Washington DC:
                 International Food Policy Research Institute (IFPRI).
            Arnon, I. (1989). Agricultural research and technology transfer. London:
                 Elsevier Applied Science.
            Astawan,  M.  (2011).  Pangan  fungsional  untuk  kesehatan  yang  optimal.
                 Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian IPB.
            Barrett,  C.B.,  Bachke,  M.E.,  Bellemare,  M.F.,  Michelson,  H.C.,
                 Narayanan, S., & Walker, T.F. (2011). Smallholder participation in
                 contract farming: comparative evidence from five countries. World
                 Development. doi:10.1016/j.worlddev. 2011.09.006
            Baxter,  M.  &  Thalwitz,  W.  (1985).  National  policies  and  institutional


            414                Kebijakan Informasi Pertanian dan Penyebarannya di Indonesia ...
   429   430   431   432   433   434   435   436   437   438   439