Page 307 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 307
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
penjelajahan yaitu dimana seseorang mulai dengan serius mengeksplorasi
berbagai pilihan jabatan. Di awal fase ini ia mulai mengeksplorasi suatu
pengetahuan yang realistik tentang kompetensi dan kemampuannya. Dan
pada akhir tahap ini, ia memilih satu alternatif tetap sebagai pekerjaan yang
dianggapnya paling cocok. Pada fase usia 25 tahun sampai dengan umur
44 tahun individu sudah memiliki pemikiran yang masak terkait apakah
pemilihan profesi yang ditentuan telah cocok dengan dirinya atau tidak,
tahap ini dinamakan dengan tahap penetapan. Pada saat berumur antara 31
tahun sampai 44 tahun semestinya seseorang sudah mampu menentukan
pilihan yang tepat terhadap profesi yang akan dijalaninya. Akan tetapi
dalam kenyataannya, pada periode tersebut seseorang secara berkelanjutan
akan membuktikan kompetensi dan keinginannya berkaitan dengan pilihan
profesi yang sudah dipilih sebelumnya sesudah fase eksplorasi merupakan
fase mempertahankan, ini tercipta pada usia antara 45 sampai dengan 60
tahun dimana individu akan secara konsisten dan berkelanjutan tetap fokus
dan menjaga serta mempertahankan pekerjaannya. Fase yang terakhir
adalah fase kemunduran, ini terjadi pada umur 60 tahun lebih. Pada tahap
ini ditandai dengan menurunnya tingkat kerjanya seseorang dan mulai
memasuki masa pensiun.
Dengan menggunakan dasar pendekatan siklus karir dari (Dessler,
1998), maka data penelitian dapat diolah sebagaimana dapat dibaca pada
Tabel 2 dan Grafik 3.
Dari Tabel 2 dan Grafik 3 dapat dikatakan bahwa pustakawan PTI
DIY dengan usia 15 s.d 24 tahun berjumlah 2 orang (2.33%), sejumlah 12
orang (13.95%) pustakawan berusia 25 s.d 30 tahun, 19 orang atau 22,09%
pustakawan berusia 31 s.d 44 tahun, dan 53orang (61.63%) pustakawan
berusia 45 s.d 60 tahun. Tidak terdapat pustakawan yang di bawah umur
sesuai dengan UU Ketenagakerja, juga tidak ditemukan pustakawan yang
berusia di atas 60 tahun.
Dengan mendasari teori mengenai tahapan usia tersebut, dapat
dinyatakan bahwa sebagian besar usia pustakawan pada PTI di DIY ini
berada pada tahap pemeliharaan yakni dimana seseorang akan tetap terus
berkonsentrasi dan memelihara pekerjaannya (profesinya) dalam rangka
untuk mencapai kematangan karirnya.
Pendidikan dalam hal ini merupakan data tentang pendidikan formal
yang dimiliki para pustakawan PTI di DIY yang merupakan pendidikan
formal terakhir. Bagaimanapun pendidikan formal pustakawan akan
memberikan kontribusi kerja berdasarkan intelektual dan keahliannya.
Suatu pekerjaan memang memerlukan kualifikasi mengenai pendidikan
formal yang dimiliki pustakawan.
Dari hasil pengolahan data, dapat dinyatakan bahwa pegawai yang
Sugandi 287

