Page 302 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 302
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
signifikan variabel religiusitas terhadap kinerja karyawan. Hasil dari
analisis deskriptif menunjukan bahwa mayoritas karyawan Universitas
Muhammadiyah Surakarta memberikan penilaian sangat tinggi terhadap
variabel religiusitas. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa
dengan adanya praktek religiusitas yang tinggi dapat meningkatkan
kinerja karyawan. Dengan adanya keberagamaan atau religiusitas pada
seseorang dapat membentuk pribadi yang jujur, disiplin, sikap santun
dan tolong menolong, sehingga seseorang dapat selalu berpikiran positif
dalam beraktivitas. Hasil penelitian lain oleh Fitriyaningsih (2012) juga
menunjukkan hal yang sama yaitu Religiusitas memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap kinerja karyawan di BMT Yogyakarta. Namun, secara
parsial dari kelima dimensi religiusitas yaitu keyakinan, praktik agama,
pengamalan, pengetahuan dan pengalaman hanya satu dimensi saja yang
memiliki pengaruh signifikan, yaitu dimensi pengalaman. Penelitian yang
dilakukan oleh Priastuti (2015), menyimpulkan bahwa jiwa kepemimpinan
profetik dan motivasi kerja islami secara simultan mempengaruhi disiplin
kerja. Kedua variabel bebas memberikan kontribusi terhadap disiplin
kerja. Semakin tinggi penerapan kepemimpinan profetik dan motivasi
kerja islami maka semakin tinggi pula disipin kerja. Penelitian lainnya,
Alawiyah (2012) mendeskripsikan bahwa adanya pelatihan kepemimpinan
kenabian dapat memberikan peningkatan komitmen guru dalam mengajar.
Artinya seseorang yang memiliki jiwa kepemimpinan profetik secara baik,
akan berpengaruh juga terhadap dirinya dalam menjalani profesinya.
Kompetensi mempunyai pengaruh signifikan terhadap motivasi
kerja karyawan, sebagaimana hasil penelitian Saputri (2016) yang ditulis
dalam laporan penelitiannya. Hasil analisis Regresi Linier penelitian
Saputri ini membuktikan bahwa variabel kompetensi mempunyai
pengaruh signifikan terhadap motivasi kerja pegawai pada Rumah Sakit
“JIH” (angka probabilitas t-hitung (0,000) < Level of Significant (0,05).
Artinya, jika kompetensi naik dalam arti bahwa kemampuan memecahkan
masalah semakin tinggi, kreativitas kepemimpinan, dimana dalam hal ini
yang dilihat adalah keyakinan diri sendiri yang semakin meningkat, sikap
yang baik selalu dijaga dalam bekerja sama dan kesediaan pengorbanan
yang dimana semangat kerja dalam tugas yang diberikan. Ketika variabel
kompetensi meningkat maka motivasi kerja akan semakin pula. Hasil
studi ini juga selaras dengan hasil studi Listio (2010) dalam Saputri (2016)
yang melakukan penelitian di PT. Allianz Life Indonesia wilayah Jawa
Barat dimana ada pengaruh yang substansial antara kompetensi terhadap
prestasi kerja pegawai. Penelitian Faradisty (2015) menunjukkan bahwa,
kompetensi memiliki pengaruh positif kinerja auditor internal pemerintah,
sehingga semakin baik kompetensi yang dimiliki seorang auditor internal
282 Membangun Kematangan Karir Pustakawan ...

