Page 299 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 299
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
sangat terbuka lebar. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam Peraturan
Kepala Perpustakaan Nasional RI (2015) terbukti adanya kesempatan bagi
pustakawan untuk dapat membina karirnya dengan mencapai kenaikan
jabatan dalam kurun waktu satu (1) tahun dan kenaikan pangkat pada
kurun waktu setiap dua (2) tahun selama syarat-syaratnya terpenuhi. Salah
satu syarat tersebut adalah terpenuhinya angka kredit kumulatif yang
ditentukan.
Dari survei lapangan ditemukan hasil bahwa problematika yang
dihadapi pustakawan Perguruan Tinggi Islam (PTI) Daerah Istimewa
Yogyakarta (DIY) adalah: (1) tidak adanya persiapan sebelum menentukan
pilihan menjadi pustakawan; (2) pustakawan diangkat pertama kali melalui
inpassing, sehingga dalam perjalanannya banyak mengalami kendala; (3)
terdapat 44,03% pustakawan PTI DIY lebih dari 4 tahun tidak mengajukan
DUPAK, dan 13,84% diberhentikan sementara dari Jabatan Fungsional
Pustakawan, karena tidak mampu mengumpulkan Angka Kredit yang
diperlukan; (4) masih adanya pustakawan yang berpendidikan SLTA dan
non ilmu perpustakaan sebesar 29,56%; (5) secara umum masih ditemukan
adanya kelompok pustakawan ahli melakukan pekerjaan teknis; (6) lemah
dalam pengembangan sistem kepustakawanan dan pengembangan profesi;
dan (7) pada saat dilakukan penelitian belum ada yang mencapai jabatan
Pustakawan Utama.
Teori yang akan digunakan pada kajian kematangan karir pustakawan
pada studi ini adalah Teori Imbal Balik yang dikembangkan oleh Super
dalam Gonzalez (2008) yang menyebut bahwa ada faktor biografi
dan geografis yang dapat mempengaruhi pengembangan karir. Super
menyatakan bahwa, faktor internal meliputi: kecerdasan, bakat, bakat
khusus, kebutuhan, nilai, dan kepentingan. Sementara faktor eksternal
terdiri dari: ekonomi, masyarakat, pasar tenaga kerja, komunitas, keluarga,
sekolah, dan teman kerja di kantor (lingkungan kerja).
Dari uraian permasalahan di atas pada studi ini akan dibahas faktor-
faktor yang berpengaruh terhadap kematangan karir Pustakawan PTI di DIY,
antara lain: (1) kepemimpinan profetik (diadopsi dari aspek masyarakat dan
lingkungan kerja), dan (2) kompetensi (diadopsi dari aspek bakat, bakat
khusus, dan kecerdasan). Hal ini merujuk pada teori yang dikembangkan
oleh Super bahwa kematangan karir seseorang dipengaruhi oleh faktor
biografi dan faktor geografis. Faktor biografi meliputi: kecerdasan,
bakat, bakat khusus, kebutuhan, nilai, dan kepentingan. Sementara faktor
geografis meliputi: ekonomi, masyarakat, pasar tenaga kerja, keluarga,
sekolah, dan teman di kantor (lingkungan kerja).
Secara akademis, studi ini penting dilakukan dalam upaya terbentuknya
Sugandi 279

