Page 303 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 303
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
pemerintah maka akan semakin baik pula kinerjanya. Berdasarkan hasil
pengujian statistik menunjukkan nilai koefisien variabel sebesar 0,186.
Nilai ini signifikan pada tingkat signifikansi 0.05 dengan p value 0.004.
Hasil ini didukung oleh perhitungan nilai thitung 3.032 > ttabel 2.024.
Rahayuningsih dan Suparmo, (2015) melaporkan dengan kesimpulan
bahwa hasil penelitian ini membuktikan bahwa motivasi, modal manusia
dan Jabatan Fungsional Pustakawan berpengaruh terhadap pengembangan
karir pustakawan di lingkungan Perpustakaan Asosiasi Perguruan
Tinggi Katolik. Motivasi memiliki hubungan dengan pengembangan
karir pustakawan, terutama motivasi intrinsik yang berupa dorongan
berkembang dan dorongan memperbaiki kekurangan. Motivasi intrinsik
yang berupa pujian/sanjungan dan hadiah/penghargaan bukan merupakan
motif utama karena keduanya akan mengikuti saat prestasi yang diperoleh
baik dari usaha untuk berkembang dan memperbaiki kekurangan.
Modal manusia yang berupa pendidikan, pelatihan dan pengalaman
sangat mendukung pengembangan karir pustakawan. Jabatan fungsional
pustakawan berpengaruh dalam pengembangan karir pustakawan di
lingkungan perguruan tinggi anggota APTIK. Hal ini terbukti dari hasil
analisis regresi yang diperkuat oleh jawaban informan, baik pustakawan
yang tergolong tingkat ahli maupun tingkat terampil. Anis Masruri
(2016) dalam kajian bertajuk Pengembangan Kompetensi dan Pendidikan
Berkelanjutan Pustakawan PTAIN: Studi Kasus di Perpustakaan UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, 2016.
Tujuan studi ini adalah untuk mengkaji pengembangan kompetensi dan
belajar sepanjang hayat bagi pustakawan UIN Suka Jogjakarta sesuai
pandangan pustakawan, pemimpian, dan pemustaka. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kualitatif, mengambil kasus di Perpustakaan
UIN Suka Jogjakarta. Riset ini menghasilkan kesimpulan sebagai
berikut: (1) ada 6 aspek kompetensi yang perlu dikembangkan sehingga
memiliki pengetahuan dan skill yang memadai sehingga kompetensi
pustakawan UIN Suka Jogjakarta dapat meningkat. Enam aspek tersebut
meliputi: kompetensi manajerial, kompetensi manajemen informasi,
kompetensi pendidikan, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi pengembangan profesional; (2) PPB bagi pustakawan UIN
Suka Jogjakarta diselenggarakan lewat pendidikan nonformal dalam
bentuk workshop dengan merujuk pada prinsip pengajaran orang dewasa
(andragogi). Bahan pengajaran yang diberikan mencakup: studi minat dan
kebutuhan informasi, pemilihan materi perpustakaan, pengadaan materi
Sugandi 283

