Page 301 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 301
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Nisaa’ [4]: 59, Al Israa [17]:18,19, Yaasiin [36]:23, An Nahl [16]:43, Al
Israa’[17]: 36, Al Baqarah [2]:13, Thaha [20]:75, Al Insyirah [94]:7).
4. Indikator Tabligh (komunikatif): open management, amar makruf nahi
munkar, communication skills, lawannya menyembunyikan. (Q.S. Al
Maaidah [5]: 79, An Nuur [24]:54, An Nahl [16]:125, Al A’raf [7]:62,
Al Imran [3]: 110, Al Maaidah [5]:67, An Nisaa’ [4]:36,37, Al Baqarah
[2]:159).
Kompetensi sebagai sebuah perkara yang fundamental yang wajib
dipunyai oleh setiap pegawai termasuk pustakawan dalam melaksanakan
pekerjaannya. Simamora (2002) berpendapat kompetensi akan didapat
lewat belajar dan profesionalisme, dimulai dari penguasaan kemahiran
dan keahlian yang dibutuhkan dalam penugasannya sebagai pustakawan.
Kompetensi juga menuntut seorang pustakawan harus mampu
meningkatkan kemampuannya melalui belajar seumur hidup selama
menjalani karir mereka. Seluruh pegawai dan pustakawan wajib mempunyai
kapabilitas diri dan berinstropkesi apakah pendidikan, pengalaman, dan
kinerjanya telah memenuhi standar terhadap amanah yang akan mereka
jalani. Kapabilitas pegawai dan pustakawan serta pekerjaan bidang lain
pada umumnya pengaruhi oleh: (1) ijazah sarjana S1, S2 dan atau S3, (2)
pendidikan dan pelatihan (diklat) dan pra jabatan, dan (3) magang sesuai
dengan bidang profesi yang akan dijalani.
Purwono (2014) menjelaskan bahwa landasan yang dapat dipakai
sebagai penyusunan kurikulum Ilmu Perpustakaan dan Informasi meliputi
tiga kompetensi utama, yaitu: (1) kompetensi keterampilan (skill):
katalogisasi, klasifikasi, entri data dan otomasi, pelabelan dan shelving,
penanganan arsip dan dokumentasi pembuatan perangkat layanan,
pembuatan media promosi; (2) kompetensi manajerial: analisis pemustaka,
kajian pemustaka, pembuatan program akuisisi, pembuatan progran
pengolahan koleksi terkomputasi, pemilihan sistem klasifikasi, program
penataan arsip dan dokumentasi, perancangan sistem layanan, perancangan
kegiatan pemasaran dan promosi; (3) kompetensi keilmuan: teori informasi
dan kepustakawanan, etika dan profesionalisme penanganan informasi dan
perpustakaan, arsip dan dokumentasi bagi kehidupan masyarakat.
Sejumlah penelitian yang dilakukan di tempat lain telah
mengidentifikasi beberapa faktor yang mempengaruhi kematangan karir
bagi karyawan, antara lain: Mandayun (2015) yang mengkaji tentang
kinerja karyawan di Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikan
bahwa religiusitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hasil penelitian
dapat dilihat dari angka p value lebih kecil dari tingkat signifikansi
= 5% atau (0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh
Sugandi 281

