Page 47 - index
P. 47

Bab 21: Netnografi dan Studi tentang Komunitas Cyberspace


                               Meski metode interpretif, terutama fenomenologi menjanjikan
                           penjelasan dan hasil yang mendalam secara empatif dari kacamata
                           subjek, tetapi untuk fokus subjek yang spesifik —dalam hal ini komunitas
                           cyberspace— diakui atau tidak membutuhkan metode yang lebih spesifik.
                           Dalam penelitian yang fokusnya komunitas cyberspace, maka metode
                           penelitian yang diyakini bakal menghasilkan temuan yang lebih mendalam,
                           dan karena itu seyogianya digunakan selama proses pengumpulan data
                           adalah apa yang disebut dengan istilah etnografi online atau netnography,
                           sebuah metode baru dalam studi ilmu sosial yang merupakan adaptasi
                           dan perkembangan dari studi etnografi yang disesuaikan untuk mengkaji
                           masyarakat virtual atau komunitas cyberspace (Kozinets, 2010). Christine
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           Hine (2005) menyebut metode yang sesuai dengan kebutuhan memahami
                           masyarakat virtual sebagai virtual ethnography, atau yang dalam istilah
                           Robert V. Kozinets (2010) disebut dengan istilah netnography.
                               Bagi peneliti ilmu sosial, khususnya yang menggunakan perspektif
                           cultural studies, penggunaan metode netnography dalam riset sosial
                           yang menghadapi setting masyarakat di mana penggunaan teknologi
                           informasi sudah benar-benar memasyarakat memang merupakan tantangan
                           tersendiri. Munculnya media interaksi sosial baru di dunia maya, seperti
                           situs web, blog, dan situs jejaring sosial lain bukan hanya menantang
                           metodologi riset konvensional, tetapi juga menuntut kemampuan peneliti
                           untuk lebih peka dan teliti dalam menangkap kerumitan hubungan antara
                           manusia dan teknologi informasi itu sendiri. Dalam istilah Benelto-
                           Montagut (2011), perkembangan dan perubahan sosial yang terjadi di
                           masyarakat, terutama karena kehadiran internet dan informasi sosial,
                           serta teknologi komunikasi ke dalam dunia riset dan metodologinya
                           memang menuntut sikap dan perhatian baru dari metode etnografi agar
                           dapat diperoleh pemahaman terbaru yang holistis tentang kehidupan
                           sosial terkini. Benelto-Montagut sendiri lebih suka menggunakan istilah
                           “etnografi yang diperluas” daripada netnography.

                               Sama dengan metode etnografi, dalam penerapan metode netno-
                           graphy yang penting adalah berusaha lebih menekankan pada upaya
                           eksplorasi terhadap hakikat atau sifat dasar fenomena sosial tertentu,
                           —bukan melakukan pengujian hipotesis atas fenomena tersebut—, dan
                           melakukan interpretasi makna dan fungsi berbagai tindakan manusia.
                           Inti penelitian etnografi maupun netnography sesungguhnya adalah
                           hasil dialog dan upaya mencapai kesepakatan pragmatis tentang makna
                           di antara peneliti dan subjek yang diteliti melalui praktik penelitian


                                                                                                 259
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52