Page 50 - index
P. 50

Metode Penelitian Sosial


                           dalam metode etnografi yang pertama perlu dilakukan peneliti adalah
                           mencari dan menemukan informan kunci (Laksmi, 2009: 710). Sudah
                           barang tentu informan kunci yang harus dicari peneliti netnografi bukan
                           hanya informan yang merupakan anggota komunitas cyberspace —di mana
                           mereka adalah orang-orang yang familiar dengan gadget dan perangkat
                           teknologi informasi lainnya, tetapi mereka juga harus merupakan orang
                           yang terbiasa berinteraksi di dunia internet dan menghabiskan sebagian
                           besar waktu luang dan kehidupan sehari-harinya untuk berselancar di
                           dunia maya dan mengembangkan jejaring sosial dengan sesama fandom
                           di komunitas cyberspace.
                               Wawancara mendalam, dalam studi netnografi penting dilakukan,
                                    PRENADAMEDIA GROUP
                           terutama untuk mengungkap pengalaman hidup (life experience)
                           yang menekankan pada konstruksi simbolis (pandangan personal)
                           dan kontekstual (pandangan sosial) subjek, termasuk gaya hidupnya:
                           bagaimana subjek mengisi waktu luang mereka dan bagaimana pula mereka
                           melakukan  aktivitas berselancar di dunia maya dan mengembangkan
                           interaktivitas dengan sesama anggota komunitas virtual, termasuk
                           bagaimana mereka mengembangkan virtual culture. Dalam studi yang
                           menggunakan metode netnography, selama proses pengumpulan data,
                           peneliti selain melakukan wawancara dan mencatat secara perinci apa
                           yang diinformasikan dan yang dilakukan informan, juga diharapkan
                           melakukan pelacakan dan pencatatan terhadap situs web, blog, atau apa
                           pun aktivitas yang terekam di akun-akun informan, termasuk aktivitas
                           mereka berselancar dan bermain game, chatting, facebook, twitter,
                           membaca fiksi digital, dan lain-lain.
                               Dalam studi yang mengkaji komunitas cyberspace, sejak awal perlu
                           disadari bahwa kombinasi yang seimbang antara studi etnografi fisik
                           dan etnografi digital akan dapat menghasilkan data dan kisah yang lebih
                           mendalam dan lengkap. Dalam studi yang meneliti sebuah komunitas di
                           dunia maya, sebagian informan memang dapat ditemui dan diwawancarai
                           secara mendalam di lapangan. Tetapi, untuk memperoleh pemahaman
                           yang lebih lengkap, selain wawancara lapangan, yang tak kalah penting
                           adalah bagaimana menggali data di komunitas virtual, baik dengan cara
                           melakukan wawancara dengan menggunakan e-mail, facebook, webcam,
                           dan lain-lain. Dalam proses pengumpulan data di lingkungan komunitas
                           virtual, peneliti akan jauh lebih baik jika melakukan observasi dan
                           penggalian data secara partisipatif. Dengan cara melakukan penelitian
                           yang partisipatif, peneliti besar kemungkinan akan lebih mudah diterima


                       262
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55