Page 51 - index
P. 51
Bab 21: Netnografi dan Studi tentang Komunitas Cyberspace
dan masuk dalam lingkungan komunitas virtual yang terkategori tengah
dikaji, tanpa harus berisiko subjek yang dikaji akan mengambil jarak dengan
peneliti. Dalam penelitian netnografi, peneliti biasanya akan menggali
data dari komunitas virtual melalui partisipasi ke dalam situs jejaring
sosial, karena—seperti dikatakan Dhiraj Murthy (2008)—bagi etnografi
digital atau penelitian netnography, situs jejaring sosial berguna, antara
lain karena sejumlah alasan berikut. Pertama, karena situs adalah penjaga
pintu virtual dengan rangkaian teman yang berpotensi menjadi informan
dalam riset. Kedua, situs berisikan penyimpanan materi multimedia
yang sangat kaya, yang berhubungan dengan pergerakan atau grup
sosial marginal. Ketiga, karena ahli etnografi akan dapat bersembunyi
PRENADAMEDIA GROUP
mengamati interaksi sosial dari anggota di komunitas virtual dengan
mengumpulkan sedikit demi sedikit jenis data etnografi yang belum
tersedia sebelumnya.
Meneliti, dan memahami kehidupan serta perilaku komunitas
cyberspace harus diakui bukanlah hal yang mudah, karena membutuhkan
berbagai penyesuaian dengan konteks perkembangan masyarakat yang
telah berubah karena dipengaruhi perkembangan teknologi informasi
dan internet. Dengan menggunakan metode netnography, berbagai
tantangan dan kelemahan dari metode penelitian ilmu sosial diharapkan
akan dapat diatasi, sehingga dapat diperoleh hasil studi yang benar-benar
kontekstual dan holistik.
263

