Page 135 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 135
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
Dari sumber yang lain disebutkan bahwa keterampilan sosial adalah
kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain dengan cara-cara yang
dapat diterima secara sosial dan membawa manfaat bagi diri sendiri
maupun orang lain secara timbal balik. Keterampilan sosial (Social Skills)
itu intinya adalah kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri untuk
berinteraksi dengan diri sendiri, orang lain, dan lingkungannya secara
baik.
Sebagai sebuah sumber informasi, perpustakaan juga merupakan
suatu instansi pendidikan non formal yang menyediakan koleksi dan
informasi yang beraneka ragam dan berguna untuk mengubah cara berpikir,
bertingkah laku dan berperasaan dalam menghadapi proses kehidupan yang
terus berubah. Fungsi inilah yang menjadi kunci atau informasi pustakawan
dalam menjalankan tugasnya, dimana pustakawan tidak cukup hanya
menyediakan akses informasi, tapi juga menjadikan informasi tersebut
bermanfaat bagi pemustaka dalam rangka mencapai masyarakat cerdas dan
berpikir kritis, menuju masayarakat yang ‘independent learners’.
Perilaku asertif bagi pustakawan merupakan hal yang sangat penting
dalam berhubungan interpersonal dalam melaksanakan pekerjaan sehari-
hari di perpustakaan. Tugas pustakawan tidak dapat dipisahkan dari tugas
dan fungsi perpustakaan sebagai lembaga penyedia dan pengelola informasi
yang bertugas untuk memberikan akses seluas-luasnya bagi pemustakanya
untuk mendapatkan informasi yang tepat secara efisien. Tugas tersebut
mengharuskan para pustakawan mempertinggi sikap asertif. Kemampuan
berinteraksi merupakan hal utama dalam memberikan layanan informasi
sumber-sumber informasi di perpustakaan. Segala aktivitas di perpustakaan
berkaitan erat dengan kemampuan berinteraksi, baik antar pustakawan
maupun antara pustakawan dan pemustaka.
Salah satu teknik berinteraksi yang sangat tepat dimiliki pustakawan
adalah perilaku asertif, yaitu kemampuan menerapkan strategi
berkomunikasi yang tepat sesuai karakter pemustakanya. Perilaku
asertif menyangkut ekspresi pikiran, perasaan yang positif dan berkaitan
dengan ekspresi perasaan negative. Perilaku asertif ini merupakan
pengembangan diri yang positif. Menurut Docker, dikatakan bahwa
perilaku asertif meruapakan perilaku yang jujur, langsung dan ekspresi
yang penuh penghargaan terhadap pikiran, perasaan dan keinginan
dengan mempertimbangkan perasaan dan hak-hak orang lain. Inti dari
perilaku asertif adalah kemampuan mempertahankan hak, kemampuabn
mengekspresikan diri, langsung, terbuka dan jujur serta menghargai hak
orang lain. Pernyataan tegas pustakawan dalam meng’handle’ segala
layanan informasi sumber-sumber informasi di perpustakaan.
Pustakawan yang menerapkan interaksi asertif memiliki ciri-ciri
Sri Rohyanti Zulaikha 115

