Page 136 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 136

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            kemampuan  mempertahankan  hak-haknya tanpa mengorbankan  hak
            orang lain, seelalu berinteraksi berdasarkan “saling menghargai” dan
            selalu  berusaha menemukan jalan  keluar  untuk kepentingan  bersama,
            menjadi pendengar aktif, objektif dan tidak emosional dalam menghadapi
            pemustakanya,  memiliki  kekuatan  personal  dan  mau  berbagi  kekuatan
            yang dimiliki dengan orang lain, mendapatkan ‘respect’, dukungan dan
            diterima  dengan  positif  oleh  lingkungan  dan  memiliki  “good  sense  of
            humor” serta siap menanggung resiko yang mungkin timbul dari pekerjaan
            pustakawan,  dan  menjadi  bertanggung  jawab,  memiliki  integritas  dan
            kebebasan berpendapat dan berdiskusi dengan pemustaka.
                Jakubowski,  1973  dalam  Caputo  menjelaskan  bahwa  orang-orang
            cenderung  lebih  nyaman  menerima  kenyataannya  adanya  hak yang
            paling mendasar dalam diri manusia, yaitu hak asertif, hak interpersonal.
            Dengan demikian, setiap orang yang ada di perpustakaan akan menjalin
            interaksi yang asertif akan menghasilkan hubungan yang harmonis antara
            pustakawan  dan  pemustakanya,  dimana  masing-masing  pihak  dapat
            saling memahami dan menghargai sehingga lebih memudahkan untuk
            memecahkan suatu permasalahan.
                    Pustakawan  yang  asertif  menjadi  salah  satu  modal  dalam
            meningkatkan  layanan  kepada  sumber-sumber  informasi  terhadap
            pemustaka, apalagi di era revolusi industri 4.0. Tuntutan smart librarian
            yang akan menghasilkan smart services menjadi harapan bagi seluruh
            pemustaka.  Pustakawan  yang  asertif  ini  akan  memberikan  perubahan
            paradigm dalam sebuah layanan di perpustakaan.


                                      III. PENUTUP
                Pedoman Perilaku asertif bagi pustakawan merupakan hal yang sangat
            penting dalam berhubungan interpersonal dalam melaksanakan pekerjaan
            sehari-hari di  perpustakaan,  terlebih  di  era  revolusi  industri  4.0.  Tugas
            pustakawan  tidak  dapat  dipisahkan  dari  tugas  dan  fungsi  perpustakaan
            sebagai lembaga penyedia dan pengelola informasi yang bertugas untuk
            memberikan akses seluas-luasnya bagi pemustakanya untuk mendapatkan
            informasi  yang  tepat  secara  efisien.  Tugas  tersebut  mengharuskan  para
            pustakawan  mempertinggi  sikap  asertif.  Kemampuan  berinteraksi
            merupakan  hal  utama  dalam  memberikan  layanan  informasi  sumber-
            sumber informasi di perpustakaan sebagai wujud dari smart product. Segala
            aktivitas di perpustakaan berkaitan erat dengan kemampuan berinteraksi,
            baik antar pustakawan maupun antara pustakawan dan pemustaka. Dengan






            116                         “Assertive Librarian” dan Tantangan Perpustakaan ...
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141