Page 132 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 132
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
suatu yang kritis.
10) Memiliki komitmen untuk selalu belajar dan merencanakan
pengembangan kariernya.
11) Mampu mengenali nilai dari kerjasama secara profesional dan
solidaritas.
12) Memiliki sifat positif dan fleksibel dalam menghadapi perubahan.
Kompetensi pustakawan bisa berjalan dengan baik dan sesuai standar
jika semua sistem mendukung dan mensupport implementasi kompetensi
tersebut (Supriyanto, 2008). Pihak-pihak terkait, semua saluran komunikasi
akan membantu memperlancar wujud dari kompetensi pustakawan.
Tiga pihak yang mempunyai kepentingan terhadap standar kompetensi
pustakawan (Kartini, 2008).
1. Pertama adalah perpustakaan. Bagi perpustakaan, standar
kompetensi pustakawan dapat dipergunakan sebagai pedoman untuk
merekrut pustakawan dan mengembangkan program pelatihan agar
tenaga perpustakaan mempunyai kompetensi atau meningkatkan
kompetensinya.
2. Kedua adalah lembaga penyelengara sertifikasi pustakawan. Bagi
lembaga sertifikasi pustakawan, standar kompetensi pustakawan
dapat dipergunakan sebagai acuan dalam melakukan penilaian kinerja
pustakawan dan uji sertifikasi terhadap pustakawan.
3. Sedangkan pihak ketiga adalah pustakawan. Bagi pustakawan standar
kompetensi pustakawan dapat dipergunakan sebagai acuan untuk
mengukur kemampuan diri untuk memegang jabatan pustakawan.
Dari uraian di atas, menjadi pustakawan yang mempunya kompetensi
itu bisa dilalui dengan berbagai cara, beragam usaha dengan terukur dan
teruji, sehingga dapat mewujudkan profesi yang handal buat pemustakanya
di perpustakaan.
D. Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 1.0 ditandai dengan dimulainya mesin uap dalam
proses produksi barang. Revolusi industri 2.0 terjadi pada Perang Dunia
1 dengan ditandainya terproduksinya ribuan barang-barang perang yang
tercipta dari pabrik. Pada revolusi industri 3.0, abad industri akhirnya
perlahan mulai berakhir, abad informasipun dimulai. Revolusi industri
4.0 ditandai dengan segalanya digital, segalanya dalam genggaman sebuah
tangan dalam smartphone dan yang terkait. Revolusi industri 4.0 inilah
yang kemudian mengubah peradaban manusia termasuk pada peran
pustakawan dalam melayani pemustaka di perpustakaan. Revolusi industri
112 “Assertive Librarian” dan Tantangan Perpustakaan ...

