Page 406 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 406

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            literasi kesehatan masyarakat setempat.
                Lebih jauh lagi, kajian ini menyiratkan bahwa di Indonesia standar
            literasi informasi kesehatan dirumuskan dengan cara yang sama  seperti
            standar  indikator  pada  ketrampilan  literasi  informasi  individu  telah
            dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Komunikasi
            dan  Informatika  (Menkominfo).  Standardisasi  tersebut  bertujuan  untuk
            mengukur ketrampilan  literasi  informasi  yang  diperoleh  masyarakat
            melalui standarisasi rencana strategis jangka menengah dan jangka panjang
            dari berbagai program di bidang kesehatan. Ini juga berarti bahwa program
            yang  diformulasikan  oleh  pemerintah  harus  sesuai  dengan  kebutuhan
            praktis dari informasi kesehatan dan komunikasi masyarakat.
                Selain itu, media modern juga telah digunakan untuk penyampaian
            berbagai bentuk  informasi  kesehatan  masyarakat,  sementara  berbagi
            pengetahuan  sebagian  besar  dilakukan  oleh  individu  menggunakan
            teknologi informasi sebagai salah satu bentuk pendidikan publik. Selain
            itu, rubrik Surat Kabar dan Jurnalisme warga menggunakan media cetak
            dan elektronik telah menyediakan ruang publik untuk berbagi informasi
            tentang kesehatan dan penyakit. Kemudahan akses dan biaya yang rendah
            untuk akses ke informasi di bidang kesehatan hendaknya di ikuti dengan
            standarisasi dari isi informasi yang disampaikan melalui media modern/
            media  baru, untuk mencegah  pelanggaran  privasi dari undang undang
            informasi dan Teknologi Elektronik (ITE) (hukum transaksi dan informasi
            elektronis, kebebasan informasi UU ) yang diberlakukan di Indonesia. Oleh
            karena itu, pengawasan dari berbagai  pihak yang terlibat  dalam  bidang
            informasi dan komunikasi harus berkembang menjadi ujung tombak dalam
            pengendalian penyebaran informasi kesehatan.
                Dalam rangka memperoleh pemahaman yang sama tentang interpretasi
            mengenai  etika  dan  regulasi  di  bidang  komunikasi  dan  informasi,
            berbagai asosiasi profesional termasuk < Komisi Penyiaran Indonesia <
            harus memainkan peran gatekeeper media modern. Sementara itu, media
            tradisional sering diintegrasikan sebagai medium untuk menyampaikan
            informasi informasi kesehatan modern, seperti pertunjukan wayang yang
            juga disiarkan di televisi, radio, atau melalui internet di YouTube, sehingga
            lebih banyak orang dapat memperhatikan biaya yang relatif murah.
                Konsep  promosi  kesehatan  lokal  dan  pencegahan  penyakit
            mencerminkan  nilai  pengetahuan masyarakat  adat  masyarakat  Sunda,
            yang baru-baru ini direkondisi  dalam  pembangunan  daerah di bidang
            perawatan kesehatan, pertanian, perumahan, penanaman pohon, dan pola
            peternakan saat ini. Karena studi tersebut secara tidak jelas menunjukkan
            bahwa pengetahuan dan praktek kesehatan adat mencerminkan kekayaan
            warisan masyarakat Sunda, implikasi praktis dari studi ini adalah untuk

            386                Pemanfaatan Sistem Informasi dan Komunikasi Kesehatan Jamak
   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410   411