Page 405 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 405

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            program  literasi  informasi  kesehatan  harus  dikembangkan  bekerjasama
            dengan berbagai pemangku kepentingan  dalam  rangka mendidik
            masyarakat setempat dalam hal pentingnya kesehatan dan pencegahan
            penyakit. Studi ini juga menunjukkan bahwa lembaga pemerintah yang
            terdesentralisasi harus memperhitungkan tingkat informasi kesehatan yang
            berlaku dengan memahami  masalah yang ada di masyarakat setempat,
            karena penelitian ini juga menyiratkan bahwa pemahaman lokal tentang
            kesehatan  dan penyembuhan  sangat penting  untuk proses pengambilan
            keputusan oleh masyarakat.
                Literasi  informasi  kesehatan  juga  diakui  sebagai  langkah  penting
            menuju  pendidikan  masyarakat  sedini mungkin pada proses  globalisasi
            informasi  kesehatan,  dapat  ditingkatkan  melalui  pendidikan kesehatan
            praktis,  terutama  di  bidang  informasi  kesehatan  kepada  masyarakat
            melalui  kedua lembaga,   tradisional  dan modern. Sebuah implikasi
            penting adalah bahwa keterlibatan lebih lanjut dari lembaga lokal dalam
            penyebaran  informasi  kesehatan  sebagai  penting  untuk  meningkatkan
            literasi informasi dari penduduk setempat harus didorong oleh pemerintah.
            Peningkatan  tingkat  literasi  informasi  kesehatan  juga  harus  mencakup
            kegiatan  preventif  dalam  kesehatan,  dimana  individu  yang  memiliki
            pengetahuan lanjutan tentang kesehatan cenderung memiliki kemampuan
            untuk mencari, mengakses, dan memanfaatkan informasi kesehatan dengan
            tepat untuk membimbing perilaku kesehatan dan penyakit mereka. Sejak
            adanya penyediaan  informasi  kesehatan  di  internet  dan  melalui  sistem
            penilaian keterangan sehat online (SPIKO) (Sistem Pencarian Informasi
            Kesehatan Online) baru-baru ini diperluas, mereka juga harus menjadi alat
            praktis dalam informasi kesehatan kegiatan literasi dalam rangka untuk
            memilih dan memantau akurasi dari berbagai bentuk informasi kesehatan.
            Oleh karena itu, perangkat lunak SPIKO perlu dikembangkan lebih lanjut
            sehingga dapat digunakan oleh lebih banyak orang.
                Demikian  pula,  alur  komunikasi  dua  arah  sebagai  strategi  untuk
            mencapai masyarakat yang literat harus lebih fokus pada pelatihan literasi
            informasi  kader  pemberdayaan  kelompok  keluarga  (PKK)  sehingga
            informasi  yang  diperoleh  dapat  disebarkan  kepada  anggota  komunitas
            lainnya.  Studi ini juga menyiratkan  bahwa ketika  pendidikan  literasi
            kesehatan  dapat  dilakukan  dalam  kerjasama  dengan  berbagai  instansi
            terkait, termasuk Universitas, akan lebih selaras dengan masalah praktis
            yang ada di masyarakat, dan dengan demikian menjadi lebih efektif. Dalam
            konteks ini, Fakultas Kedokteran dan Prodi Ilmu Perpustakaan Fakultas
            komunikasi memberikan contoh di mana dukungan kelembagaan tersebut
            secara  khusus memeriksa  tingkat  literasi  informasi,  sehingga  dapat  di
            rencanakan peningkatan keahlian itu lebih baik serta meningkatkan tingkat

            Wina Erwina                                                   385
   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409   410