Page 402 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 402
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
kedua sistem menunjukkan gambaran yang agak mirip dominasi Skor
sangat rendah dan rendah, menyediakan dasar untuk perbandingan antara
dan dalam kedua sistem.
B. Implikasi metodologis
Selain implikasi teoretis yang disebutkan di atas, adalah implikasi
metodologis studi di Sukamiskin juga layak menjadi perhatian khusus.
Pilihan metodologis pertama dari metodologi etno-ilmu pengetahuan,
yang dikembangkan dalam <pendekatan Ethnosystems Leiden>, telah
menunjukkan efektivitas dan fungsi pemahaman dan menjelaskan fenomena
lokal yang relevan, yang menyiratkan sangat diperlukan pelaksanaan
pendekatan ini dalam studi serupa tentang pengetahuan masyarakat adat,
keyakinan dan praktik seperti dalam hal ini informasi kesehatan dan
komunikasi di tingkat masyarakat. Lebih jauh lagi, fungsi dari model
konseptual dari perilaku pemanfaatan antarbudaya responden-dikembangkan
oleh Slikkerveer (1990; 1995) dipilih untuk studi dan analisis di sukamiskin,
telah menunjukkan sebenarnya pengukuran penyebaran faktor dan variabel
yang relevan yang menunjukkan berbagai tingkat signifikansi dalam analisis
bertahap berikutnya data yang dikumpulkan dari survei rumah tangga.
Meskipun studi ini telah dilakukan dalam konteks dua sistem informasi dan
komunikasi tradisional dan modern kesehatan yang berbeda (T&MHICS)
di wilayah Sunda di Jawa Barat, pendekatan komparatif dari penelitian
kualitatif dan kuantitatif komponen telah berkontribusi pada pemahaman
yang lebih baik dan penjelasan perilaku pemanfaatan masyarakat lokal dari
kedua sistem di tingkat masyarakat di bidang penelitian.
Kegunaan analisis bertahap terkait dalam hal bivariate, beberapa
hubungan, multivarian dan analisis regresi beberapa didukung oleh hasil
yang menarik, yang menunjukkan relevansi langsung ke tidak hanya
masyarakat setempat dari masyarakat Sukamiskin, tetapi juga untuk
situasi sistem informasi dan komunikasi kesehatan jamak (PHICS) di
tempat lain di Indonesia. Dengan cara ini, orientasi metodologis dan hasil
dari penelitian ini menghubungkan baik dengan tradisi studi serupa baru-
baru ini dilakukan di Afrika Timur, Indonesia dan daerah Mediterania (cf.
Anak Agung Gde Agung 2005; Ibui 2007; Leurs 2010; Djen Amar 2010;
Ambaretnani 2012; Chirangi 2013; Aiglsperger 2014).
C. Implikasi praktis
Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit secara umum dianggap
sebagai dasar utama bagi perkembangan masyarakat yang sehat di
Indonesia, pilihan yang memadai dari sumber informasi dan komunikasi
kesehatan telah terkait, sebagaimana disebutkan di atas, relevansi langsung
382 Pemanfaatan Sistem Informasi dan Komunikasi Kesehatan Jamak

