Page 415 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 415
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
bagi penyuluh berdasarkan kebutuhan informasi mereka untuk mengembangkan
kerangka kerja metadata guna membantu penyuluh dalam mengakses ke sumber
daya informasi primer. Data dikumpulkan berdasarkan tinjauan literatur dan
survei menggunakan kuesioner dan wawancara dengan penyuluh dan pejabat
pemerintah yang bertanggung jawab atas tugas penyuluh di lapangan. Data yang
diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tentang
kesenjangan informasi terdapat pada masalah: (1) anggaran, (2) desentralisasi, (3)
pengembangan sumber daya manusia, (4) konten informasi, dan (5) infrastruktur.
Penelitian juga menunjukkan bahwa meskipun sumber daya informasi sekunder
dapat diakses, namun tidak untuk informasi primer. Penyediaan portal database
khusus (online) oleh Pusat Informasi sangat penting bagi penyuluh dalam
mengatasi masalah konten. Namun demikian, interoperabilitas lintas-institusional
dari database dan repositori adalah masalah penting yang perlu dipersiapkan dalam
menyediakan portal informasi pertanian. Metadata sederhana untuk menemukan
sumber daya informasi tidaklah cukup memenuhi kebutuhan penyuluh karena
keragaman lingkungan kerja mereka. Sangat penting memasukkan atribut dalam
desain metadata untuk mengekspresikan fitur lingkungan kerja-jarak ke pusat
informasi, media komunikasi dan logistik, dan infrastruktur yang tersedia - untuk
memilih dan menyampaikan sumber informasi yang sesuai bagi setiap penyuluh.
Kerangka kerja metadata dirancang berdasarkan masalah kesenjangan yang ada,
termasuk elemen deskriptif, tidak hanya untuk konten intelektual tetapi juga untuk
komunikasi, logistik, dan kondisi lokasi akses.
Kunci: Informasi pertanian; Penyebaran informasi secara selektif; Komoditas
pertanian; Pangan fungsional; Penyuluh pertanian; Metadata; Indonesia.
Abstract
In the agricultural research field, recent trend analyses in the commodity’s
sector indicate that increases in commodity production is dependent on yield
improvements. The improvement of the commodities yield can be done by using
technology and new varieties of crops also can be done by promoting those
commodities yield. In Indonesia, rice as fungtional food ingredient is the main
food consumed. The author has reported that research trends in this country before
2012 on rice focused on fertilizers and plant genetics and breeding. Unfortunately
agricultural information shared by Indonesia is very limited when compared with
information shared by other countries in Southeast Asia and East Asia, while such
information is crucial and needed by extension workers (EWs) and farmers. This
is due to the fact that existing information in the database is managed by using
the individual languages of the countries rather than in the international common
language, English. Therefore it is difficult for the global community to find useful
agricultural information from another country. Based on this understanding of
the current circumstances, the author conducted a survey to find out the problems
faced by the Indonesian government and potential users, in this case the EWs.
Tri Margono 395

