Page 417 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 417

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Indonesia memiliki sekitar 29 ribu penyuluh pertanian sebagai pejabat
            pemerintah dan 15 ribu penyuluh pertanian swasta (Kementerian Pertanian,
            2009) yang berfungsi untuk menjembatani kesenjangan antara pemerintah
            dan sekitar 25,3 juta petani (lebih dari 10 persen dari total populasi) di
            Indonesia (Ikhwan, 2010). Ini berarti satu penyuluh harus dapat mendukung
            sebanyak 575 petani di berbagai lokasi. Namun pada kenyataannya, petani
            atau  penyuluh  sebagai  pengguna  potensial  informasi  pertanian  masih
            menghadapi  banyak  kendala  dalam  memperoleh  informasi  primer  yang
            diperlukan,  terutama  dalam  akses  informasi  ke  sumber  daya  informasi
            online yang telah disediakan oleh pusat informasi pertanian. Oleh karena
            itu perlu dicari solusi untuk menyelesaikan masalah ini.
                Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikasi:  1)  sumber
            daya  informasi  yang  disediakan  oleh  pemerintah  untuk  mendukung
            tugas penyuluh di lapangan; 2) masalah kesenjangan antara pemerintah
            Indonesia) dan penyuluh serta masalah terkait informasi pertanian online
            yang  disediakan  oleh  pemerintah  untuk  penyuluh;  dan  3)  sumber  daya
            informasi yang penting bagi penyuluh berdasarkan kebutuhan informasi
            mereka  dan  untuk  mengembangkan  kerangka  metadata  agar  dapat
            membantu  penyuluh  dalam  mengakses  sumber  daya  informasi  yang
            disediakan.  Ruang  lingkup  studi  komoditas  pertanian  dibatasi  untuk
            menggambarkan informasi tentang komoditas pertanian di negara-negara
            Asia dalam database AGRIS.
                Meskipun fokusnya terbatas pada kegiatan pencarian informasi hanya
            dalam satu database, penting untuk mendapatkan data di awal studi, yang
            berlaku untuk informasi pertanian umum. Ruang lingkup studi penyuluh
            terbatas  pada  masalah  yang  terkait  dengan  informasi  pertanian  online.
            Meskipun informasi tidak dapat diperoleh dari seluruh jumlah penyuluh
            yang ada, tetapi data yang diperoleh dari survei berlaku untuk masalah
            umum tentang akses informasi.
                Asumsi dari penelitian ini adalah jika pemerintah telah menyediakan
            informasi pertanian secara online sesuai dengan yang dibutuhkan maka
            penyuluh  dapat  mengakses  informasi  di  mana  saja  di  wilayah  kerjanya
            dengan mudah. Sedangkan hipotesis penelitian ini adalah bahwa sumber
            daya  informasi  yang  disediakan  oleh  pusat  informasi  pertanian  dapat
            diakses secara online oleh petani atau penyuluh dengan cepat dan tepat.
            Ini berarti informasi utama dapat diakses dalam waktu kurang dari sehari
            dibandingkan dengan layanan pengiriman pos yang memakan waktu mulai
            dari satu hari hingga lebih dari sebulan.






            Tri Margono                                                   397
   412   413   414   415   416   417   418   419   420   421   422