Page 422 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 422
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
2005) untuk tujuan pembangunan pertanian dan pedesaan. Di sebagian besar
negara berkembang, penyuluh pertanian harus memiliki hubungan yang
erat dengan peneliti (Kaimowitz, 1990). Kegiatan penyuluhan pertanian
di Indonesia dilakukan oleh Kementerian Pertanian Indonesia (KPI).
KPI memiliki beberapa satker di provinsi yang disebut “Dinas Pertanian
(DP)”. Tugas DP adalah membantu gubernur di pemerintah daerah untuk
pengembangan tanaman pangan, hortikultura, kehutanan, peternakan,
perikanan dan layanan penyuluhan. Dalam melaksanakan tugas-tugasnya,
DP berfungsi sebagai perumus kebijakan teknis di bidang pertanian,
layanan publik pertanian, pengembangan dan implementasi tugas teknis
di bidang pertanian, dan pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan
oleh gubernur. Guna memperlancar tugas-tugas tersebut di pedesaan, DP
dibantu oleh para penyuluh pertanian. Penyuluh yang dimaksud telah
dilatih dengan baik oleh Divisi Pelatihan KPI. Namun demikian hingga saat
ini kegiatan penyuluhan pertanian dinilai belum efektif karena lemahnya
hubungan antara DP dengan pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan
tidak selarasnya produksi pertanian dengan pemasaran produk (Kadir, et
al., 2002).
Layanan Short Message Service (SMS) yang diterapkan oleh KMI
dinilai positif dan sangat membantu penyuluh dan petani, seperti halnya
yang telah diterapkan oleh Filipina (Qamar, 2002). Namun demikian
penyuluh membutuhkan informasi baru hasil penelitian dalam proses
transfer dan difusi teknologi. Kenyataan di Indonesia, implementasi proses
transfer dan difusi teknologi ke petani berjalan lambat (Suryantini, 2003).
Hal ini disebabkan penyuluh tidak banyak kontak langsung dengan peneliti
sebagai pencipta teknologi tepat guna (TTG) (Hussein, 1986 dalam Mundy,
1992) dan penyuluh jarang mengakses sumber daya informasi yang ada
(Suryantini, 2003 dan Sophia 1988 dalam Mulyani, et al., 2006). Walau
bagaimanapun, informasi teknis masih sangat dibutuhkan oleh penyuluh
di Indonesia sebagai materi penyuluhan untuk mendukung tugas mereka
(Suryantini, 2003).
E. Hubungan Pemerintah Indonesia-Penyuluh
Pentingnya hubungan yang kuat antara petani, penyuluh, dan peneliti
TTG sangatlah penting (Feller et al., 1984; Baxter dan Thalwitz, 1985;
Feller, 1986; Compton, 1989: 126). Untuk mengatasi hal tersebut,
pemerintah RI telah mendirikan Institut Pengkajian Teknologi Pertanian
(IPTP) di tingkat provinsi guna menyatukan para petani, peneliti, dan
penyuluh (Qamar, 2002).
Keterkaitan antara penelitian pertanian dengan penyuluh sangat penting di
negara ini. Penyuluh pertanian di Indonesia tidak hanya peduli dengan transfer
402 Kebijakan Informasi Pertanian dan Penyebarannya di Indonesia ...

