Page 424 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 424

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            analisis ekonomi untuk komoditas pertanian, yaitu analisis isi dari database
            (content analysis). Direktori FAO (FAO, 1994) yang memberikan definisi
            lengkap untuk setiap sub-kelompok komoditas pertanian digunakan dalam
            penelitian ini. Sebanyak 1373 deskriptor dari 792 sub-kelompok dari definisi
            komoditas pertanian dalam direktori yang diperoleh kemudian diverifikasi
            berdasarkan deskriptor yang ada dalam tesaurus Agrovoc (versi CD-ROM)
            terbitan FAO. Ketika definisi, cakupan, dan keterangan dari masing-masing
            sub-kelompok dari 20 grup komoditas diintegrasikan, jumlah deskriptor
            yang diperoleh sebanyak 1279. Sejumlah 1279 deskriptor ini kemudian
            digunakan untuk mencari artikel ilmiah dalam database Agris versi online
            agar dapat diperoleh topik utama tentang komoditas.
                Tujuan semula dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak
            dan penelitian tentang komoditas apa saja yang telah dilakukan di Indonesia dan
            negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur (18 negara) selama periode 10 tahun
            terakhir. Negara-negara yang dimaksud adalah: Indonesia, Brunei Darussalam,
            Filipina, Myanmar, Laos, Singapura, Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Thailand
            (untuk Asia  Tenggara),  kemudian  Jepang,  Cina,  Taiwan,  Hongkong,  Korea
            Selatan, Korea Utara, Makau, dan Mongolia (untuk Asia Timur). Taiwan, Hong
            Kong, dan Makau sebenarnya tidak diakui sebagai negara merdeka oleh PBB
            dan organisasi internasional lainnya, sehingga istilah untuk ke tiga kota ini lebih
            akurat jika digunakan kata “wilayah”. Namun demikian, untuk kenyamanan
            dalam  penulisan,  penulis  menggunakan  istilah  “negara”  daripada  “wilayah”
            untuk ke tiga wilayah tersebut.
                Berhubung  Agris  tidak  menyediakan  fasilitas  search  engine  untuk
            afiliasi pengarang dan hanya menyediakan search engine untuk negara-
            negara dimana referensi tersebut diajukan, maka pencarian artikel ilmiah
            dilakukan menggunakan boolean antara negara atau kode negara dengan
            afiliasi  pengarang  dan  komoditas.  Nama  Latin  dari  komoditas  juga
            digunakan dalam pencarian informasi, seperti Oryza sativa untuk padi; Zea
            mays untuk jagung; Elaeis guineensis sp. untuk kelapa sawit, dst.
                 Hasil temuan topik utama komoditas pertanian kemudian di ranking.
            Ranking tertinggi dari komoditas dipakai untuk mencari tren informasi hasil
            penelitian. Tren ditentukan berdasarkan jumlah terbanyak dari deskriptor yang
            muncul  dalam  artikel  komoditas  utama.  Hasil  tren  kemudian  diklarifikasi
            dengan pembuat kebijakan (KPI) dan penyuluh pertanian (Indonesia) melalui
            wawancara secara langsung dan tidak langsung (melalui sosial media seperti
            facebook via inbox maupun melalui email ke masing-masing individu yang
            tersebar di seluruh wilayah nusantara) untuk mengetahui gap akses informasi
            hasil-hasil penelitian dalam upaya peningkatan produk komoditas pertanian
            di Indonesia. Sebanyak 100 orang responden penyuluh telah dipilih secara
            purposive sampling untuk dilakukan wawancara melalui pendekatan-

            404                Kebijakan Informasi Pertanian dan Penyebarannya di Indonesia ...
   419   420   421   422   423   424   425   426   427   428   429