Page 420 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 420

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

            (Phongsavath,  2003).  Lahan  pertanian  di  Filipina  mudah  tererosi  (75
            persen  dari  22,9  juta  hektar  tanah  pertanian  yang  ada)  dan  40,8%  nya
            (12  juta  hektar)  merupakan  lahan  tidak  subur  (Manzanilla,  2003). Tren
            utama sistem pertanian di negara ini terdiri dari revolusi hijau, polusi air,
            pendekatan  agro-ekosistem,  dan  pupuk  hayati.  Pola  budidaya  tanaman
            bertepatan dengan pola curah hujan di Sri Lanka (Dharmawardena, 2003).
            Sistem pertanian tradisional di Sri Lanka telah berkembang selama ratusan
            tahun.  Budidaya  padi  melalui  penyediaan  makanan  pokok  penduduk  di
            negara ini, telah menarik perhatian tertinggi di sektor pertanian hingga saat
            ini. Petani Sri Lanka, seperti petani Asia lainnya, mengalami tiga masalah
            utama, yaitu: 1) tingginya biaya untuk budidaya dan peningkatan kualitas
            dan  kuantitas  produksi;  2)  rendahnya  produktivitas;  dan  3)  rendahnya
            standar produk yang dihasilkan. Hal tersebut menyebabkan negara ini tidak
            mampu  bersaing  dengan  produk  pertanian  dari  negara  lain.  Pemerintah
            Thailand  telah menerapkan  kebijakan  pertanian  untuk mempromosikan
            pertanian  terpadu dan pertanian organik serta meningkatkan proses
            pembelajaran  untuk  memperkuat  kompetensi  petani  (Manakul,  2003).
            Sedangkan Vietnam sejak tahun 1986 telah berhasil meningkatkan produk
            pertaniannya menjadi bahan makanan sebesar 5,6 persen per tahun (dari
            18,2 juta ton menjadi 30,6 juta ton). Meskipun plot kecil, sebagian besar
            petani dapat mencapai surplus untuk pasar dalam waktu enam bulan hingga
            dua  tahun  setelah  memulai  pekerjaan  (Rosemary,  1995).  Sedangkan  di
            Indonesia, hanya sekitar 31 juta hektar (dari 76,6 juta hektar tanah pertanian)
            yang ditanami, dengan 35 persen - 40 persen dari lahan pertanian yang
            dikhususkan untuk produksi tanaman ekspor; sekitar 60 persen dari lahan
            pertanian di negara itu berada di Jawa (Encyclopedia of the Nations, 2006).
            Padi adalah tanaman pokok utama dan mendominasi produksi makanan
            di Indonesia, tetapi singkong, jagung, buah-buahan, ubi jalar, dan sayuran
            juga  merupakan  tanaman  lain  yang  penting.  Lainnya  adalah  tanaman
            komersial termasuk kakao, kopi, kopra, kelapa sawit, kacang tanah, karet,
            singkong (tapioka), daging sapi, unggas, babi, dan telur (Encyclopedia of
            the Nations, 2006; World Factbook, 2007), kedelai, gula, teh, tembakau
            dan perikanan (Encyclopedia of the Nations, 2006).
                Dalam sektor pertanian, ada empat poin penting yang muncul dari studi
            komoditas  dan  tren  (Rahman,  2003).  Pertama,  pengguna  menjadi  lebih
            sentral dalam inovasi dan perubahan teknis. Di masa lalu, petani dianggap
            sebagai “klien” penelitian, tetapi sekarang mereka semakin menjadi “mitra”
            utama. Kedua, perkembangan di pasar dan lingkungan semakin mendorong
            proses inovasi. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas komoditas yang
            akan dipasarkan lebih penting daripada meningkatkan produktivitas tanpa
            pertimbangan meningkatkan kualitas produk. Ketiga, diperketatnya seleksi

            400                Kebijakan Informasi Pertanian dan Penyebarannya di Indonesia ...
   415   416   417   418   419   420   421   422   423   424   425