Page 88 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 88

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                                    I. PENDAHULUAN
                Dalam sejarah peradaban manusia,  perpustakaan  merupakan
            organisasi yang tumbuh dan berkembang (growing organism) yang mampu
            beradaptasi dengan perkembangan jaman. Transformasi perpustakaan di era
            informasi tersebut telah menggeserkan peran perpustakaan digital dalam
            membangun aksesibilitas informasi. Sejumlah faktor yang berhubungan
            dengan aksesibilitas informasi pada pengembangan perpustakaan digital
            perguruan tinggi negeri di Malang terbangun dalam aspek organisasional,
            aspek  mekanisasi,  otomatisasi  dan  komunikasi  informasi  dan  aspek
            legalitas informasi. Namun demikian dalam praktek di lapangan bahwa
            keberhasilan  pengembangan  perpustakaan  digital  bukanlah  ditentukan
            pada manajemen modern dan kecanggihan  teknologi  informasi  namun
            integrasi nilai multikultural dalam pengembangan perpustakaan digital.
                Dalam Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan
            menjelaskan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya
            tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem
            yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian,
            informasi dan rekreasi para pemustaka. Kemudian dalam mengembangkan
            layanan Setiap perpustakaan mengembangkan layanan perpustakaan sesuai
            dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Disisi lain bahwa
            perpustakaan  merupakan  lembaga  yang  demokratis,  karena  itu  peran
            perpustakaan  dalam  membangun  aksesibilitas  informasi  secara  terbuka
            (open access) melalui implementasi teknologi informasi dan komunikasi.
                Kehadiran  perpustakaan  digital  tersebut  diharapkan  mengatasi
            kesenjangan  dalam  akses  informasi  masyarakat.  Kendala  utama  dalam
            pengembangan  perpustakaan  digital  pada  perguruan  tinggi  pada
            umumnya adalah belum optimalnya aksesibilitas informasi. Permasalahan
            aksesibilitas  informasi  tersebut  disebabkan  oleh  beberapa  faktor,  antara
            lain masalah manajemen, teknologi, kebijakan dan regulasi akses hingga
            dengan masalah sosial budaya. Dalam pengelolaan perpustakaan digital,
            di samping masalah teknis dan manajerial,  nilai-nilai keberagaman
            masyarakat  merupakan pilar penting dalam pengembangan  demokrasi
            informasi, inovasi teknologi, dan keadilan dalam legalitas informasi yang
            dapat melayani aksesibilitas masyarakat secara demokratis dan berkeadilan.
                Dalam mengembangkan  perpustakaan  digital  sebagaimana  Laksmi
            (2007)  dijelaskan  bahwa  perlu  dibangun  pola  pikir  dengan  pendekatan
            budaya  dan  bersifat  holistik.  Dengan  kata  lain    bahwa  pengembangan
            dan  inovasi  tidak  hanya  dilihat  dari  sudut rasionalitas,  tetapi  juga  dari
            sudut manusia yang hidup dalam sistem budayanya, yang muncul dalam
            bentuk  interaksi  antara  mereka  dan interaksi  antara  mereka  dengan


            68                                Representasi Multikultural Sebagai Strategi...
   83   84   85   86   87   88   89   90   91   92   93