Page 89 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 89
Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik
lingkungan. Menurut Wilson dan Kuhltau, proses pencarian informasi serta
kompleksitas interaksi tersebut dapat dilakukan dari berbagai pendekatan,
seperti fenomenologi dan hermeneutika dengan teknik interpretasi.
Representasi nilai multikultural dalam pengembangan perpustakaan
digital dalam penelitian ini mengkaji pokok permasalahan antara lain
implementasi manajemen, pengembangan inovasi teknologi dan integrasi
nilai multikultural dalam pengembangan perpustakaan digital dalam
membangun aksesibilitas informasi pada Perpustakaan Perguruan Tinggi
Negeri di Malang, Jawa Timur.
II. TINJAUAN LITERATUR
Perpustakaan merupakan produk budaya sekaligus representasi dari
berbagai budaya nusantara yang melakukan tugas dan perannya dalam
menyediakan informasi, mengelola informasi, serta mendesiminasikan
informasi kepada pemustaka yang beragam. Pengembangan koleksi dan
informasi baik tercetak, tertulis, terekam dan digital maupun tulisan-
tulisan pada dasarnya merupakan ekspresi kebudayaan. Pembangunan
perpustakaan digital merupakan integrasi terhadap keragaman budaya baik
dalam konteks koleksi yang dihimpun, diorganisasikan, serta keberagaman
masyarakat.
Secara definitif. Borgman dalam Teed menyebutkan bahwa:
“Digital libraries are set of electronic resources and associated technical
capabilities for creating, searching and using information. In this sense
they are an extension and enhancement of information storage and
retrieval systems that manipulate digital data in any medium (text,
images, sounds …) and exist in distributed networks.
Dalam pendapat di atas disebutkan bahwa perpustakaan digital
merupakan kumpulan koleksi sumber elektronik (e-resources) yang
memungkinkan aktivitas untuk penciptaan, penelusuran, dan akses sumber
elektronik. Dalam upaya pengembangannya bahwa dalam penyimpanan,
penelusuran informasi, serta memanipulasi data dalam media teks, gambar,
suara atau gambar dapat didistribusikan melalui jaringan (networks).
Dari keseluruhan definisi penulis menyimpulkan bahwa perpustakaan
digital adalah perpustakaan yang memiliki sebagian besar atau sebagian
koleksinya dalam bentuk digital yang dapat diakses secara online melalui
jaringan komputer.
Menurut Pendit bahwa dalam implementasi perpustakaan digital
terbangun dalam tiga aspek antara lain, pertama, aspek organisasional
yang meliputi manajemen kelembagaan, sumber daya manusia, sumber
daya koleksi, dan penganggaran; kedua, aspek mekanisasi, otomatisasi,
Hartono 69

