Page 91 - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA
P. 91

Kajian Dalam Bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi: Filosofi, Teori, dan Praktik

                Sedangkan  multikulturalisme  secara  definitif  sebagaimana  dalam
            Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah keadaan dari sebuah masyarakat
            yang ditandai  dengan menggunakan  lebih  dari satu kebiasaan  atau
            keragaman budaya atau multikulturisme adalah sebuah ideologi dan sebuah
            alat untuk meningkatkan derajat manusia dan kemanusiaannya. Menurut
            Baidhawy (2005), “multikulturalisme” pada dasarnya adalah pandangan
            dunia  yang  kemudian  dapat  diterjemahkan  dalam  berbagai  kebijakan
            kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan,
            pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.
            Multikulturalisme  dapat  juga  dipahami  sebagai  pandangan dunia  yang
            kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik.
                Kemudian  menurut  Banks  (1993)  nilai  multikultural  merupakan
            nilai-nilai  yang dibangun atas kesadaran bahwa keragaman adalah
            sebuah keniscayaan bagi umat manusia. Selain itu, juga mengadopsi teori
            menurut Gollnick dan Chinn (1998) yang menjelaskan bahwa nilai-nilai
            multikultural adalah pemahaman, pengakuan, dan penerapan pentingnya
            nilai demokrasi, humanisme, keadilan, kebersamaan dan toleransi kepada
            orang lain dalam bersikap dan berhubungan dengan orang lain yang
            mempunyai  latar  belakang  kultural  berbeda (seperti agama,  ras, etnis,
            bahasa, asal suku bangsa, perbedaan kemampuan,  umur, kelas sosial, dan
            lain-lain).

                                III.  METODE PENELITIAN
                Penelitian  ini  merupakan  jenis  penelitian  deskriptif  dengan
            pendekatan  kualitatif,  dengan  paradigma  batasan  penelitian  kajian
            strategi  pengembangan  perpustakaan  digital  dalam  membangun
            aksesibilitas  informasi  berbasis  nilai  Islam  multikultural pada
            Perpustakaan Perguruan Tinggi negeri di Malang Jawa Timur. Penentuan
            lokasi  penelitian  ini  dibatasi  pada  3  (tiga)  Perguruan  Tinggi  Negeri
            di Malang didasarkan pertimbangan hasil observasi dalam penetapan
            lokasi penelitian.antara lain Universitas Brawijaya (UB), Universitas
            Negeri  Malang  (UM)  dan  Universitas  Islam Negeri Maulana Malik
            Ibrahim Malang. Metode pengumpulan data menggunakan observasi,
            dokumentasi dan wawancara mendalam (in-depth interview). Pemilihan
            objek dalam penelitian ini dengan teknik purposive sampling. Informan
            ditetapkan  berjumlah  12  (duabelas)  informan  terdiri  unsur  pimpinan
            mperpustakaan,  pengelola  koleksi  digital,  bagian  pengelola  layanan
            digital dan pemustaka.
                Pengolahan data penelitian ini mengacu pada proses analisis yang
            dikemukakan oleh Miles dan Huberman yang meliputi 3 (tiga) tahap, yaitu


            Hartono                                                        71
   86   87   88   89   90   91   92   93   94   95   96