Page 133 - index
P. 133
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 121
kesukaan mereka membaca sebuah buku, novel atau komik, tidak hanya
mereka rasakan tatkala membaca bacaan itu, tetapi lebih jauh kenikmatan
itu menurut mereka juga terasa kurang lengkap jika tidak sekaligus diikuti
dengan hobi untuk membeli dan mengkoleksi merchandise yang berkaitan.
Rossa, misalnya, ketika ia mengaku menyukai Twilight, maka ia tidak hanya
mengkoleksi tetralogi novel fi ksi populer karya Stephenie Meyer itu, tetapi ia
juga memasang gambar Edward –tokoh utama novel populer ini— di layar
handphonenya. Berbeda dengan Rani yang seringkali membeli merchandise
di Anime Stuff di Mal Galaksi dan di Multi, Toys & Game, Rossa mengaku
terkadang membeli merchandise di PTC, tepatnya di Anime Zet, sebuah counter
kecil yang menawarkan merchandise sekaligus banyak menjual VCD/DVD
animasi fi lm Jepang dan Korea.
Sejumlah informan yang diwawancarai dalam penelitian ini mengaku
bahwa di layar handphone mereka, saat ini yang terpampang adalah gambar
tokoh-tokoh anime dan atau sosok bintang fi lm yang ceritanya diangkat
dari salah satu bacaan populer, seperti Harry Potter karya JK Rowling
atau Twilight karya Stephenie Meyer. Gambar yang terpampang di layar
handphone ini, dalam hitungan minggu biasanya sudah berganti yang baru,
tergantung pada bacaan atau komik apa yang tengah mereka gemari dan
menjadi perbincangan di kelompoknya. Wendi, salah seorang informan
mengaku saat ini di layar handphonenya yang terpampang adalah gambar
Lei-Fong Alseif, cowok yang menjadi tokoh utama komik Manga Chrome
Shelled Regions karya Shuusuke Amagi. Wendi mengaku nge-fans dengan
tokoh ini, karena gambarnya yang ganteng dan cerita komiknya yang juga
bagus. Di Jepang sendiri, kata Wendi komik Chrome Shelled Regions ini telah
dinobatkan sebagai cerita remaja terbaik dengan tema dunia sekolah.
Di kalangan remaja urban, salah satu merchandise yang populer dan
banyak dibeli informan gantungan handphone, asesoris, boneka kecil, dan
dompet. Harga merchandise yang tidak terlalu mahal untuk ukuran remaja
kelas menengah, sekitar 10-50 ribu rupiah, membuat sejumlah informan
yang senang mengkoleksi merchandise itu tidak terlalu keberatan karena
harganya memang masih sesuai dengan ukuran uang saku dan uang jajan
yang diberi orang tua mereka. Levina dan sejumlah temannya, misalnya
sering membeli asesoris atau merchandise tertentu ramai-ramai dengan
teman-temannya. Mereka membeli dan memakai asesoris tertentu yang sama

