Page 135 - index
P. 135
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 123
Salah seorang informan yang termasuk pecandu berat merchandise
adalah Evelyn. Selain pecandu komik, Evelyn mengaku juga suka membeli
berbagai merchandise, terutama boneka-boneka dalam macam-macam ukuran.
Di kamarnya, menurut Evelyn rak kaca yang ada saat ini telah dipenuhi
boneka dan assesoris lain yang ia beli dari counter-counter merchandise atau hasil
oleh-oleh orang tua serta temannya. Di kalangan teman-temannya Evelyn
memang dikenal gila membaca dan gemar mengkoleksi merchandise. Untuk
itu, ketika ia ulang tahun, tidak jarang teman-temannya yang memberi kado
dia boneka-boneka kecil yang menggambarkan sosok tokoh dari berbagai
judul komik grafi s yang disukai remaja urban. Evelyn menuturkan, ia sangat
menyukai membaca komik grafi s, seperti Tsubasa Reservoir Chronicle, Kyou
Kara Magu, Full House Kiss, Kuroshitsuji, dan lain-lain, termasuk mengkoleksi
boneka-boneka yang menggambarkan fi gur tokoh-tokoh dari berbagai judul
komik yang ia sukai.
“Aku seneng ngoleksi boneka tokoh-tokoh komik manga ....... asesorisnya juga,
macem-macem ada gantungan kunci, gantungan HP, wis macem-macem .........
Aku ngoleksi sudah lama .... sejak SD, sampek sekarang aku juga suka beli.
Semua tak taruh dalam rak kaca.......seneng aku ngliatnya .....”, tutur Evelyn
Berbeda dengan Evelyn, bagi sejumlah informan seperti Nico, Wendi,
Nadia, Nia, Grecia dan yang lain, mereka semua termasuk pembaca
yang benar-benar gemar membaca dan tanpa banyak terpengaruh untuk
mengembangkan perilaku konsumsi yang sinergistik, karena bagi mereka
yang terpenting adalah bagaimana dapat membeli dan membaca berbagai
jenis bacaan sebanyak-banyaknya, tanpa harus selalu terdorong untuk
mengkonsumsi produk industri budaya lain yang berkaitan. Sesekali
membeli gantungan handphone bergambar salah satu ikon yang diidolakan
barangkali tetap dilakukan remaja urban yang tergolong benar-benar gemar
membaca tersebut. Tetapi, mereka biasanya tidak akan terus kecanduan
untuk memborong berbagai merchandise lain yang sifatnya tidak fungsional
atau sekadar sebagai hobi saja. Nico, misalnya mengaku selama ini bahkan
tidak pernah membeli merchandise, karena selain dinilai kekanakan, juga
menurutnya hanya buang-buang uang. “Lebih baik dibelikan buku saja”, kata
Nico. Sementara itu, Nia juga mengaku tidak pernah membeli merchandise,
karena menurutnya daripada dibelikan merchandise, lebih baik uang yang
dimiliki dibelikan majalah-majalah populer atau novel kesukaannya.

