Page 140 - index
P. 140

128                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              sukses  Harry Pottermania  dilakukan, maka bisa diprediksi  fi lm-fi lm  dan
              komik tentang hal ini akan makin populer. Seperti dikatakan Sofyan, “Tahun
              2009 ini fi lmnya bagus-bagus lho. Aku kemarin baca di Movie Monthly, katanya
              Dragon Ball dan Watchmen akan diputer Maret atau Mei nanti. Kita pasti nonton,
              Men”

              4.5   REMAJA SEBAGAI TARGET UTAMA BUDAYA MASSA DAN
                    IKLAN

                    Sekalipun dibandingkan dengan negara maju jumlah penerbitan
              bacaan di Indonesia masih kalah jauh, tetapi dalam lima tahun terakhir
              industri penerbitan bacaan di Indonesia boleh dikata sudah jauh lebih
              bergairah. Saat ini, jika remaja urban pergi ke toko buku seperti Gramedia,
              Tri Media, Gunung Agung, Toga Mas, Uranus, atau yang lain, maka kita
              bisa melihat betapa banyak ragam bacaan yang terus diterbitkan dengan
              berbagai kemasan yang sangat menarik. Buku atau bacaan yang terbit tidak
              hanya berbagai teks book atau buku pelajaran sekolah, melainkan yang paling
              banyak justru bacaan untuk kesenangan, mulai dari novel teenlit, novel fi ksi,
              romance, novel sejarah, komik grafi s, majalah, dan lain sebagainya.
                    Di berbagai toko buku, yang namanya bacaan untuk kesenangan
              tampak bertumpuk-tumpuk dan dijajar dalam rak-rak yang memanjang
              dengan tatanan yang rapi, menurut  genre cerita atau diatur berdasarkan
              nama pengarangnya. Di rak khusus, bacaan terbitan terbaru dipajang
              atraktif, dengan keterangan dalam papan atau kertas seukuran 25x40 centi
              meter bertuliskan “Buku Terlaris” atau “Buku Terbaru”. Jadi, kalau ada
              remaja urban yang berkunjung ke toko buku dan ingin memeriksa apakah
              buku atau komik seri terbaru yang ia cari sudah terbit atau belum, maka ia
              tinggal melihatnya di rak khusus itu atau mencarinya di katalog penerbitan
              lewat komputer yang sengaja disediakan di salah satu sudut ruangan.

                    Di berbagai toko buku besar seperti Gramedia, TriMedia, Gunung
              Agung atau kios majalah Terbit, dan lain sebagainya, studi ini menemukan
              bahwa nyaris setiap hari atau maksimal dua hari sekali, selalu diterbitkan
              berbagai jenis bacaan yang ditawarkan kepada para pembaca, terutama
              remaja urban. Dibandingkan pembaca kategori usia yang lain, remaja dan
              anak tampaknya memang merupakan target utama dari produk budaya di
              bidang penerbitan. Hal ini, terlihat dari fakta bahwa dari berbagai produk
   135   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145