Page 145 - index
P. 145
Perilaku Membaca untuk Kesenangan di Kalangan Remaja Urban 133
atau efek samping yang bakal didapat informan ketika ia memutuskan
membeli dan membaca bacaan tertentu.
“Ya kalau aku beli novel atau komik, karena memang ingin membacanya. Masa
kalau liburan ndak baca, ya ngak enak. Tapi, jujur memang ada pengaruh
rekomendasi teman-teman. Waktu aku beli Twilight, New Moon, dan Eclipse
soalnya kata temanku ceritanya bagus. Lebih bagus daripada fi lmnya. Ya,
akhirnya aku beli. Masa kalau teman-temanku beli semua, aku ndak ikut
beli....”, tutur Stefani.
Sebuah novel atau komik yang tengah populer, bagi informan memang
pada akhirnya wajib untuk dibeli dan dibaca. Tetapi, sejumlah informan
yang diteliti menyatakan, meski mereka selalu membeli bacaan yang tengah
populer, bukan berarti jenis bacaan yang lain tidak mereka beli dan baca.
Sepanjang ceritanya mengasyikkan, menurut Rani, Nadia, Sekartika, Wendi,
Anggiat, Nia, Rossa, Nico, Reza, dan yang lain, niscaya bacaan itu akan
dibeli, minimal meminjam ke teman untuk kemudian dibaca. Bagi remaja
urban yang sudah kecanduan membaca, sebetulnya tidak penting dari mana
mereka memperoleh informasi atau rujukan tentang menarik-tidaknya
sebuah bacaan, karena yang mereka prioritaskan adalah bagaimana caranya
mereka dapat memanfaatkan waktu luang yang ada untuk membaca dan
terus membaca (*).
-oo0oo-

