Page 148 - index
P. 148
136 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
berbagai pilihan alternatif yang sifatnya personal (lihat: Strinati, 2007; Storey,
2007).
Dalam bab ini, berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan paling-
tidak ada lima hal yang dapat dibahas dan dianalisi secara lebih mendalam.
Pertama, berkaitan dengan perkembangan gaya hidup dan pemanfaatan
waktu luang remaja urban untuk membaca yang menyenangkan. Kedua,
berkaitan dengan perilaku membaca untuk kesenangan dan selera (taste)
remaja urban terhadap produk industri budaya, khususnya bacaan yang
digemari. Ketiga, berkaitan dengan pengalaman membaca, yaitu bagaimana
berbagai unsur dalam bacaan, tokoh-tokoh yang ditonjolkan, menawarkan
daya tarik tersendiri bagi subyektivitas pembacanya. Keempat, berkaitan
dengan munculnya perilaku sinergistik di kalangan remaja urban, baik
dalam hal pemilihan jenis bacaan maupun konsumsi produk industri
budaya lainnya yang berkaitan. Kelima, berkaitan dengan terjadinya proses
komodifi kasi produk budaya dan pengaruh kekuatan iklan terhadap
perilaku membaca untuk kesenangan yang dilakukan remaja urban sebagai
bagian dari masyarakat konsumer.
Secara teoritis, selera dan cita rasa remaja urban terhadap jenis dan
genre bacaan tertentu sebetulnya bukan saja berkaitan dengan aspek-as-
pek perasaan, apresiasi dan konstruksi sosial yang berkembang di bena-
knya, tetapi juga berkaitan dengan berbagai segmentasi dan hierarkhinya
di dalam berbagai kebudayaan dan subkultur. Perspektif Cultural Studies
memahami membaca sebagai aktivitas bahasa atau komunikasi yang meli-
batkan di dalamnya tanda, makna, tata cara, kode-kode yang mengaturnya,
yang membentuk strata sosial, kultural, status, dan prestise. Nilai-nilai yang
dibangun kekuatan kapitalisme, menurut perspektif Cultural Studies diyakini
menentukan bacaan mana yang dianggap menyenangkan, menggairahkan,
menimbulkan selera, termasuk menentukan bacaan mana yang dinilai pent-
ing untuk diketahui dan dapat dijadikan “tiket” atau “bekal sosial” dalam
membangun relasi sosial dan hubungan pertemanan dengan lingkungan
peer-groupnya tanpa harus disertai perasaan minder, kuper, atau kurang gaul.
5.1 GAYA HIDUP DAN IDENTITAS SOSIAL REMAJA URBAN
Memahami perilaku membaca untuk kesenangan sebagai bagian
dari gaya hidup dan cara remaja urban mengisi waktu luang (leisure),

