Page 150 - index
P. 150

138                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              gaya hidup: perilaku yang khas dan memiliki selera serta cita rasa yang
              memang sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman.

                    Seperti diperlihatkan dalam bab sebelumnya, ketika remaja urban
              memilih, membeli buku dan kemudian membacanya di waktu luang
              mereka, maka yang terjadi bukan sekadar cara seseorang sebagai pribadi
              atau individu untuk melarikan diri dan mengisi waktu luang mereka hal-
              hal yang sifatnya relaksasi, setelah disibukkan dengan tugas sekolah,
              aktivitas belajar, kursus atau kegiatan rutin lain yang dinilai membebani.
              Lebih dari itu, membaca tampaknya juga dipahami remaja urban sebagai
              bagian dari cara mereka menampilkan diri, mengidentifi kasi kelas sosial
              dari mana mereka berasal, dan sekaligus merupakan bagian dari proses
              pencitraan. Membaca sebagai sebuah gaya hidup, oleh sebab itu di mata
              remaja urban tidak berbeda dengan aktivitas sosial lain, seperti menonton
              fi lm, mendengarkan dan memilih jenis musik populer, berlibur, makan,
              dan lain sebagainya, sebab di sana remaja urban dipandang tak ubahnya
              seperti masyarakat konsumer yang lain. Seorang remaja yang memilih dan
              memiliki selera musik pop-alternatif, misalnya, dan bukan musik dangdut,
              sebenarnya sama dengan kasus di mana seorang remaja lebih memilih
              membaca novel fi ksi populer seperti Twilight atau memilih membaca novel
              teenlit daripada memilih membaca novel-novel prosa atau karya-karya
              sastra di masa lalu karangan Mochtar Lubis, Ayib Rosidi, dan lain-lain yang
              dinilai sudah ketinggalan jaman.

                    Menurut perspektif  Cultural Studies, membeli dan membaca buku,
              seperti juga kegiatan konsumsi yang lain, adalah lebih dari sekadar
              aktivitas ekonomi: mengkonsumsi produk atau menggunakan komoditas
              untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan material, tetapi aktivitas ini juga
              berhubungan dengan mimpi, hasrat, identitas dan komunikasi atau dalam
              istilah Culture Studies disebut bagian dari budaya pop (Storey, 2007: 169).
              Kecenderungan remaja urban untuk memilih bacaan yang tengah populer,
              dan hal ini terjadi di berbagai wilayah secara seragam adalah bukti bahwa
              produk-produk budaya yang diproduksi secara massal, umumnya juga
              cenderung direspon dengan cara yang kurang-lebih sama.
                    Menurut Machin & Leeuwen (2005), berbeda dengan individual style
              (gaya pribadi) dan social style (gaya sosial), yang dimaksud life style (gaya
   145   146   147   148   149   150   151   152   153   154   155