Page 154 - index
P. 154
142 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
terpengaruh popularitas fi lm yang ditayangkan, alasan mereka membaca
Twilight sebetulnya juga karena mereka tidak ingin merasa “ketinggalan
jaman”.
Dari hasil FGD yang dilakukan, diketahui bahwa di antara remaja urban
yang sama-sama menyukai aktivitas membaca untuk kesenangan, sadar
atau tidak seringkali muncul persaingan dan telah berkembang semacam
kesepakatan bahwa jika tidak ingin tampak culun atau kuper, maka dalam
berbagai suasana santai di mana mereka tengah ngrumpi atau berdiskusi
ringan di saat istirahat sekolah atau jalan-jalan ke mal, masing-masing pihak
harus mengikuti perkembangan mode dan paham isu-isu kontemporer,
mulai dari gosip teman dan perilaku guru di sekolahnya, hingga isu yang
berkaitan dengan bacaan yang saat itu tengah populer. Di bab terdahulu
telah dipaparkan bahwa salah seorang informan yang mengaku merasa
tersisih dari teman-temannya karena tidak mengetahui isi cerita Novel
Twilight adalah salah satu bukti bahwa aktivitas membaca untuk kesenangan
sesungguhnya bukan sekadar memberikan manfaat kenikmatan psikologis
secara pribadi, tetapi aktivitas membaca untuk kesenangan, termasuk
memilih bacaan yang populer ternyata juga memiliki fungsi sosial penting,
yakni sebagai “tiket” atau alat untuk memasuki lingkungan pergaulan tanpa
harus ada perasaan minder alias ketinggalan jaman.
Studi ini menemukan, di kalangan remaja urban, pergi ke toko buku
dan melakukan aktivitas membaca untuk kesenangan tampaknya tidak
berbeda atau sama pentingnya dengan aktivitas pleasure yang lain, seperti
shopping, membeli dan berganti model handphone, berganti potongan rambut
atau juga mengikuti perkembangan mode fashion. Meski tidak selalu eksplisit
diutarakan, namun sejumlah informan yang diwawancarai umumnya
mengaku bahwa jika mereka tidak atau belum membaca sebuah bacaan yang
tengah populer, rasanya kurang-lebih sama mindernya seperti ketika mereka
harus memakai handphone yang tipenya sudah kedaluwarsa: ada perasaan
minder dan bahkan terkadang tersisih dari lingkungan pergaulan remaja
urban yang memang modis: selalu mengikuti perkembangan jaman dan
ingin selalu tampak keren. Selama FGD dilangsungkan, studi ini menemukan
salah satu kecenderungan yang muncul tanpa disadari para informan yang
terlibat dalam diskusi adalah adanya semacam persaingan tersembunyi di
antara mereka untuk saling memamerkan bacaan terbaru apa saja yang telah

