Page 156 - index
P. 156
144 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
majalah, komik dan sejenisnya ibaratnya adalah sebuah “asesoris” dan
kelengkapan sosial yang mutlak ada untuk mengisi waktu luang.
Dari wawancara mendalam yang telah dilakukan, studi ini menemukan
bahwa salah satu aktivitas wajib yang dilakukan remaja urban pecandu
membaca adalah berkunjung ke toko buku mencari bacaan terbitan terbaru
yang menarik hati mereka. Bagi remaja urban seperti ini, membawa bacaan
adalah salah satu kelengkapan yang harus ada jika mereka bepergian atau
jika mereka ingin mengisi waktu luang. Tidak membawa bacaan ketika
liburan adalah sama dengan seseorang yang ketinggalan handphone ketika
pergi ke luar rumah: ada sesuatu yang terasa kurang dan bahkan mengganjal.
Membaca untuk kesenangan, bagi remaja urban adalah sebuah
aktivitas yang dapat menimbulkan rasa relaksasi dan terlepas dari tekanan
hidup sehari-hari, terutama di waktu senggang, semisal ketika seseorang
istirahat atau liburan (Usherwood & Toyne, 2002). Membaca untuk
kesenangan, bagi remaja urban adalah cara menjadi absen sekaligus hadir
pada saat yang bersamaan: tidak sekadar berhubungan dengan rasa bosan,
tetapi juga karena pembaca remaja memiliki cara untuk menciptakan ruang
dalam, bersifat pribadi di tengah keadaan ramai, bahkan sarana untuk lepas
dari depresi. Sejumlah informan yang diwawancarai menceritakan bahwa
pada saat mereka sedang jenuh karena menunggu keberangkatan pesawat,
sedang menunggu giliran perawatan gigi, atau ke dokter, misalnya,
maka cara yang paling ampuh untuk mengusir kejenuhan adalah dengan
meneruskan kembali aktivitas membaca yang sebelumnya sempat terputus,
tanpa mempedulikan apakah orang-orang lain di sekitar mereka melakukan
apa, dan membicarakan apa. Bagi remaja urban, membaca adalah refl eksi
dari gaya hidup sekaligus aktivitas yang fungsional untuk mengisi waktu
luang dengan cara yang bermakna.
5.2 PERILAKU ADIKTIF MEMBACA: TIPOLOGI REMAJA URBAN
Bagi remaja urban yang gemar membaca, kebiasaan dan perilaku
membaca untuk kesenangan (reading for pleasure) sesungguhnya adalah
bagian dari aktivitas sehari-hari yang seringkali dikembangkan untuk
mengisi waktu luang. Di tengah godaan untuk terlibat dalam berbagai
aktivitas pleasure lain yang juga menghibur, seperti menonton televisi,
bermain bersama teman, atau jalan-jalan ke mal, keputusan sebagian

