Page 160 - index
P. 160
148 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
bahwa sebagian remaja urban ternyata mampu mengembangkan selera dan
cita rasanya sendiri, tanpa harus sepenuhnya terhegemoni oleh kekuatan
kapitalisme (lihat: Adian, 2005).
Dalam konteks studi tentang reading for pleasure, menurut Moje (2000),
praktek literasi “tanpa sanksi”, di mana seorang remaja melakukan aktivitas
membaca demi kesenangan, maka di saat itu pula aktivitas membaca itu akan
berperan dalam perkembangan diri: melakukan eksplorasi, kontemplasi dan
pengalaman kemungkinan diri serta menggambarkan dunia di mana mereka
memiliki signifi kansi (lihat: Mercer (eds.). 2007). Dengan demikian, bagi para
remaja urban yang dinamis dan tengah mencari jati diri, aktivitas membaca
boleh dikata selain menjadi cara bagi mereka untuk menghabiskan waktu
luang, aktivitas membaca untuk kesenangan juga menjadi salah satu dari cara
mereka untuk beraktualisasi diri, mengembangkan performance, dan sekaligus
beradaptasi dengan perkembangan masyarakat yang makin modern, atau
bahkan mengglobal –tanpa harus kehilangan independensi.
Apa yang ditemukan dalam studi ini adalah perilaku membaca untuk
kesenangan yang berkembang di kalangan remaja urban ternyata tidak
selalu merupakan hasil konstruksi atau bentukan kekuatan industri budaya
populer. Seperti sudah dipaparkan di bab sebelumnya, bahwa perilaku
membaca untuk kesenangan yang berkembang di kalangan remaja urban
secara tipologis bisa dibedakan dalam dua kelompok, yaitu remaja yang
gemar membaca sekadar karena ikut arus dan remaja yang benar-benar
kecanduan membaca, di mana selera mereka terhadap jenis bacaan tertentu
tidak selalu ditentukan oleh iklan atau promosi yang gencar dilakukan
industri penerbitan dan toko buku.
Kelompok remaja yang gemar membaca sekadar karena ikut arus bisa
disebut sebagai pembaca pseudo-adiktif, yakni kelompok remaja urban
yang membaca dan memilih jenis bacaan memang cenderung lebih banyak
dipengaruhi oleh proses komodifi kasi budaya kapitalisme di mana mereka
cenderung gemar membaca jenis bacaan tertentu yang tengah populer,
baik karena dukungan iklan maupun pengaruh media massa yang lain,
khususnya fi lm hasil kemasan dan bergaya Hollywood yang atraktif, seperti
buku Harry Potter, Golden Compass, Twilight, dan sejenisnya atau menjadi
penggemar komik grafi s dari Jepang maupun Korea yang belakangan ini
makin trendy.

