Page 161 - index
P. 161
Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban 149
Remaja katagori pembaca yang pseudo-adiktif ini, dalam batas-batas
tertentu mereka memang menikmati aktivitas membaca sebagai bagian dari
cara mengisi waktu luang yang menyenangkan atau menghibur. Sebagai
siswa, remaja urban katagori ini biasanya setelah ujian di sekolah selesai
atau tidak ada lagi tugas-tugas sekolah, maka salah satu pelarian yang
menarik bagi mereka adalah pergi ke toko atau kios buku, membeli sejumlah
bacaan yang sedang populer, dan kemudian membacanya. Hanya saja, sifat
kecanduan membaca mereka cenderung temporer, dan banyak dipengaruhi
oleh proses komodifi kasi budaya. Artinya pilihan dan selera mereka pada
bacaan lebih banyak ditentukan oleh budaya populer, pengaruh iklan dan
hasil pendiktean gaya hidup kelompok sosialnya. Dari sejumlah infoman
yang diwawancarai, ada sekelompok remaja urban yang memilih bacaan
karena rekomendasi temannya atau karena bacaan itu sedang menjadi
pemberitaan di media massa. Salah seorang remaja yang diwawancarai
menuturkan, ketika ia memutuskan membeli novel fi ksi populer Twilight,
dasar pertimbangannya bukan karena ia memang menyukai genre jenis
ini, tetapi lebih dikarenakan novel itu memang tengah mencapai puncak
popularitasnya dan di saat yang sama juga ditayangkan dalam kemasan
fi lm bergaya Hollywood. Ia membeli, karena sang tokoh dalam novel
diperankan oleh bintang fi lm remaja yang bertampang mempesona. Seperti
diakui informan tersebut, yang penting bukan lagi jalan cerita atau daya
tarik plot-plot yang ditawarkan Stephenie Meyer, tetapi imajinasi remaja
tersebut pada wajah sang tokoh. Novel Twilight yang sangat tebal, imbasnya
kemudian banyak halaman yang dilewati, karena kenikmatan membaca
yang diperoleh bukan pada kemampuan Meyer mengolah kalimat, tetapi
lebih pada imajinasi remaja itu sendiri membangun hiper reality.
Selera dan cita rasa remaja urban yang termasuk pembaca pseudo-
adiktif biasanya sifatnya lebih temporer, seperti selera konsumen terhadap
produk budaya yang terus silih-berganti, timbul-tenggelam, dan lebih banyak
ditentukan oleh perkembangan mode yang sifatnya sesaat alias temporer.
Bacaan dalam konteks ini tak ubahnya seperti mode pakaian, potongan
rambut atau tipe handphone yang cepat usang dan tidak lagi menarik karena
sudah ketinggalan jaman bila dibandingkan dengan produk-produk bacaan
baru yang terus diproduksi secara massal. Cepat bosan adalah salah satu
karakteritik yang menandai jenis remaja pembaca yang pseudo-adiktif.

