Page 165 - index
P. 165
Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban 153
Tukar-menukar bahan bacaan, memberi hadiah teman yang ulang tahun
berupa buku atau novel yang tengah populer, mengajak teman jalan-jalan
ke toko buku, atau larut dalam dunia maya untuk mencari informasi tentang
komik dan bacaan terbaru, bahkan mendown load cerita-cerita yang seru
lewat internet adalah bagian dari perubahan perilaku dan gaya hidup yang
biasa dilakukan remaja urban sebagai bagian dari masyarakat konsumer.
Ketika bacaan diproduksi makin massal dan dikemas dalam bentuk produk
budaya yang atraktif, memang salah satu konsekuensi yang tak terhindarkan
adalah tumbuhnya aktivitas membaca untuk kesenangan sebagai salah satu
bentuk aktivitas pleasure yang menyenangkan dan kian banyak menarik
minat remaja urban.
Berbeda dengan remaja di wilayah pedesaan atau kota kecil yang di
lingkungan sekitarnya sangat minim fasilitas perpustakaan atau toko buku,
di kota besar seperti Surabaya para remaja urban dengan mudah mencari
bacaan jenis apa pun yang disukai di berbagai toko buku besar yang sejuk,
ber-AC dan dengan tatanan rak serta jajaran buku yang rapi, sehingga
sangat nyaman untuk dipandang. Bagi remaja urban yang sudah mahir
berbahasa Inggris karena sehari-hari bersekolah di sekolah internasional
yang bahasa pengantar sehari-harinya adalah Bahasa Inggris, mereka juga
dengan mudah memperoleh bacaan baru yang masih versi aslinya di toko
buku Periplus yang ada di berbagai pusat perbelanjaan. Bagi remaja urban
yang sudah terlanjur kecanduan membaca, selain memperluas alternatif
pilihan genre dan jenis bacaan yang ada di toko buku, tidak jarang terjadi
ketika mereka merasa jenuh membaca novel teenlit, novel fi ksi populer atau
komik Manga berbahasa Indonesia, maka salah satu alternatif yang menarik
minat remaja urban adalah berkunjung ke toko buku berbahasa asing seperti
Periplus, membeli beberapa bacaan terbaru yang dinilai menarik, dan
kemudian membacanya.
Manfaat membaca bagi remaja urban selain dapat menenangkan
(relaxing), dan menyenangkan (fun), juga sebetulnya akan membantu remaja
untuk dapat lebih memahami budaya yang berbeda (Clark & Rumbold,
2006). Bagi remaja urban yang sudah kecanduan membaca, bahasa pada
akhirnya tidak menjadi kendala, bahkan seperti sudah diutarakan di atas
bahwa aktivitas membaca terkadang menjadi arena kompetisi di mana
remaja yang sudah terlebih dahulu membaca bacaan yang terbaru, maka

