Page 167 - index
P. 167
Perilaku Adiktif Membaca: Gaya Hidup dan Cita Rasa Remaja Urban 155
personal, dan alasan tersendiri yang menjelaskan kenapa mereka
menggemari jenis bacaan tertentu, dan kenapa pula enggan membaca jenis
bacaan yang lain. Apa sebetulnya yang menyebabkan seorang remaja urban
menyukai membaca komik grafi s, dan kenapa pula remaja yang lain lebih
menyukai membaca novel romance atau fi ksi-populer?
Berbagai studi telah membuktikan bahwa kesenangan yang
dilakukan dan dinikmati khalayak, seperti kesenangan dalam aktivitas
menonton televisi atau membaca adalah kesenangan dalam membuat
makna. Sumber kesenangan yang ditawarkan genre tertentu kepada
khalayak dihubungkan dengan karakteristik tekstual dari genre beserta
kemungkinan intertekstualnya (O’Connor & Klaus, 2000). Seorang remaja
urban yang melakukan aktivitas membaca untuk kesenangan, ia tidak
hanya mengikuti jalan cerita yang ditulis pengarang atau menikmati
rentetan gambar komik yang ditata sedemikian menariknya, tetapi lebih
dari itu yang terjadi adalah proses dialog antara teks dengan pembaca,
berkembangnya imajinasi yang pada masing-masing pembaca bisa
berbeda-beda, dan tak jarang pula menimbulkan reaksi-reaksi emosional.
Seperti dituturkan sejumlah informan dalam studi ini, ketika mereka
membaca novel atau cerita tertentu hingga secara emosional larut dan
membayangkan mereka menjadi bagian dari tokoh-tokoh dalam cerita atau
berempati kepada tokoh itu, tidak jarang terjadi mereka ikut jengkel, was-
was, sedih dan bahkan marah ketika si pengarang mematikan sang tokoh
atau menutup cerita dengan akhir yang menyedihkan –bukan happy ending
seperti yang diharapkan kebanyakan pembaca remaja urban. Dalam istilah
psikologi, emosi seperti ini disebut sebagai Emosi-F (emosi berdasarkan
fi ksi), yaitu keadaan emosional pembaca sebagai reaksi terhadap plot,
kejadian dan karakter tokoh dalam cerita (lihat: Corna & Troilo, 2004).
Dalam perspektif Cultural Studies, membeli dan membaca buku,
seperti juga kegiatan konsumsi yang lain, dipahami selalu lebih dari sekadar
aktivitas ekonomi: mengkonsumsi produk atau menggunakan komoditas
untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan material, tetapi lebih dari itu
aktivitas membaca untuk kesenangan ini juga berhubungan dengan mimpi,
hasrat, identitas dan komunikasi (Storey, 2007: 169). Seorang remaja urban
yang tertarik membaca sebuah novel fi ksi populer, misalnya, maka ia tidak
akan berhenti membaca halaman demi halaman karena di benaknya selalu

