Page 172 - index
P. 172

160                                       Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme


              maskulin dan feminisme dengan gaya yang atraktif. Seperti yang terjadi di
              Amerika dan negara lain, di Kota Surabaya studi ini menemukan bahwa di
              kalangan remaja urban, kehadiran novel grafi s, khususnya komik Manga,
              Avatar atau komik dari Korea cenderung terus meluas, dan menjadi alternatif
              yang tak kalah populer bila dibandingkan novel-novel fi ksi populer, seperti
              Novel Harry Potter, Lord of The Ring, Twilight, dan sejenisnya. Davis (2004),
              misalnya menyatakan bahwa di berbagai belahan dunia perkembangan
              novel grafi s meningkat pesat, dan meraih popularitas di kalangan pembaca
              segala usia.

                    Komik sendiri didefi nisikan sebagai serangkaian gambar visual yang
              ditata dalam suatu sekuens (urutan), yang kemudian digabung dengan teks
              untuk menyampaikan beberapa ide atau cerita lengkap (lihat: Davis, 2004).
              Meskipun sering dikatakan bahwa pembaca remaja putra masih menjadi
              konsumen utama industri komik, tetapi dalam beberapa tahun terakhir
              basis pelanggan komik, khususnya komik grafi s yang banyak menawarkan
              cerita romance cenderung makin digemari remaja putri. Komik Manga asal
              Jepang atau komik asal Korea, kini tidak hanya diterjemahkan dalam bahasa
              Inggris, tetapi juga bahasa Indonesia, sehingga bisa dipahami jika peminat
              komik jenis ini makin lama makin meluas di Indonesia, khususnya di wilayah
              kota besar seperti Surabaya. Meski mungkin harus dikaji lebih lanjut lewat
              survei dalam skala yang lebih luas, studi ini menemukan indikasi yang sama
              seperti temuan Clark & Rumbold (2006), bahwa anak perempuan cenderung
              lebih menikmati membaca daripada anak laki-laki. Berbeda dengan remaja
              laki-laki yang lebih banyak berpeluang mengembangkan kegiatan alternatif
              di luar membaca, seperti bermain basket atau bermain bersama teman,
              untuk remaja perempuan pemanfaatan waktu luang mereka lebih banyak
              dilakukan di areal domestik: membaca di rumah sambil sesekali menyela
              aktivitas membaca untuk kesenangan dengan acara makan atau menonton
              televisi.

                    Dari hasil wawancara mendalam, studi ini menemukan bahwa
              daya tarik komik grafi s di mata remaja urban adalah pada sajian gambar
              yang dinilai mampu merepresentasikan kelucuan sang tokoh, sosok yang
              sifatnya karikartunis, kemasan sisi maskulin dan feminin dari sang tokoh
              secara atraktif, mempesona dan bahkan acapkali ekstrem. Gambar sang
              tokoh dengan ekspresi wajah yang lucu, khas, atau gambar bulu mata yang
   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176   177