Page 170 - index
P. 170
158 Membaca, Gaya Hidup dan Kapitalisme
koordinatnya, yakni secara literal mengajari pembaca bagaimana
berkeinginan dan berfantasi.
Sejumlah studi telah membuktikan bahwa objek populer yang
biasanya dikemas dan diandalkan menjadi daya tarik utama dalam produk
industri budaya adalah ikon, sedangkan manusia populer adalah pahlawan
atau seringkali selebriti (Forbes, 2003). Buku bacaan apa yang digemari
pembacanya, termasuk itu roman romantis, komik grafi s, novel hero
yang menampilkan jagoan culun seperti Harry Potter, misalnya semuanya
cenderung menciptakan fantasi di kalangan pembacanya berupa ikon.
Bahkan, dalam kehidupan nyata, tokoh yang menjadi pemeran ikon dalam
sebuah bacaan atau fi lm, seringkali akan dipuja banyak penggemarnya,
seolah tidak bisa dibedakan apakah mereka hanya seorang artis atau betul-
betul seorang hero.
Di dalam studinya tentang bacaan romance, Janice A. Radway (1987)
mengidentifi kasi fantasi sebagai kekuatan pengendali dari motivasi
membaca, di mana dengan berfantasi seseorang akan dapat melarikan diri
dan menggratifi kasi kebutuhan tertentu secara simbolik yang sebelumnya
tidak terpenuhi dalam kehidupan sesungguhnya (lihat: O’Connor & Klaus,
2000). Fantasi muncul saat orang mampu mengenali imajinasinya bersama
seseorang atau peranannya pada peristiwa atau kisah yang terjadi, sehingga
ia dapat memainkan bagian yang menyenangkan pada kisah tersebut (Harris,
2005: 98). Menurut Janice A. Radway (1984), bagi pembaca perempuan daya
tarik romance adalah siapa pun yang secara terus-menerus membeli romance
akan merasakan kebutuhan akan romance, dan perlu mendapatkannya lagi
dan lagi: semacam kecanduan. Fantasi tidak akan pernah menjadi tua dan
kehilangan relevansinya dengan generasi baru (lihat: Davis, 2004), karena
bagaimana pun harus diakui bahwa fantasi adalah sesuatu yang sifatnya
universal.
Berbagai studi telah berhasil mengidentifi kasi, hal-hal yang istimewa
dari sebuah bacaan yaitu: (1) ketika para pembaca bisa merasakan bagaimana
hidup dari karakter yang mereka baca, dan berinteraksi dengan kejadian
dalam cerita, (2) untuk kebanyakan pembaca mereka dapat dengan mudah
terlibat pada cerita dalam buku, yang hal tersebut merupakan target yang
menggambarkan ketertarikan dan mimpi dari kelompok gender dan umur
tertentu, (3) walaupun membaca bebas merupakan pengalaman berharga

